Sabtu, Januari 23, 2021

289 Pelajar di Papua Positif Corona Setelah Mengikuti KBM Tatap Muka

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebanyak 289 pelajar yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Papua terkonfirmasi positif covid-19.

Hal itu terjadi setelah sekolah di sejumlah wilayah tersebut menggelar kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka.

Hal tersebut disampaikan juru bicara satuan tugas penangan covid-19 Papua Silwanus Sumule saat memberikan keterangan pers secara virtual dari jayapura pada tanggal 11 Agustus.

Silwanus mengatakan, kasus tersebut menjadi alasan bagi pengambil kebijakan di 19 kabupaten dan kota tersebut untuk memastikan dengan tepat apakah sekolah dapat ditutup kembali. Sehingga kegiatan kembali dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh.

“Puji Tuhan rata-rata berada pada sakit ringan dan sedang,” terang Silwanus dalam keterangan pers virtualnya.

Ia menyebutkan pembukaan proses belajar dan mengajar secara tatap muka harus dilakukan secara bertahap. Serta harus dipastikan semua protokol kesehatan telah dilaksanakan dengan baik.

“Termasuk yang menyangkut ketersediaan air, ketersediaan masker dan proseder operasional standar lainnya,” jelasnya.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Papua untuk menjalin komunikasi yang baik antara pihak sekolah, orang tua dan komite sekolah sehingga dapat diputuskan secara tepat atas metode pembelajaran yang akan digunakan selama pandemi covid 19.

Terlepas dari itu, seperti yang diketahui, izin pembukaan sekolah di zona kuning dan hijau corona berdasarkan keputusan atau SKB empat menteri yakni Menkes, Menag, Mendikbud, dan Satgas Covid-19.

Sementara yang berwenang memutuskan sekolah untuk buka adalah pemerintah daerah. Untuk tingkat SD-SMP, keputusan di tangan pemerintah kabupaten maupun kota.

Sementara SMA keputusan di tingkat pemerintah provinsi. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Usai Dilantik, Ketua OPDIS SD Islam Athirah 2 Makassar Ucapkan Terima Kasih

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - SD Islam Athirah 2 Makassar menggelar pelantikan Organisasi Peserta Didik Intra Sekolah (OPDIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK)...

SMAN 3 Wajo Raih Segudang Prestasi di Masa Pandemi Covid-19

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Menggantung asa dan pantang menyerah demi prestasi adalah keniscayaan. Inilah sebuah kalimat yang patut diberikan kepada segenap civitas akademi SMA...

Peduli, SMAN 15 Bone Galang Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

Bone, FAJARPRNDIDIKAN.co.id- Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang dilanda bencana, SMAN 15 Bone menggalang bantuan untuk korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Bantuan...

Bangga, Mahasiswa FKM Unhas Raih Juara I Lomba Esai Nasional di STIKES Samarinda

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM  Unhas), Muh. Agung S dan A. Muh. Faudzul Adziim meraih Juara 1 Lomba...

Bangsa dalam Lingkaran Bencana

(Memahami Musibah dari sudut Agama dan Sains)Oleh: Barsihannor (Dosen UIN Alauddin Makassar) FAJARPENDIDIKAN.co.id - Indonesia meratap; Kalsel menangis, Sulbar...

REKOMENDASI