Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan melalui berbagai program strategis lintas sektor.
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah keberhasilan Pemerintah Kabupaten Barru memperoleh kuota pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat. Dari sekitar 100 kuota nasional yang tersedia pada 2025, Barru berhasil mengamankan satu di antaranya setelah melalui proses koordinasi intensif.
“Alhamdulillah, Barru mendapatkan anggaran sekitar Rp270 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Andi Ina.
Saat ini, pembangunan sekolah tersebut telah dimulai sejak November 2025 dan menunjukkan progres signifikan. Fasilitas pendidikan ini berlokasi di rest area Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tidak lagi mengalami putus sekolah.
Selain itu, Pemkab Barru juga mengakselerasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, sebanyak 14 dapur telah beroperasi dan tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga lokal.
Di sektor kelautan dan perikanan, Barru turut mendapatkan program Kampung Nelayan dengan dukungan anggaran sekitar Rp9 miliar dari pemerintah pusat. Program ini tengah dalam tahap pembangunan dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sementara itu, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Pada 2025, produksi padi Barru mencapai 139.484 ton gabah kering giling (GKG), meningkat 21,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 114.510 ton. Capaian ini melampaui target nasional sebesar 13,7 persen.
Peningkatan tersebut didorong oleh optimalisasi program tiga kali tanam yang berkontribusi pada perluasan luas tanam efektif di wilayah pertanian Barru.
Dari sisi ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga mencatat penurunan angka pengangguran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyerahan sekitar 2.000 SK PPPK paruh waktu kepada masyarakat yang memenuhi kriteria, serta penyerapan tenaga kerja melalui program MBG.
Meski demikian, Andi Ina mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi ke depan. Namun, ia optimistis dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan Barru dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik.
“Kami menyadari tantangan masih banyak. Namun dengan kerja sama semua pihak, Insyaallah Barru bisa terus maju, berkeadilan, dan sejahtera lebih cepat,” tutupnya.
