Saturday, July 4, 2020

Unibos Siap Berlaga di Ajang NUDC 2018

Mahasiswa Unibos dengan kesiapannya dalam menghadapi NUDC 2018 (FOTO:Ist.)

 

 

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos), Dedy Mustari (Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Kimia) dan Abinra Patintingan (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Hubungan Internasional) akan mengikuti ajang National University Debating Championship (NUDC) 2018 ke tingkat Nasional mewakili Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

Dalam menghadapi perlombaan tersebut, kini mahasiswa Unibos mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang debat mahasiswa se-Indonesia yang akan diselenggarakan pada Agustus 15-20 Agustus 2018 mendatang.

Persiapan yang dilakukan dengan latihan rutin ini dikoordinir Andriano Panca Sumule yang juga telah menjadi juri diberbagai ajang debat Bahasa Inggris.

“Perbanyak referensi bacaan dan gunakan strategi khusus untuk setiap pembicara”, tutur Andriano saat memberikan pelatihan menghadapi ajang debat ini ke mahasiswa Unibos, Rabu (18/7/2018).

Sementara itu, mahasiswa Unibos Dedy Mustari menuturkan persiapan saat ini sudah lebih baik dari persiapan ajang-ajang sebelumnya.

“Untuk persiapan mengahadapi ajang kali ini saya kira tim dari Unibos lebih siap lagi karena sudah memahami beberapa trik yang sebelumnya memang belum kami dapatkan. Termasuk bagaimana menghadapi lawan bicara, mempersiapkan argumen, dan komponen debat lainnya,” katanya.

“Saya berharap persiapan yang dilakukan selama kurang lebih dua bulan ini tidak sia-sia dan bersama tim debat lainnya yang mewakili Kopertis Wilayah IX Sulawesi dapat memenangkan ajang ini dan memberi kebanggaan bagi kampus dan daerah yang diwakili,” tambahnya.

Ajang debat yang akan berlangsung pada tanggal di Malang ini diwakili oleh delapan perguruan tinggi se-Kopertis Wilayah IX.

Termasuk tim Unibos, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Parahyangan Pare-Pare, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Universitas Haluoleo, dan Universitas Negeri Makassar.

Reporter: Ahadri

 

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Personel Polres Bone Naik Pangkat, Kapolres: Bersyukurlah kepada Allah

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel Polres Bone & Yon C Brimob Bone berlansung di Lapangan Tennis Polres Bone, Jum'at...

Lanal Kendari Restorasi Situs Bersejarah Perang Dunia II Di Teluk Kendari

Kendari, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari yang merupakan salah satu jajaran Lanal dibawah Koarmada II Lantamal VI kembali membuat gebrakan...

Doa Bersama Dan Syukuran HUT ke-60 Lantamal VI Berlangsung Sederhana

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Acara doa bersama dan syukuran dalam rangka HUT ke-60 Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI), berlangsung sederhana yang...

Hadapi New Normal, Yon C Pelopor Gelar Senam Bersama Tangguh

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Setelah sekian lama tidak menggelar senam bersama di Mako Batalyon C Pelopor akibat pandemi Covid 19. Pada hari Jumat(03/07/20)...

Dongkelor Kisah Kerja Sama Bersama Kak Heru, Kak Sri dan Momo

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sobat Perpustakaan, Sabtu besok (04/07) Dongkelor untuk episode 10 akan berkisah tentang pentingnya kita bekerjasama bukan kerja sendiri-sendiri, apalagi...

REKOMENDASI