Pemerhati perempuan dan anak Sulawesi Selatan, Emma Husain, meminta Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari agar memberi perhatian lebih pada isu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melalui penguatan program dan penganggaran dalam APBD 2026.
Menurut Emma, kehadiran Andi Ina sebagai perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Barru merupakan langkah positif dalam mendorong kebijakan yang lebih adil dari perspektif gender. Namun, ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Ia menekankan pentingnya program yang tepat sasaran dan menyentuh langsung masyarakat, khususnya kelompok perempuan prasejahtera, termasuk mereka yang menjadi kepala keluarga.
“APBD harus mampu mencerminkan keadilan gender. Isu perempuan, pelayanan publik, kekerasan terhadap perempuan, hingga anak-anak rentan bekerja harus menjadi perhatian nyata, tidak hanya bersifat simbolik,” ujarnya di Makassar, Rabu.
Emma juga menyoroti sejumlah persoalan lain seperti kemiskinan, akses kesehatan, serta pemenuhan hak pendidikan bagi perempuan dan anak. Meski Barru telah meraih penghargaan dalam penanganan stunting, menurutnya hal tersebut harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kinerja, bukan sekadar capaian semata.
Selain itu, ia mengangkat isu perkawinan anak yang dinilai masih menjadi tantangan sosial di masyarakat. Ia mendorong adanya program edukasi dan pencegahan yang berkelanjutan guna memutus rantai praktik tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyatakan keterbukaannya terhadap berbagai masukan demi kemajuan daerah. Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Terkait kondisi sosial, Andi Ina menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Barru berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sektor pendidikan, ia juga menyoroti keberhasilan Barru mendapatkan program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat yang ditujukan bagi anak-anak prasejahtera. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan dengan dukungan 14 dapur yang tersebar di wilayah Barru.
Dialog publik yang mengangkat tema satu tahun kepemimpinan Andi Ina tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, sebagai ruang diskusi untuk mengevaluasi capaian sekaligus tantangan pembangunan di Kabupaten Barru.
