Friday, October 30, 2020

Sah! STIE Nobel Indonesia Resmi Terapkan Kurikulum KMMB

FAJARPENDIDIKAN.co.id – STIE Nobel Indonesia secara resmi menerapkan kurikulum Kampus Merdeka-Merdeka Belajar (KMMB) dalam rapat senat tertutup di ruang meeting lantai 6 gedung STIE Nobel, Rabu (16/9).

Dalam rapat tersebut turut hadir Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M., selaku ketua tim revisi kurikulum dan rancangan kurikulum Kampus Merdeka-Merdeka Belajar.

Revisi kurikulum tersebut merupakan implementasi dari peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020, tentang Kampus Merdeka-Merdeka Belajar.

Ridwan, S.E., M.Si., selaku sekertaris senat dan juga pimpinan rapat menyampaikan bahwa pengesahan dari kurikulum yang baru ini merupakan langkah yang strategis bagi peningkatan kualitas mahasiswa STIE Nobel ke depan.

“Kurikulum yang baru ini tentu kita harapkan dan akan kami usahakan agar mampu meningkatkan standar kompetensi mahasiswa kami. Akan ada proses transisi yang nanti berjalan, dengan begitu penyesuaian kurikulum yang baru ini adalah hal yang lebih mengasah mahasiswa untuk melakukan berbagai inovasi dan meningkatkan kreativitas mereka,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M., menuturkan revisi kurikulum dan rancangan kurikulum Kampus Merdeka- Merdeka Belajar telah dirancang sedemikian rupa melalui sinkronisasi kurikulum antar prodi yang ada.

“Dalam proses penyusunan ini tentu memperhatikan juga kesiapan sarana dan prasarana fasilitas kampus dalam menerapkan kurikulum Kampus Merdeka-Merdeka Belajar di berbagai prodi. Setelah mendengarkan saran dan pendapat pemangku kebijakan, para pimpinan sangat siap untuk segera merealisasikan hal apa saja yang dibutuhkan dalam implementasi kurikulum yang baru ini.”

“Proses kerjasama antar kampus dan berbagai pihak kelembagaan lainnya akan sangat mendukung kurikulum ini kedepannya, terlebih lagi pada delapan cluster program yang diakui dalam program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar,” tambahnya.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

OPINI : Korean Wave, Panutan Anak Jaman Now

FAJARPENDIDIKAN.co.id - "Army……!!! We love you! You're the best!!" begitu pekikan BTS diatas panggung saat konser. Penontonnya? Jangan tanya, bejibun. Fansnya ini...

SMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar ‘Character Building’ Bagi Peserta Didik Kelas X

FAJARPENDIDIKAN.co.id - SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar kegiatan Character Building bagi peserta didik kelas X, Rabu (28/10/2020). Kegiatan tersebut digelar secara...

Penyelengaraan Merdeka Belajar, UNM-Unima Teken MoU

Makassar,FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Universitas Negeri Manado (UNIMA), di Ruang Senat, Menara...

Hebat! MAN 2 Bone Antar Madrasah Ungguli Sekolah Umum di Kompetisi Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Madrasah hebat dan bermartabat memang julukan yang pantas melekat pada madrasah. Betapa tidak, terlihat diera millenial ini, madrasah kian naik...

Polres Bone Perbanyak Edukasi di Operasi Zebra, Tapi…

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Satuan Lalu Lintas Polres Bone menggelar Operasi Zebra 2020 selama 14 hari, yakni sejak 26 Oktober hingga 8 November 2020...

REKOMENDASI