Friday, August 14, 2020

Aksi Kolaborasi Gabungan Komunitas untuk Pendidikan

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kesenjangan pemerataan pendidikan di Indonesia khususnya daerah pelosok negeri menjadi salah satu alasan utama kegiatan aksi kolaborasi yang dilakukan oleh gabungan komunitas antara lain Aktivis Sosial Indonesia, CSR UNHAS, Taekwondo Teknik Unhas, IPPM UNHAS, dan Exit Makassar.

Kegiatan yang berlokasi di Kampung Bung, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasate’ne Kabupaten pangkep ini para relawan memberikan edukasi kepada pelajar di sana mulai jenjang Paud, SD, dan SMP serta tenaga pendidiknya.

Selain itu, diadakannya tudang sipulung sebagai wadah untuk mendengar aspirasi dari masyarakat yang nantinya akan di follow up ke pemerintah setempat.

Zulfikar Hadikusuma yang merupakan salah satu relawan sekaligus ketua taekwondo teknik unhas mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kali keduanya dilaksanakan di tempat itu.

Pemilihan lokasinya didasarkan atas kalisifikasi daerah yang sulit diakses walaupun berjarak dekat dengan hiruk pikuk perkotaan dan industri pertambangan di sekitar kabupaten pangkep, termasuk salah satu BUMN di sana.

“Akses ke kampung ini sangatlah tidak memadai, dikarenakan untuk sampai di pusat kampung dibutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan dengan berjalan kaki dan 1 jam dengan menggunakan motor sport,” ujar Zulfikar

Ini merupakan salah satu kondisi dan kenyataan pahit yang harus dirasakan para masyarakat, pelajar dan tenaga pendidik yang kesehariannya harus bersusah payah untuk sampai di kampong bung ini. Tercatat pelajar disana sekitaran 80 siswa yang merupakan puta/i penduduk sekitar.

“Dengan kondisi seperti itu kami dari relawan dan tim kolaborasi merasa berkewajiban hadir di tengah adik kami di sana dan masyarakatnya untuk membantu mereka dan memberikan bantuan yang kami bisa berikan,” ungkap mahasiswa teknik industri Unhas itu. (FP/Rls)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Wadan Lantamal VI Bersama Forkopimda Sulsel Ikuti Rakorsus Tingkat Menteri Melalui Vidcon

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Komandan (Wadan) Lantamal VI Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H., M.M., bersama Forkopimda Sulsel mengikuti Rapat Koordinasi...

Jalin Silaturahmi, STIE Nobel Indonesia Jajaki Potensi Kerjasama dengan HIPMI Sulsel

FAJARPENDIDIKAN.co.id - STIE Nobel Indonesia melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus DPD HIPMI Sulsel yang dihadiri langsung oleh ketua dua lembaga tersebut, Dr...

Rasa dan Wanginya Beda-beda, Ini nih Jenis Beras Putih Lokal Favorit Orang Indonesia

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Nasi adalah makanan pokoknya orang Indonesia. Nggak heran kalau ada ungkapan, ‘Belum makan namanya kalau belum makan nasi’. Saking vital...

150 Wartawan Dites Swab-PCR di Gedung Dewan Pers

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pelaksanaan tes Swab-PCR (Polymerase Chain Reaction)yang diselenggarakan Dewan Pers bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu, 12 Agustus...

Belanja Puas, Ini Tips Atur Keuanganmu

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Belanja saat pandemik begini memang bisa bikin penat dan stres hilang. Apalagi buat kamu si shopaholic, rasanya rutinitas belanja jadi kewajiban...

REKOMENDASI