Renungan Harian Kristen, Jumat 12 Mei 2023: Kebiasaan Tidak Mempunyai Kebiasaan

Renungan Harian Kristen hari ini, Jumat 12 Mei 2023 berjudul: Kebiasaan Tidak Mempunyai Kebiasaan.

Bacaan untuk Renungan harian Kristen hari ini diambil dari Kitab 2 Petrus 1:8.

Renungan harian Kristen hari ini mengisahkan Kebiasaan Tidak Mempunyai Kebiasaan.

- Iklan -

2 Petrus 1:8 – Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Pengantar:

Kesombongan timbul ketika seseorang sadar bahwa ia menjadi orang yang lebih baik, beribadah, melakukan perbuatan kasih, dan lain-lain.

- Iklan -

Renungan hari ini mengatakan bahwa kesadaran seperti ini seharusnya berlalu sejalan dengan pertumbuhan rohani.

Kita juga diingatkan akan bahaya menjadikan kebiasaan hidup kekristenan kita menjadi ilah kita, seperti kebiasaan berdoa atau membaca Alkitab pada waktu tertentu.

Renungan Harian Kristen Jumat 12 Mei 2023

Ketika kita mulai membentuk suatu kebiasaan, kita benar-benar menyadarinya.

- Iklan -

Ada waktunya ketika kita sadar telah menjadi orang yang baik dan beribadah, tetapi kesadaran ini seharusnya hanya berupa sebuah tahap yang dengan cepat kita lalui sejalan dengan pertumbuhan rohani.

Baca Juga:  "Sujud Sahwi" Bila Ada Kelupaan dalam Salat

Jika kita berhenti pada tahap ini, maka kita akan menjadi sombong rohani.

Hal yang benar yang harus dilakukan dengan kebiasaan saleh (godly habits) ialah dengan menenggelamkannya dalam hidup bersama Tuhan sampai setiap kebiasaan menjadi suatu ekspresi spontan hidup kita, sehingga kita tidak lagi menyadarinya.

Memang, kehidupan rohani kita terus-menerus menyebabkan kita memfokuskan perhatian kita pada bermawas diri, karena setiap kita ada beberapa kualitas yang belum kita capai dalam hidup kita.

Ilah kita mungkin berupa kebiasaan hidup kekristenan kita — kebiasaan berdoa atau membaca Alkitab pada waktu tertentu.

Perhatikanlah bagaimana Bapa surgawi akan mengguncangkan jadwal kita jika kita mulai menyembah kebiasaan kita.

Kita berkata, “Saya tidak dapat melakukan hal itu sekarang, ini waktu saya menyendiri dengan Tuhan”. Bukan, itu adalah waktu kita menyendiri dengan kebiasaan kita.

Ada kualitas yang masih belum ada dalam diri kita.

Kenalilah kekurangan kita dan kemudian carilah peluang untuk melatih diri kita mencapai kualitas yang kurang tersebut.

Baca Juga:  Mengetuk Pintu Langit di Bulan Ramadan (1)

Kasih seharusnya bukan suatu kebiasaan (yang disadari).

Kebiasaan kita sedemikian tenggelamnya dalam Tuhan sehingga kita menerapkan kebiasaan itu tanpa menyadarinya.

Jika kita secara sadar melihat kesucian kita sendiri, ada hal-hal tertentu yang kita bayangkan kita tidak dapat lakukan, hubungan tertentu yang masih jauh dari yang seharusnya, berarti memang ada kualitas yang kurang yang perlu ditambahkan pada hidup kita.

Satu-satunya hidup adikodrati ialah hidup yang dihayati oleh Tuhan Yesus, dan Dia betah, at home, dengan Allah di mana saja pun.

Adakah suatu tempat yang di dalamnya kita merasa tidak betah dengan Allah?

Jika demikian, biarkan Allah bekerja melalui situasi apa pun itu sampai kita bertambah di dalam Dia, dan bertambah dalam kualitas-Nya.

Maka hidup Anda akan menjadi sederhana — apa adanya — seperti hidup seorang anak.

Demikian Renungan hari ini Jumat 12 Mei 2023 diambil dari 2 Petrus 1:8 yang mengisahkan tentang Kebiasaan Tidak Mempunyai Kebiasaan dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU