5 Fakta Menarik Ikan Belanak, Ikan Laut Purba yang Sering Melompat dari Air

Ikan belanak merupakan ikan laut populer yang sudah hidup sejak jutaan tahun lalu. Simak fakta menarik ikan belanak, mulai dari kebiasaannya melompat hingga kandungan gizinya.

Bagi pencinta ikan laut, ikan belanak tentu bukan jenis yang asing. Ikan ini dikenal memiliki tubuh memanjang dengan ukuran sedang dan sering ditemukan di perairan dangkal, muara, hingga kawasan pesisir.

Menariknya, istilah ikan belanak sebenarnya tidak merujuk pada satu spesies tertentu. Sebutan tersebut digunakan untuk berbagai jenis ikan yang berasal dari famili Mugilidae. Di Indonesia, ikan belanak cukup populer sebagai ikan konsumsi karena rasanya lezat dan kandungan gizinya yang melimpah.

Selain dikenal sebagai ikan konsumsi, ikan belanak juga memiliki banyak fakta unik. Salah satunya adalah kebiasaannya melompat keluar dari air. Bahkan, ikan ini ternyata sudah hidup sejak puluhan juta tahun lalu.

ADVERTISEMENT

1. Sudah Hidup Sejak Periode Oligosen

Ikan belanak termasuk salah satu jenis ikan kuno yang telah hidup sejak periode Oligosen, sekitar 34 hingga 23 juta tahun lalu. Artinya, ikan ini sudah ada jauh sebelum manusia muncul di bumi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Comptes Rendus Palevol menyebutkan bahwa fosil ikan belanak tertua berasal dari spesies Mugil princeps yang ditemukan di Aix-en-Provence, Prancis.

Selain itu, penelitian pada tahun 2020 juga mengungkap bahwa genus Mugil telah berevolusi secara mandiri sejak sekitar 30 juta tahun lalu. Beberapa spesies modern seperti Mugil cephalus, Mugil curema, dan Mugil rubrioculus bahkan diperkirakan sudah hidup sejak 10 hingga 5 juta tahun yang lalu.

ADVERTISEMENT

2. Menjadi Ikan Konsumsi Populer di Banyak Negara

Ikan belanak merupakan salah satu ikan konsumsi yang cukup populer di berbagai wilayah dunia, mulai dari kawasan Mediterania, Eropa, Afrika, hingga Asia, termasuk Indonesia.

Baca Juga:  7 Hewan Paling Mematikan di Benua Amerika yang Harus Diwaspadai

Di Indonesia, ikan belanak sering diolah menjadi berbagai hidangan seperti ikan goreng, ikan bakar, pepes ikan, hingga semur ikan. Selain rasanya yang lezat, ikan belanak juga kaya akan nutrisi penting bagi tubuh.

Dalam 100 gram ikan belanak terdapat sekitar 117 kalori, 19,4 gram protein, 3,79 gram lemak, 221 miligram fosfor, 41 miligram kalsium, hingga 0,52 miligram zinc. Ikan ini juga mengandung omega-3, selenium, vitamin B3, dan vitamin B6 yang baik untuk kesehatan tubuh.

ADVERTISEMENT

Kandungan gizinya dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan otot sekaligus mendukung fungsi tiroid agar tetap optimal.

3. Memiliki Kebiasaan Melompat Keluar dari Air

Salah satu perilaku unik ikan belanak adalah kebiasaannya melompat keluar dari air. Fenomena ini cukup sering terlihat di perairan dangkal maupun muara.

Menurut penelitian dalam jurnal Environmental Biology of Fishes, ikan belanak memiliki dua jenis lompatan, yaitu lompatan tinggi secara vertikal untuk menghindari predator dan lompatan rendah di permukaan air.

Hingga kini, ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami fungsi dari lompatan rendah tersebut. Namun, salah satu teori menyebutkan bahwa ikan belanak melompat untuk mengambil oksigen langsung dari udara.

4. Terdiri dari Puluhan Spesies

Famili Mugilidae ternyata memiliki jumlah spesies yang cukup banyak. Berdasarkan data dari iNaturalist, ikan belanak terbagi menjadi sekitar 78 spesies dan 26 genus.

Baca Juga:  8 Tanaman yang Disukai Ular dan Sebaiknya Tidak Ditanam Dekat Rumah

Beberapa genus ikan belanak yang dikenal antara lain Mugil, Chelon, Myxus, Paramugil, Joturus, Dajaus, dan Neochelon. Sementara itu, beberapa spesies populer meliputi Chelon auratus, Chelon labrosus, Mugil liza, Mugil hospes, Chelon ramada, dan Dajaus monticola.

Keanekaragaman spesies ini membuat ikan belanak mampu hidup di berbagai habitat perairan di seluruh dunia.

5. Termasuk Ikan Pemakan Tumbuhan

Berbeda dengan banyak ikan laut lainnya, sebagian besar ikan belanak merupakan herbivora atau pemakan tumbuhan.

Makanan utama ikan belanak meliputi alga, diatom, dan detritus atau sisa organisme. Ikan ini biasanya mencari makan secara berkelompok di berbagai area seperti dasar laut, kawasan karang, hingga permukaan air.

Menariknya, ikan belanak memiliki organ khusus berupa ampela atau gizzard yang membantu menghancurkan makanan keras dari tumbuhan. Kemampuan ini membuatnya dapat bertahan hidup dengan pola makan yang sangat fleksibel.

Penutup

Ikan belanak bukan hanya terkenal sebagai ikan konsumsi yang lezat, tetapi juga memiliki sejarah evolusi yang sangat panjang. Kemampuannya bertahan hidup sejak jutaan tahun lalu menunjukkan bahwa ikan ini memiliki daya adaptasi luar biasa terhadap perubahan lingkungan.

Mulai dari kebiasaannya melompat keluar air hingga pola makan herbivora yang unik, ikan belanak menjadi salah satu spesies laut yang menarik untuk dipelajari lebih jauh.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU