ADV A1

Ramang, Sang Legenda Timnas Indonesia Yang Mendunia

FAJAR Pendidikan

Kalau Berbicara tentang legenda sepak bola, pasti ingatan kita tidak jauh-jauh dengan nama Pele, Maradona, Cruyff hingga Martin Braithwhaite. Tetapi siapa sangka nama Ramang pesepak bola Indonesia yang mendunia.

Pria yang bernama lengkap Andi Ramang ini memang dikenal sebagai striker kelas atas Indonesia pada dekade 40-an hingga 60-an. Memiliki tendangan sangat keras, di berkahi kaki kanan dan kiri yang sama-sama hidup. Gemar melakukan tembakan salto, dan punya kecepatan di atas rata-rata, menjadikan Ramang sebagai pesepak bola nasional terbaik di eranya. Ia juga begitu terikat dengan PSM, sampai-sampai julukan klub sebagai pasukan Ramang terinspirasi dari namanya. Sebab, hampir seluruh karirnya ia habiskan bersama tim kebanggaan Kota Makassar.

Namun, yang paling fenomenal dari Ramang adalah certia manisnya bersaman timnas Indonesia. FIFA bahkan mengangkat kisah kehebatan Ramang ini secara khusus dalam situs resmi mereka dalam peringatan ke-25 tahun kematiannya pada 26 September 2012 silam.

Diberi judulu “Orang Indonesia Menginspirasi Puncak Sukses Tahun 1950-an (Indonesia Who Inspired ’50s Meridian)”, FIFA memusatkan kegemilangan Ramang ketika memperkuat Tim Merah Putih di Olimpiade Melbourne 1956. Ajang tersebut dinilai sebagai prestasi paling mentereng Timnas Indonesia di level Internasional setelah menajidi negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia 1938 dengan masih bernama Hindia-Belanda.

Partai yang paling berkesan saat Indonesia berhasil menahan imbang 0-0 tim kuat Uni Soviet di babak perempat final pada ajang Olimpiade 1956. Bek-bek Uni Soviet bertubuh raksasa langsung terbangun saat Ramang, penyerang lubang bertubuh kecil melewati dua pemain dan memaksa Yashin melakukan beberapa kali penyelamatan. Pada menit ke-84 pemain berusia 32 tahun itu hampir saja membuat Indonesia unggul, yang bakan menjadi puncak kejutan, andai saja tendangannya tidak di tahan oleh pria yang dikenal luas sebagai kiper terhebat dalam sejarah sepak bola.”Demikian tulis FIFA.

Ramang sendri menjelaskan, ia seharusnya bisa menjebol gawang Yashin dalam laga tersebut ,”ketika itu sudah hampir mencetak gol, tapi baju saya ditarik dari belakang oleh pemain lawan” tuturnya.

Setelah Uni Soviet tahu siapa sosok sesungguhnya nomor punggung 11 Timnas Indonesia, lantas mereka memberikan penjagaan di partai ulang. Pada akhirnya, Indonesia yang saat itu dilatih pelatih legendaris Antun Pogacnik terpaksa takluk 4-0 hingga gagal melaju ke semi final.

Ramang mencuat sebagai kurcaci paling menonjol yang membuat Uni Soviet kalang kabut dan bahkan hampir menjebol kiper Uni Soviet Yashin, yang kini dikenang sebagai kiper terhebat sepanjang masa.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI