Alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kabupaten Barru sekaligus Ketua PAC GP Ansor Tanete Riaja, Mirsal, mengingatkan seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Barru agar tidak menolak kedatangan tim karateker yang merupakan bagian dari mekanisme organisasi.
Menurut Mirsal, keberadaan tim karateker harus dipandang sebagai langkah organisatoris untuk menjaga stabilitas dan memastikan proses Konferensi Cabang (Konfercab) berjalan secara tertib, demokratis, dan sesuai aturan yang berlaku di lingkungan NU.
“Sebagai kader NU dan alumni PKPNU, kita harus menghormati seluruh mekanisme organisasi. Tidak boleh ada penolakan terhadap kedatangan tim karateker karena itu bagian dari keputusan organisasi yang harus dihargai bersama,” ujarnya, Senin (12/5/2026).
Ia menegaskan bahwa NU merupakan organisasi besar yang memiliki aturan dan tradisi musyawarah yang harus dijaga oleh seluruh kader. Karena itu, setiap dinamika internal sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme organisasi, bukan dengan sikap penolakan yang berpotensi memperkeruh suasana.
Mirsal juga berharap seluruh Banom, pengurus, dan kader NU di Kabupaten Barru dapat menjaga kondusivitas menjelang pelaksanaan Konfercab. Menurutnya, momentum konferensi harus dijadikan ruang konsolidasi dan persatuan demi kemajuan organisasi ke depan.
“Yang paling penting sekarang adalah menjaga marwah NU dan persatuan kader. Jangan sampai perbedaan pandangan membuat organisasi terpecah,” tambahnya.
Ia turut mengajak seluruh kader muda NU untuk tetap mengedepankan adab organisasi, menghormati keputusan struktural, serta menjaga semangat ukhuwah nahdliyah dalam menghadapi dinamika internal yang berkembang di Kabupaten Barru.
Multazam
