Senin, Desember 6, 2021

Ahli Hitung Sisa Umur Matahari, Bakal Menelan Bumi Jelang Mati

Saat ini ahli menyebut usia Matahari 4,6 miliar tahun dan memperkirakan akan mati dalam waktu sekitar 10 miliar tahun lagi. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Monthly Notices of The Royal Astronomical Society, sebuah tim astronom menghitung bagaimana intensitas Matahari berevolusi selama 5 miliar tahun ke depan dan kehabisan energi hidrogen.

Ahli menyebut saat ini Matahari masih dalam siklus stabil. Dalam waktu sekitar 5 miliar tahun, Matahari akan berubah menjadi raksasa merah. Inti bintang akan menyusut, tetapi lapisan luarnya akan meluas ke orbit Mars dan menelan Bumi dalam prosesnya.

“Kita tahu bahwa angin matahari di masa lalu mengikis atmosfer Mars, yang tidak seperti Bumi, tidak memiliki magnetosfer skala besar,” kata tim penulis studi Aline Vidotto, astrofisikawan di Trinity College Dublin, Irlandia, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Live Science.

“Apa yang tidak kami duga adalah bahwa angin Matahari di masa depan dapat merusak bahkan planet-planet yang dilindungi medan magnet,” sambungnya

Matahari pada akhirnya akan kehabisan hidrogen. Para astronom memprediksi bila hidrogen habis maka Matahari akan menjadi nebula atau letupan gas dan debu cahaya yang mengisi ruang angkasa. Nebula merupakan sisa-sisa bintang yang telah mati.

Tanpa hidrogen, inti Matahari akan mulai ‘berkontraksi’, sementara gaya gravitasi mulai mengambil alih inti Matahari. Akhirnya, bintang itu hanya akan menjadi raksasa merah besar dan mati. Matahari akan mati perlahan menjadi katai putih.

Dikutip dari Space, untuk menghindari itu Matahari butuh tumbuh dua kali dari sekarang. Jika itu terjadi Matahari berhasil bertahan dari transformasi dahsyatnya dan planet Bumi akan terselamatkan untuk umur 5 miliar tahun ke depan.

Selain menjadi pengingat kehidupan di Bumi akan kiamat, penelitian ini berimplikasi pada pencarian kehidupan di luar bumi. Beberapa astronom berpikir dari punahnya Matahari justru akan menimbulkan kehidupan baru di planet-planet sekitar Matahari seperti Merkurius, Venus, Mars dan Bumi sekali pun.

Ini menandakan sangat tidak mungkin bahwa kehidupan di planet dapat bertahan dari kematian Matahari.

- Advertisement -

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- Advertisment -

TERKINI