Pesan Rektor Unhas untuk Penerima LPDP: Jangan lupa bekal ke-Indonesia-an

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., memberikan pandangan serta saran dan masukan mengenai hal-hal yang seharusnya dipersiapkan oleh penerima program beasiswa LPDP sebagai modal awal pendidikan, menjadi pemimpin dan berdampak pada peningkatan pembangunan bangsa.

Hal tersebut disampaikan pada talkshow bertajuk “Program Persiapan Keberangkatan Penerima beasiswa” dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan tema “Cross Culture dan Berbagi Pengalaman”.

Kegiatan berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Jumat (24/09).

ADVERTISEMENT

Persiapan Keberangkatan (PK) merupakan kegiatan pembekalan kepada calon penerima beasiswa LPDP.

Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan pola pikir, penanaman nilai-nilai idealisme, integritas, kemandirian, memupuk rasa nasionalisme, serta memiliki wawasan global.

Baca Juga:  Semarak 48 Tahun Pramuka UNM, Malam Puncak HARLAH Satukan Berbagai Generasi

Prof Dwia menyampaikan bahwa ketika lolos menjadi salah satu penerima beasiswa LPDP, maka label sebagai seorang yang berprestasi melekat dalam diri.

ADVERTISEMENT

Tidaklah mudah untuk mendapatkan beasiswa dengan proses dan persaingan yang berat. Olehnya itu, kesempatan pengembangan pendidikan harus dipersiapkan secara baik.

Bukan hanya sebelum keberangkatan, tapi juga bagaimana rencana saat dan setelah selesai studi.

Lebih lanjut, Prof Dwia menambahkan perlunya rencana yang matang terkait hal-hal apa saja yang harus dilakukakan ketika menuntut ilmu.

ADVERTISEMENT

Sehingga, selain memperoleh ilmu dan gelar, diharapkan mereka mampu memiliki koneksi dan manfaat lainnya yang dibutuhkan untuk pengembangan diri dan pembangunan bangsa.

Baca Juga:  KSR PMI UNHAS Kembali Merekrut Anggota Potensi Disaster Rescue Team, Perkuat Kesiapsiagaan Relawan di Wilayah Perairan

“Bekal yang juga paling utama adalah tentang Indonesia. Kalian adalah perwakilan untuk memperkenalkan Indonesia pada bangsa lain.

Bagian dari representasi Indonesia, bagaimana membawa Indonesia pada kancah internasional. Tidak lupa pula, perdalam pengalaman. Jangan pulang hanya membawa gelar, tapi perluas dengan banyak hal,” jelas Prof. Dwia.

Selain Prof Dwia, hadir pula beberapa narasumber lainnya seperti Dra Hj Khofifah Indar Parawansa, M.Si (Gubernur Jawa Timur), H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P (Gubernur Jawa Tengah), Arif Havas Oegroseno (Duta Besar RI untuk Jerman), Danang Waskito (Koordinator Fungsi Pengsosbud KBRI Roma) dan beberapa narasumber lainnya. (*)

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU