Prof Hamdan Juhannis Resmi Nakhodai UIN Alauddin Makassar

FAJAR Pendidikan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Prof Hamdan Juhannis kini resmi menduduki kursi jabatan Rektor UIN Alauddin Makassar untuk periode 2019-2023, menggantikan Prof Musafir MSi yang telah memimpin UIN Alauddin sejak 2015 lalu. Serah terima jabatan (Sertijab) dilaksanakan di Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Rabu, 31 Juli 2019.

Dalam sambutan terakhir Prof Musafir MSi sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar mengatakan, semua capaian yang berhasil diraih pada masa jabatannya merupakan hasil kerja kolektif, seluruh bagian di UIN Alauddin Makassar, baik dari kalangan birokrasi hingga Mahasiswa.

BACA JUGA :   Mahasiswa Magang PKIP FKM Unhas Turut Serta dalam Upaya Kesehatan Masyarakat di SD Negeri 42 Barru

Selain itu, ia juga menceritakan terkait sejumlah prestasi yang berhasil diraih UIN Alauddin pada masa jabatannya, salah satunya keberhasilan UIN Alauddin Makassar meraih akreditasi A. Capaian ini tentunya mengukuhkan posisi UIN Alauddin Makassar masuk dalam empat deretan Universitas Islam Negeri terakreditasi A dari 17 UIN seluruh Indonesia.

Sertijab Rektor UIN Alauddin Periode 2015-2019 Prof Musafir Msi (kiri) kepada Rektor UIN Alauddin terpilih periode 2019-2023 Prof Hamdan Juhannis (kanan)

Sementara Prof Hamdan Juhannis  mengaku akan menjadikan kampus yang kini dipimpinnya sebagai trans intelektual muslim. Ia mengatakan, setiap sivitas akadamika harus bertanggungjawab atas keilmuannya.

“Saya akan buat kereta keilmuan, agar mampu menjadi intelektual organik atau saya sebut trans intelektual Muslim. Semoga bisa jalan empat tahun kedepan,”terangnya.

BACA JUGA :   Fakultas Pertanian Unibos Tarik Mahasiswa Magang dan PKL di Balai Teknologi Pertanian Makassar

Di hadapan tamu undangan yang memenuhi Gedung Auditorium, Prof Hamdan Juhannis menjelaskan terkait target dimasa kepemimpinannya yang dirumuskan dalam Pancacita bidang akademik yaitu Prodi yang handal, moderasi Beragama yang mengakar, jejaring yang kuat, publikasi yang aktif, dan data yang terintegrasi. Sementara pancacita non akademik yaitu, Kampus yang asri, tradisi yang terjaga, bisnis yang produktif, kesejahteraan yang meningkat, dan alumni yang kompetitif.

Tak hanya itu, lelaki kelahiran Bone ini , berjanji dalam 100 hari kerjanya akan menjalankan program kampus bebas sampah. Menurutnya, akademisi harus memiliki tradisi kebersihan. (FP)

Bagikan:

- Advertisment -
REKOMENDASI UNTUK ANDA