- Advertisement -

Ramai Sanksi Rusia, Eropa Terancam Kiamat Energi

Dilansir dari News Antara, Harga gas Eropa melejit pada perdagangan Senin, 7 Maret 2022. Hal ini terjadi dengan semakin banyaknya sanksi internasional yang ditujukan kepada Rusia. Pada senin, pukul 14.50 WIB, harga gas Eropa acuan Belanda, tercatat Euro 241,01/ megawatt hour, naik 25,15 %, dibndingkan posisi sebelumnya.

Itu merupakan pertama kalinya sepanjaang sejarah, harga gas Eropa acuaan Belanda, berada di atas Euro 200/Mwh. Kenaikan harga ini disebabkan beberapa faktor. Terutama sanksi ditendangnya Rusia dari ‘’SWFT’’. Dampaknya, susahnya migas Rusia ka dunia.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di satu sisi, Rusia memang dirugikan. Namun di sisi lain, ketergantungan Eropa terhadap pasokan gas Rusia, sangat tinggi. Tercatat pada tahun 2020, Rusia mematok kebutuhan gas alam Eropa sebanyak 37,5 %. Jika dalam sehari saja, kenaikan harga bisa mencapai puluhan persen, bayangkan jika sanksi internasional terus berlaku kepada Rusia. Eropa bisa saja kiamat energi dalam waktu dekat.

BACA JUGA:  Unik, Presiden dan Wapres Suami Istri

Sanksi Barat Tidak Mempan

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan, sanksi terkait invasi Ukraina, tidak akan mempan. Putin menyatakan, Rusia akan muncul lebih kuat. Bahkan menyebut sanksi akan berbalik dan memantul ke Barat.

Sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia, katanya, akan pulih kembali terhadap Barat, termasuk dalam harga pangan dan energi yang lebih tinggi. Bahkan Moskow akan menyelesaikan masalahnya, dan muncul lebih kuat.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menurut Presiden Putin, beberapa pertanyaan, masalah dan kesulitan di masa lalu, telah kami atasi dan kami akan mengatasinya sekarang. Mooskow merupakan produsen energi utama, yang memasok sepertiga gas Eropa dan akan terus memenuhi kewajiban kontraktualnya, meski pun telah dikecam. Dengan sanksi komprehensif, termasuk larangan pembelian minyaknya oleh Amerika Serikat.

Melawan Barat, Pemerintah Rusia sebelumnya mengatakan, telah melarang ekspor peralatan telekomunikasi, medis, mobil, pertanian, lstrik dn teknologi, di antara barang lainnya, hingga akhir 2022 Putin menyebut, sanksi Uni Eropa justru akan menyebabkan negara anggotanya mengalami kesulitan, akan merugikan diri sendiri. Mereka akan perang ekonomi melawan bank, bisnis, dan oligarkhi bisnisnya.

BACA JUGA:  Gempa Turki 7.8 skala Richter, Bagaimana Nasib Masjid Biru Hagia Sophia?

Moskow merupakan produsen energi utama yang memasok sepertiga gas Eropa. Seusai AS menutup impor minyak Rusia ke AS, harga minyak menjadi tinggi. Bahkan negara – negara tersebut mengalami inflasi yang lebih tinggi,

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selain itu, ujar Putin, Rusia merupakan produsen utama pupuk pertanian. Hal itu, pastinya akan berdampak pada pasar pangan dunia. Dia pun berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan tenang.

Barat Pusing

Dari salah satu Akademisi, melihat siapnya Rusia 360 derajat, Amerika, Barat dan sekutunya, pusing tujuh keliling melawan Putin saat ini. Bahkan, dalam pernyataan Presiden Rusia ini secara tidak langsung, di hari ke 7 serangannya ke Ukraina, Eropa dan Jerman, diancam akan ‘’dicekik’’ Rusia dengan gas Rusia.

Laporan : Nurhayana Kamar

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: