SMKN 3 Soppeng Mantapkan Teaching Factory Lewat Workshop

Soppeng – SMKN 3 Soppeng menggelar Workshop Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) sebagai bagian dari penguatan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung RPS TITL SMKN 3 Soppeng, Jumat (13/12/2025), dan diikuti oleh seluruh guru.

Workshop TEFA bertujuan memperkenalkan, mengimplementasikan, serta mengoptimalkan konsep Teaching Factory sebagai model pembelajaran berbasis produksi. Model ini mengintegrasikan kegiatan belajar mengajar dengan proses produksi nyata, sehingga siswa dapat berinteraksi langsung dengan situasi dan standar kerja industri.

Teaching Factory menjadi salah satu pendekatan strategis dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui konsep ini, sekolah didorong untuk menghadirkan suasana pembelajaran yang menyerupai kondisi industri, baik dari sisi manajemen kerja, proses produksi, hingga orientasi layanan.

ADVERTISEMENT

Pemateri workshop, Bambang Sjoko, menjelaskan bahwa Workshop TEFA merupakan pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan dalam menerapkan pembelajaran berbasis produksi dan jasa nyata seperti yang diterapkan di dunia industri. Menurutnya, TEFA tidak hanya menekankan pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan budaya kerja profesional di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Akses Warga Jadi Prioritas, Brimob Bangun Jembatan di Barru

“Workshop TEFA bertujuan menyelaraskan teori dan praktik pembelajaran, mengembangkan keterampilan siswa sesuai kebutuhan industri atau link and match, serta mempersiapkan lulusan SMK agar siap kerja. Dalam pelaksanaannya, Teaching Factory juga melibatkan kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai mitra strategis,” kata Bambang.

Ia menambahkan, keterlibatan industri dalam pembelajaran menjadi kunci agar kompetensi yang dimiliki siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan berbasis praktik nyata.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Soppeng, Reni Andriani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran Teaching Factory di sekolah.

Baca Juga:  Ngaku Jaksa, Urus Kasus sampai CPNS Berakhir Diciduk

Menurut Reni, melalui penerapan TEFA, siswa tidak hanya menerima materi teori di ruang kelas, tetapi juga dilatih mengelola proses kerja seperti yang diterapkan di industri, mulai dari perencanaan, proses produksi, hingga pelayanan kepada konsumen.

“Workshop ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kerja yang profesional di lingkungan sekolah sekaligus mewujudkan keterkaitan yang kuat antara SMK dan dunia usaha maupun dunia industri,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Reni berharap, dengan pendampingan dari narasumber berpengalaman, para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, lulusan SMKN 3 Soppeng diharapkan memiliki kompetensi yang lebih siap dan mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU