Barru – Dentuman alat berat yang menggema di Desa Pujananting, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, kini bukan lagi suara yang mengusik ketenangan. Bagi warga, bunyi mesin itu justru menjadi irama harapan tanda perubahan yang telah lama dinanti akhirnya datang.
Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Punranga–Bulo-Bulo, yang sebelumnya terputus dan nyaris terabaikan, kini mulai membuka kembali akses jalan desa hingga tembus ke Kabupaten Pangkep. Jalur ini menjadi urat nadi penting penghubung wilayah Barru dengan daerah sekitarnya, bahkan berpotensi tersambung hingga Bone.
Namun proyek ini bukan sekadar membangun badan jalan. Lebih dari itu, pembangunan menghadirkan berkah ekonomi bagi warga setempat. Pihak kontraktor memberdayakan tenaga kerja lokal mulai dari buruh hingga tukang serta memanfaatkan sebagian material dari warga desa.
“Alhamdulillah, kami bisa bekerja di kampung sendiri. Ada penghasilan tambahan sambil menunggu musim panen,” ujar Amir, warga Desa Pujananting yang terlibat langsung dalam proyek tersebut.
Wajah Amir tampak lelah setelah seharian bekerja, namun senyum syukur tak lepas dari rautnya. Ia mengaku tak pernah mengeluh karena kesempatan bekerja di desa sendiri adalah hal yang jarang terjadi sebelumnya.
“Saya warga di sini. Terima kasih kepada pihak kontraktor yang sudah memberdayakan tenaga lokal,” ucapnya.
Cerita serupa disampaikan Muhammad Yusuf. Menurutnya, jalan tersebut telah lama diusulkan warga, namun baru terealisasi tahun ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Barru, khususnya Dinas Pekerjaan Umum. Jalan ini sudah lama diharapkan masyarakat,” kata Yusuf, Sabtu (20/12/2025).
Yusuf menambahkan, seluruh pekerja di proyek tersebut merupakan warga Desa Pujananting. Hal ini dinilainya sangat membantu perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
Dari sudut lain desa, Kepala Dusun Bonto Payung, M. Nasir, menyampaikan apresiasi serupa. Ia menyebut jalan tersebut telah diusulkan hampir dua tahun terakhir.
“Baru sekarang dikerjakan. Akses jalan Desa Pujananting ke Desa Bulo-Bulo akhirnya terbuka,” kata Nasir di kediamannya, Sabtu (20/12/2025).
Menurut Nasir, dampak proyek ini sudah mulai terasa. Selain mempermudah mobilitas warga, pembangunan jalan juga menggerakkan ekonomi lokal.
“Semua pekerja warga lokal. Dagangan warga juga mulai laku. Ini benar-benar membawa berkah,” tegasnya.
Sebelum dikerjakan, ruas jalan Punranga–Bulo-Bulo hanya berupa jalur tanah berbatu yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Akses menuju desa tetangga hingga Kabupaten Pangkep kerap terputus, memaksa warga memutar jauh dengan risiko keselamatan dan biaya tinggi.
Anggota DPRD Barru, Hacing, S.Sos., membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut jalan ini sempat terputus sejak 2024.
“Sekarang sudah dikerjakan. Ini jalur strategis karena menghubungkan Barru–Pangkep bahkan hingga ke Bone, sehingga masyarakat tidak lagi terisolasi,” ujarnya.
Kini, badan jalan mulai terbentuk lebih lebar dan kokoh. Timbunan material terus diratakan, sementara aktivitas pembangunan berlangsung bertahap sesuai tahapan teknis. Seiring berjalannya proyek, denyut ekonomi baru pun muncul.
Warga setempat mendapat tambahan pekerjaan dan penghasilan, menjadikan pembangunan jalan ini tak hanya membuka akses, tetapi juga membuka peluang hidup yang lebih baik.
Keterlibatan warga lokal menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan. Mereka tak hanya bekerja, tetapi juga ikut menjaga dan mengawasi agar proyek berjalan dengan baik.
Dari jalan yang dulu terputus dan terabaikan, kini tumbuh cerita tentang kerja, harapan, dan kebersamaan. Rekonstruksi Jalan Ruas Punranga–Bulo-Bulo bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghidupkan semangat dan masa depan warga Desa Pujananting.
Hengki
