Kamis, Juni 24, 2021

Tingkatkan Budaya Sulawesi, GenBI Komisariat UNM Adakan Kajian Bedah Buku Rutin Bertajuk Siri’

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar bedah buku rutin yang bertajuk “Siri’”. Kegiatan ini dilakukan melalui aplikasi zoom, Senin (26/10).

Kegiatan bedah buku ini merupakan salah satu program kerja yang dilakukan rutin setiap bulan. Tujuannya untuk meningkatkan budaya literasi dan mengenalkan budaya yang ada di Sulawesi. Buku yang dibedah kali ini merupakan filosofi suku Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar.

Dalam kegiatan kali ini GenBI komisariat UNM menghadirkan anggota deputi Pendidikan GenBI UNM Muh Nur Alim Basri dan Mahasiswa Sosiologi S2 Jupri sebagai pembedah buku “Siri”.

Alim mengemukakan bahwa buku siri’ merupakan buku filosofi yang benar-benar memaknai budaya siri’ yang sesunggunhnya yang ada di Sulawesi.

“Sebesar apa rasa siri’ kita kepada pencipta, sebesar itu juga siri’ kita untuk melakukan hal-hal yang tidak dianjurkan baik budaya dan agama kita,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Bedah Buku yang kerap disapa Lulu juga mengungkapkan, kegiatan ini sebagai upaya dalam mendukung gerakan literasi dan juga penghormatan budaya.

“Belum lama ini kita telah merayakan ulang tahun Sulawesi Selatan, demi tergeraknya kebiasaan berliterasi dengan menjungjung budaya Sulawesi kita sendiri makanya buku yang kali ini kita angkat adalah buku siri’ yang dimana didalam buku ini menggambarkan filosofi terkait suku Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar”, jelasnya.

Sri Devianti salah satu peserta bertanya bagaimana fitrah pernikahan yang perempuannya sudah tidak suci lagi, atau Riska yang bertanya apakah siri, adalah budaya atau tradisi, dan masih banyak pertanyaan yang penuh semangat lainnya.

Jupri mengungkapkan dalam budaya Makassar siri’ sangat fundamental, ada yg mengatakan jika kamu tidak memiliki siri maka untuk apa kamu hidup lagi.

“Ada hal yang fundamental yang biasa diberi nama “SULAPA’ APPA” yang dalam bahasa Makassar empat persegi. Siri’ ketika dia digambarkan, dia ada diposisi tengah, di luarnya itumi ada lempu atau tau lampusu, getting atau tojeng, acca atau carade, semuanya punya pembeda di setiap sisinya, kita kekurangan di acca atau carade, kalau dianalogikan sebagai sesuai system, ketika antara salah satu tidak berfungsi akan mengganggu jalannya system karena mereka berhubungan satu dengan yang lainnya,” tegas Jupri. (*)

.

Jelang Hari Bhayangkara ke-75, Kapolres Bone Prakarsai Renovasi Makam Raja

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Makam merupakan jejak kehadiran seseorang dimasa lampau, termasuk makam Raja yang layak dikenang atas jasa dan perjuangan mempertahankan eksitensi suatu wilayah kekuasaannya. Jelang...

Kecelakaan Tunggal Mobil Menabrak Pohon, Korban Dilarikan di RS Terdekat

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kecelakaan tunggal mobill avanza warna hitam menabrak pohon hingga terjatuh ke sisi kanan jalan dan akibat kejadian itu membuat warga berkerumun, sementara...

Kodim 1405 Parepare Jalankan Bina Fisik dan Kebugaran di Tengah Aktivitas Padat

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- KODIM 1405/PAREPARE menjaga fisik tetap prima, Prajurit Kodim 1405/Parepare melaksanakan pembinaan fisik di tengah aktivitas bertempat di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kelurahan...

Terungkap! Fakta Kasus Mayat Terbakar di Maros, Ternyata korban Pembunuhan dan Pelakunya 9 Orang

Maros, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar Press Konference terkait pengungkapan kasus penemuan mayat terbakar di Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo kec. Mallawa,...

Bupati Barru Serahkan Dua Ranperda ke DPRD

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Bupati Barru Suardi Saleh menyerahkan dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada DPRD Barru dalam rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD...

Polsek Tempe Bersama Disperindakop dan UMK Kab. Wajo Melakukan Pemantauan Di Pasar Mini Tokampu

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Polsek Tempe bersama Disperindakop dan UMK Kab.Wajo melakukan pemantauan dan Koordinasi di Pasar Mini tokampu, Kel. Siengkang Kec. Tempe Kab.Wajo,...

.

.

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

.

UINAM Gelar PKTI Sesuai Keilmuan Jurnalistik

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Universitas Alauddin Makassar (UINAM) gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) bertajuk “Menulis Kritis dan Ilmiah” dalam keilmuan jurnalistik yang dilaksanakan di Gedung...

UNM Lakukan Penandatangan Kontrak Pembangunan Gedung Kampus V Parepare

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penandatanganan kontrak pembangunan Gedung Kampus V Parepare dengan PT Bumi Permata Kendari. PT Bumi Permata Kendari merupakan perusahaan...

Tim Pulau DPK Sulsel Lakukan Pembinaan Perpustakaan di Barrang Lompo

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Persoalan perpustakaan yang berkaitan dengan koleksi, serta sarana dan prasarana, merupakan beberapa masalah yang ditemukan Tim PULAu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK)...

Cegah Devisit Guru Besar, UIN Alauddin Gelar FGD Akselerasi Guru Besar

FAJARPENDIDIKAN.co.id - UIN Alauddin Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Guru Besar, Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk luring dan daring. Untuk luring, dilaksanakan di Ruang...

Prodi HI UINAM Gelar Webinar Gaet Kemenkopolhukam, Ciptakan SDM Unggul

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Program Studi Hubungan Internasional (HI) UIN Alauddin Makassar (UINAM)bersama Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) menggelar Webinar dan Kuliah Tamu, berlangsung...

.