Burung perkutut merupakan salah satu jenis burung yang cukup populer di Indonesia. Burung dari genus Geopelia ini dikenal memiliki suara merdu dan penampilan yang sederhana dengan warna bulu cenderung abu-abu atau cokelat pudar.
Di alam liar, burung perkutut biasanya hidup di semak-semak, hutan terbuka, hingga padang rumput. Namun, burung ini juga sering terlihat di area pemukiman manusia karena kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Selain menjadi burung liar, perkutut juga termasuk salah satu burung peliharaan favorit di berbagai daerah. Berikut beberapa fakta unik tentang burung perkutut yang menarik untuk diketahui.
1. Berkerabat Dekat dengan Burung Merpati
Burung perkutut memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan burung merpati. Keduanya sama-sama berasal dari famili Columbidae.
Meski berada dalam famili yang sama, burung perkutut dan merpati masuk ke subfamili yang berbeda. Burung perkutut tergolong dalam subfamili Raphinae, sedangkan merpati berada di subfamili Columbinae.
Karena hubungan tersebut, keduanya memiliki banyak kemiripan, mulai dari bentuk tubuh, cara berjalan, hingga pola perilaku sehari-hari.
2. Memiliki Ukuran Tubuh yang Tidak Terlalu Besar
Burung perkutut termasuk burung berukuran sedang dengan panjang tubuh rata-rata sekitar 20 hingga 30 sentimeter.
Beberapa spesies memiliki ukuran yang berbeda-beda. Perkutut Papua (Geopelia placida) memiliki panjang sekitar 19 hingga 21 sentimeter, sedangkan perkutut Jawa (Geopelia striata) berkisar antara 20 hingga 23 sentimeter.
Sementara itu, perkutut Australia (Geopelia humeralis) menjadi salah satu spesies terbesar dengan panjang tubuh mencapai 26 hingga 30 sentimeter.
Meski ukurannya berbeda, sebagian besar burung perkutut memiliki ciri fisik yang serupa, seperti paruh kecil, kaki pendek, serta warna bulu yang cenderung cokelat, abu-abu, atau jingga pucat.
3. Memiliki Suara yang Sangat Khas
Salah satu ciri paling terkenal dari burung perkutut adalah suara kicauannya yang unik. Burung ini biasanya mengeluarkan suara lembut berbunyi “coo” dengan nada berulang dan ritme yang tenang.
Kadang-kadang, suara tersebut bisa terdengar lebih cepat atau memanjang tergantung kondisi tertentu. Saat merasa terancam, burung perkutut juga mampu mengeluarkan suara keras sebagai tanda bahaya bagi kelompoknya.
Burung jantan biasanya akan berkicau lebih keras dan berat ketika ingin menarik perhatian betina. Karena suara khasnya, burung perkutut sering dijadikan burung peliharaan untuk dinikmati kicauannya.
4. Mampu Hidup Berdampingan dengan Manusia
Burung perkutut memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap lingkungan manusia. Penyebarannya cukup luas dan mencakup berbagai wilayah di Asia seperti Indonesia, Thailand, India, dan Singapura.
Selain di Asia, burung ini juga ditemukan di Australia hingga Hawaii. Habitat aslinya meliputi hutan terbuka, semak-semak, area berkayu, hingga padang rumput.
Meski begitu, burung perkutut sering terlihat hidup di taman, kebun, dan kawasan pemukiman. Sifatnya yang tidak terlalu takut terhadap manusia membuat burung ini mudah beradaptasi di lingkungan perkotaan maupun pedesaan.
5. Hidup Secara Berkelompok
Burung perkutut termasuk hewan sosial yang sering hidup berkelompok. Dalam kesehariannya, mereka biasanya mencari makan bersama dalam kelompok kecil atau berpasangan.
Ketika menemukan sumber makanan yang melimpah, kelompok burung perkutut bisa menjadi jauh lebih besar. Meski hidup bersama, kelompok mereka tidak memiliki struktur kepemimpinan tertentu.
Kelompok tersebut terbentuk secara alami karena adanya interaksi sosial dan kebutuhan mencari makanan di lokasi yang sama.
***
Burung perkutut bukan hanya dikenal karena suara khasnya, tetapi juga karena kemampuannya hidup berdampingan dengan manusia. Sifatnya yang tenang dan mudah beradaptasi membuat burung ini menjadi salah satu jenis unggas yang populer dipelihara.
Mulai dari hubungan dekatnya dengan merpati hingga kebiasaannya hidup berkelompok, burung perkutut menunjukkan bahwa hewan kecil pun memiliki perilaku sosial dan kemampuan bertahan hidup yang menarik untuk dipelajari.
