Rabu, Januari 20, 2021

The Importance of Maternal Nutrition: Evidance from the Guatemala Study

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar Webinar Internasional Seri 3 yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-38 FKM Unhas.

Webinar yang digelar pada Sabtu, 21 November 2020 itu terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, menghadirkan beberapa pemateri, salah satu diantaranya yaitu, Prof. Usha Ramarkrishnan, Ph.D (Emory University, Atlanta, USA).

Prof Usha membawakan materi dengan tema, “The Importance of Maternal Nutrition : Evidance from the Guatemala Study”.

Kata Prof Usha, 1000 HPK, ibu menjadi penanggung jawab paling utama untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan, saat menyusui, dan saat perkembangan anak.

“Tidak terpenuhinya nutrisi selama masa kehamilan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan perkembangan keturunan,  resistensi insulin ibu, kreatinisme, IUGR, terjadinya perdarahan pada ibu, kelahiran bayi prematur, anemia, pre-eklamsia dan eklamsia, kompilkasi postpartum, cacat lahir, komplikasi pada janin dan neonatal serta efek merugikan jangka panjang pada kesehatan ibu dan anak,” jelas Prof Usha.

Prof Usha juga memaparkan hasil studi pada Guatemala yang memperoleh kesimpulan bahwa rata-rata berat lahir menurut kelompok energi yang dikonsumsi dari suplementasi selama kehamilan dan jenis suplemen yaitu atole dan fresco.

“Dari hasil didapatkan konsumsi atole lebih meningkatkan energi dibandingkan fresco. Atole merupakan suplemen yang terbuat dari bahan incaparina,susu skim bubuk, gula, penyedap rasa. Sedangkan fresco dibuat dari bahan gula dan penyedap rasa,” jelasnya.

The Oriente Longitudinal Study

  • Pertama menunjukkan manfaat dari peningkatan gizi ibu di dua generasi dan bukti hubungan antargenerasi dalam berat badan lahir ibu-anak dan pertumbuhan anak usia dini dalam konteks negara berkembang.
  • Mendemonstrasikan efek intervensi nutrisi selama 1000 hari pertama kehidupan pada ukuran kelahiran anak dan pengukuran antropometri dari ukuran dan komposisi tubuh yang dicapai selama masa kanak-kanak. 
  • Membantu membentuk dan berpartisipasi dalam COHORTS untuk memperluas temuan tentang efek antargenerasi menggunakan data dari kelompok kelahiran serupa lainnya dari negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah
  • Hubungan positif antara ukuran kelahiran ibu dan pertumbuhan linier selama masa kanak-kanak usia dini dengan ukuran kelahiran anak
  • Ibu yang lebih muda lebih cenderung memiliki  keturunan yang lebih ringan saat lahir, mengalami hambatan pertumbuhan linier selama masa kanak-kanak, lebih sedikit tahun sekolah
  • Meningkatkan pemahaman kita tentang jalur yang menjelaskan efek antargenerasi dari nutrisi dan membantu mengidentifikasi ‘intervensi dan kebijakan yang relevan untuk memutus siklus.
- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI