Friday, July 10, 2020

Unhas dan Universitas Ehime Jepang Teliti Likuifaksi Palu

Palu, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan riset bersama Tim Studi Kebencanaan Universitas Ehime Jepang di Sibalaya, Palu, Sulawesi Tengah. Tim Peneliti telah berada di lapangan sejak Minggu, 24 Juni 2019, direncanakan akan berada di lapangan selama 14 hari.

Riset lanjutan ini difokuskan pada penggalian titik-titik tertentu untuk mengkaji fenomena likuifaksi yang melanda Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018 lalu.  Bencana gempa bumi dan likuifaksi ini telah menghebohkan dunia internasional, khususnya jajaran peneliti geologi. Tujuan riset ini untuk mencari tahu mekanisme yang menyebabkan terjadinya likuifaksi pada saat bencana alam tersebut.

Sibalaya dipilih karena lokasinya yang sangat ideal untuk melakukan penggalian atau ekskavasi hingga sumber likuifaksi bisa diketahui. Ketika gempa bumi dan likuifaksi melanda Sulawesi Tengah, daerah Sibalaya mengalami pergeseran sejauh kurang lebih 500 meter dari tempat asalnya.

Kepala Puslitbang Kebencanaan Unhas, Dr Adi Maulana, mengatakan bahwa kerjasama riset ini didasarkan oleh MoU antara Unhas dan Ehime University. Tim melakukan ekskavasi di beberapa titik dengan menggunakan alat berat sedalam kurang lebih 5-7 meter dengan lebar 3-4 meter.

Tim melakukan ekskavasi di beberapa titik dengan menggunakan alat berat sedalam kurang lebih 5-7 meter dengan lebar 3-4 meter. (FOTO: IST)
Tim melakukan ekskavasi di beberapa titik dengan menggunakan alat berat sedalam kurang lebih 5-7 meter dengan lebar 3-4 meter. (FOTO: IST)

“Diharapkan dalam penelitian ini, tim dapat mengungkap mekanisme likuifaksi dan mempelajarinya untuk kemudian menjadikan referensi mitigasi kebencanaan kedepan. Penelitian ini juga akan sangat penting untuk dijadikan acuan dalam meninjau tata ruang di wilayah-wilayah rawan gempa di tempat lain agar korban jiwa maupun harta bisa diminimalkan,” kata Adi Maulana.

Dirinya berhadap semoga hasil penelitian ini berguna tidak hanya untuk perkembangan ilmu pengetahuan tapi juga untuk keperluan mitigasi kebencanaan dimasa yang akan datang, agar korban jiwa dan harta bisa diminimalkan.(*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Basarnas Bone Bekali Ilmu Kebencanaan Anggota RAPI Wilayah 05 Bone

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Guna memberikan keterampilan serta pengetahuan kepada seluruh anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 05 Kabupaten Bone yang berkaitan...

OSIS-MPK SMP Islam Athirah 1 Gelar Webinar Student Exchange

FAJARPENDIDIKAN.co.id - OSIS-MPK Covtharka SMP Islam Athirah 1 Makassar menggelar webinar dengan tema “Study Hard to Explore the World.” Kamis (9/7/2020). Lebih...

Tes Kepribadian: Pilih Satu Pola untuk Mengetahui Cara Kerja Pikiranmu

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Namun, sebagian orang belum mengetahui bagaimana cara mereka berpikir. Situs web themindsjournal.com membagikan tes kepribadian dengan cara memilih satu dari delapan pola.

Pj. Walikota Makassar : Komplek TNI AL Lantamal VI Patut Menjadi Contoh Penerapan Manajemen Protokol Kesehatan Covid-19

Makassar, FAJARPENDIDIKAN. co.id - Komplek TNI AL Lantamal VI patut menjadi contoh untuk penerapan manajemen protokol kesehatan Covid-19, hal ini diungkapkan Pj...

Motivasi dan Tingkatkan Semangat Belajar, Ini Kata-kata Mutiara Tentang Pendidikan Buatmu

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Dengan memiliki ilmu kita dapat menggenggam dunia, dan mengejar mimpi besar yang kita punya. Sehingga akan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat...

REKOMENDASI