Gegara Sanksi Barat, Miliarder Rusia Berlomba Ungsikan Kapal Mewahnya

FAJAR Pendidikan

Setelah banyak Negara memberlakukan sanksi terhadap Rusia, para miliarder di negaranya, buru – buru memindahkan kapal pesiar mewah atau superyacht keluar dari kawasan perairan Rusia.

Pilihan para miliarder tersebut, adalah Maladea (Maldives), ngara kepulauan di Samudra Hindia. Maladewai, diketahui tidak memiliki pernjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat’’, demikian dilansir Reuters pada Kamis, 3/3/2022.

Sedikitnya lima superyacht milik miliarder Rusia yang panic tersebut sudah berada di kepulauan Maladewa. Menurut data pelacakan, kedatangan kapal – kapal itu di kepulauan di lepas pantai Sri Lanka, menyusul setelah pengenaan sanksi oleh sejumlah Negara Barat terhadap Rusia sebagai pembalasan atas serangannya tehadap Ukraiana, sejak 24 Pebruari 2022 lalu.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johson meluncurkan paket sanksi terhadap Rusia pada Selasa pagi. Presiden AS Joe Biden juga menjatuhkan sanksi baru pada perdagangan dan pembiayaan di dua wilayah yang diakui oleh Putin, seperti dilaporkan CNN.

‘’Peristiwa ini, adalah belokan yang jauh lebih mengkhawatirkan dan pergeseran pendangan yang jauh lebih tahan lama dari perspektif kami. Sepanjang minggu lalu, kami cebderung berfikir situasinya tetap tidak pasti secara fundamental dan bahwa berita utama yang bergeser pada akhirnya tidak mengubah pandangan terlalu banyak’’, kata ahli strategi EvercoreISI, Tobin Marcus.

‘’Tetapi, kami sekarang berada di dunia yang berbeda, dengan pertanyaan kunci, adalah seberapa buruk hal – hal yang akan terjadi selanjutnya’’, sambung Tobin.

Menurut basis data perkapalan Marine Traffic, Superyacht Titan, milik Alexander Abramov, salah satu pendiri produsen baja Evraz, tiba pada 28 Peberuari 2022. Kemudian Superyacht Clio yang dimiliki Oleg Deripaska, pendiri raksana aluminium Rusal yang disetujui Amerika Serikat pada 2018, berlabuh di ibu kota Male pada Rabu, 2/3/2022.

Sementara tiga kapal pesiar lainnya, terlihat berlayar di perairan Maladewa. Kapal – kapal tersebut termasuk Nirvana, setinggi 88 meter yang dimiliki orang terkaya Rusia, Vladimir Potanin.

Juru Bicara Pemerintah Maladewa tidak member komentar apapun atas keberadaan kapal pesiar tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengatakan, akan mengambil tindakan tegas unntuk menyita roperti orang – orang Rusia yang terkena sanksi. ‘’Minggu mendatang, kami akan meluncurkan gugus tugas Transatlantik multilateral untuk mengidentifikasi, memburu dan membekukan asset perusahaan dan oligarkhi Rusia yang terkena sanksi. Kapal – kapal pesiar mereka, rumah – rumah mewah mereka, dan keuntungan ‘’haram’’ lainnya yang dapat kami temukan dan bekukan di bawah hukum’’, kata Gedung Putih dalam sebuah tweet pada minggu 27/3/2022.

Sebuah laporan orbes pada Rabu 2/3/2022, malam waktu setempat menyebut, Jerman telah menyita meg yacht miliki Alisher Usmanov di galangan kapal Hamburg.
Sebuah laporan Forbes juga menyebutkan, berdasarkan tiga sumber di industry kapal pesiar. Kapal pesiar Dilbar setinggi 512 kaki senilai US $ 600 juta milik Usmanov, disita oleh pihak berwenang Jerman.

Usmanov termasuk miliarder Rusia yang masuk dalam daftar orang yang akan menghadapi sanksi dari Uni Eropa.(Jernih.co)

Laporan : Nurhayana Kamar

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI