Selasa, Mei 11, 2021

Tips Mendaki ala “Seven Summiters”

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Bisa dibilang banyak orang ingin bisa naik gunung. Menjejakkan kaki di tanah tertinggi yang pernah ada sembari menikmati keindahan alam yang diberikan Sang Pencipta. Apalagi para petualang menganggap proses naik ke puncak gunung layaknya berkawan dengan alam. Meski demikian, untuk bisa mencapai puncak tertinggi diperlukan usaha yang tak mudah.

Perlu persiapan matang sebelum pendakian dilakukan. Dua orang anggota Seven Summit (pendakian 7 puncak gunung tertinggi di dunia) Mahitala Universitas Katolik Parahyangan Bandung, yaitu Broery dan Frans saat ditemui Kompas.com di wahana wisata outdoor Telaga Cikeas, Bogor, membagikan beberapa kiat persiapan yang mereka lakukan sebelum memulai pendakian 7 puncak gunung tersebut.

Kiat ini juga bisa dijadikan panduan untuk Anda yang ingin memulai melakukan pendakian ke puncak gunung. Menurut Broery, ada tiga hal yang terpenting dalam melakukan persiapan mendaki yakni kesiapan fisik, kecukupan informasi tentang gunung yang akan didaki, serta perlengkapan sesuai standar pendakian. “Dari persiapan itu yang harus benar-benar dipegang itu yang pertama adalah fisik. Yang kedua persiapan kita ke sana tentang informasi perjalanan, juga medan, informasi pendakian. Dan satu lagi itu adalah equipment (peralatan). Equipment harus benar-benar tahu dari awal,” kata Broery.

Hal tersebut diaminkan oleh Frans. Ia mengatakan, sebelum melakukan pendakian Seven Summit, ia dan timnya melakukan latihan fisik dan pencarian data-data tentang gunung-gunung yang akan didaki selama satu tahun. “Persiapan setahun kurang lebih, dari 2008 ke 2009. Itu latihan fisik, nyari data-data. Ya tapi kalau latihan fisik kan engga berhenti satu tahun itu. Jeda antar (pendakian) gunung kita latihan fisik terus,” katanya. Frans pun menuturkan, kunci sukses ia dan tim dapat merampungkan pendakian tersebut yaitu berpikir positif dan manajemen persiapan.

“Kalau kita bilang sih sepertiga-sepertiga-sepertiga. Jadi sepertiga itu fisik, sepertiga mental dan sepertiga lagi itu equipment. Itu semua itu dari persiapan,” tuturnya. Sementara itu, sama halnya dengan Frans, Broery pun mengatakan, kunci sukses dari suatu perjalanan tak hanya pada saat mendaki gunung yakni ada di persiapan. “Kuncinya sih di persiapan. Persiapannya sudah matang, kita sudah 80 persen sukses lah, tinggal 20 persennya saja jalani di lapangan,” ungkap Broery.

“Karena semua perjalanan awalnya 80 persen persiapan, karena sisanya paling kita laksanakan yang kita siapin. Di lapangannya ada improvisasi kecil,” tambahnya. Menutup pembicaraan, Broery pun berpesan agar jangan ragu untuk bermimpi, termasuk bermimpi untuk dapat menaklukan salah satu puncak gunung tertinggi di dunia. “Jangan malu untuk bermimpi, mimpi itu bisa jadi kenyataan. Saya sendiri saja nggak pernah kepikiran. Karena ada kesempatan. Misalnya lo seneng naik gunung, yah manfaatkan hal itu semaksimal mungkin,” tutupnya.

ANDA MUNGKIN SUKA

BERITA DAERAH TERBARU

Mau Tahu Realisasi Dana Desa di BOSOWA, Cek di Inovasi Ini!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Sobat Desa di Bone, Soppeng dan Wajo (BOSOWA) tentu ingin tahu penyaluran Dana Desa oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)...

Begini Cara Polres Bone Edukasi Masyarakat Agar Tak Mudik

Sosialisasi larangan mudik lebaran Idul Fitri di tahun ini tidak melulu dilakukan di jalanan. Polres Bone memiliki cara tersendiri untuk mengedukasi masyarakat...

Program Pangkep Hebat, Bidang Kesehatan Resmi Beroperasi

Pangkep,FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melaunching program unggulan bidang kesehatan, siap jemput, antar, jaga dan peduli (Sijagai), di Lapangan Citra Mas...

Bupati Wajo Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Tahun 2021 di Mapolres Wajo

Bupati Wajo H. Amran Mahmud, S.Sos. M.Si memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat 2021 yang di ikuti oleh Para Forkopimda...

Babak Baru Nasib Stadion Andi Mattalatta-Mattoangin Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Diskusi terbuka tentang Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoangin Makassar bersama Forum Pimpinan Redaksi Sulawesi Selatan (LFPR Sulsel) yang dipimpin ketuanya,...

Terungkap,Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong diamankan Polsek Pitumpanua

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kapolsek Pitumpanua Kompol Jasman bersama Anggota berhasil mengungkap spesialis pencurian rumah kosong diwilayah Kecematan Pitumpanua yang menggegerkan warga,Sabtu(08/05/2021).

RAMADAN KEREN

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Masjid At Tabayyun : Manusia Merdeka Iktikaf di Tenda Arafah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tenda " Arafah" Masjid At Tabayyun di komplek Taman Villa Meruya mendapat kunjungan "Manusia Merdeka " hari Minggu (9/5) pukul...

Canangkan Beasiswa Pendidikan Putra Putri Maros, Polibos Rajut Kerja Sama dengan Bupati Maros

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktur Politeknik Bosowa (Polibos) Asrul Hidayat M,T yang didampingi langsung oleh Wakil Direktur I Yoan Elviralita M.T,  Wakil Direktur II...

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

Pekerja Bangunan Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Kerjanya

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Seorang pekerja bangunan bernama Husen Bin Johan (46), ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, di Jln. Bau Baharuddin, Kelurahan...

La Liga : Sevilla vs Real Madrid Berakhir Seri

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Laga pekan ini, Sevilla vs Real Madrid berkahir seri, pada pertandingan kali ini, real madrid mengejar puncak klasemen namun tertahan oleh...

REKOMENDASI