PGRI Ulaweng Bone Suarakan Penghapusan Larangan Honorer

Pengurus Ranting PGRI Ulaweng Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone menyuarakan penghapusan larangan penerimaan guru honor di sekolah. Hal ini mengemuka saat sesi pandangan umum di Konferensi Cabang PGRI Ulaweng di Gedung Guru Ulaweng, Sabtu (30/8/2025).

Perwakilan Ranting 4 PGRI Ulaweng, Kaharuddin mengatakan, untuk kepengurusan PGRI menitip harapan ada penambahan program kerja lomba di tingkat ranting. Selain itu, dalam hal kekurangan guru di sekolah berharap disuarakan agar aturan terkait ditinjau ulang.

“Kami berharap bahwa undang-undang (aturan) pelarangan penerimaan guru honorer di sekolah, kalau bisa dihapuskan, itu harapan kami, “ungkapnya disambut tepuk tangan peserta konferensi lainnya.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  SMPN Satap 3 Bengo Bersiap jadi Sekolah Adiwiyata

Lebih lanjut Kaharuddin mempertanyakan siapa yang akan mengisi kekurangan guru di sekolah, jika aturan pelarangan penerimaan honorer terus dilanjutkan. Terlebih, penanganan kekurangan guru terkadang membutuhkan waktu yang relatif lama.

Kondisi tersebut disebutnya akan terus manjadi bak buah simalakama bagi kepala sekolah. Sangat dilema bagi kepala sekolah yang sekolahnya kekurangan guru.

“Kita Kepala Sekolah mau menerima honorer melanggar aturan, tidak menerima honorer siapa yang mau mengajar itu, “ungkapnya

ADVERTISEMENT

Olehnya itu, ia berharap aturan pelarangan penerimaan guru honorer ditinjau ulang. Mengingat kebutuhan guru honorer masih dibutuhkan, karena kekurangan guru di sejumlah sekolah tak terhindarkan.

Baca Juga:  Pj Sekda Bone Hadiri Launching EKI dan KNMP di Desa Angkue, Ada Penerima KUA Rp510 Juta

Hal senada juga disuarakan pengurus PGRI ranting lainnya. Perwakilan Pengurus PGRI Ranting 5 Ulaweng berharap ada solusi terkait penerimaan honor di sekolah. Hal ini khususnya bagi sekolah dengan kondisi sekolah yang kekurangan guru.

“Sekarang ini ada satu kepala sekolah, empat guru, kemudian satu tahun ke depan tiga orang yang langsung pensiun. Jadi sisa satu kepala sekolah satu guru, sedangkan kami di situ ada empat rombel, ” ungkapnya

ADVERTISEMENT

“Kalau tidak ada penerimaan guru honor, berarti otomatis rombel kami otomatis kosong tiga, hanya satu rombel terisi, ” lanjutnya. *

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU