Sunday, September 20, 2020

Di Era New Normal, Batalyon C Pelopor Tiba-tiba Serbu Pelabuhan Bajoe

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kini Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel mulai menggelar kembali latihan-latihan peningkatan kemampuan di luar Mako setelah Pemerintah resmi mengumunkan penerapan new normal atau tatanan kehidupan normal baru di tengah pandemi Covid 19 pada beberapa waktu yang lalu.

Adapun kegiatan latihan ini meliputi latihan kemampuan menembak dan ketangkasan renang taktis personel Batalyon C Pelopor yang dilaksanakan di pelabuhan penyeberangan Bajoe, Senin (07/07/2020).

Lokasi ini dipilih sebagai tempat latihan para Personel Brimob Yon C Pelopor karena pada lokasi ini menyajikan situasi yang sama persis dengan tempat yang ada di medan tugas.

Pada pelaksanaan kegiatan latihan ini, seluruh Personel Yon C Pelopor juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dengan cara tetap menjaga jarak aman diri atau psychal distancing selama pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos. mengatakan, demi mengasah kemampuan Personel untuk menunjang keberhasilan tugas untuk mewujudkan Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, mereka selalu memilih lokasi latihan yang sangat mirip dengan keadaan di medan sebenarnya, sehingga personel tidak canggung atau terkejut ketika dihadapkan dengan medan yang sulit.

“Sengaja saya pilih latihan di Pelabuhan Bajoe karena di tempat tersebut beberapa kali terjadi kecelakaan laut, sehingga anggota tidak akan canggung dan ragu- ragu lagi seandainya menangani kecelakaan di laut,” ungkap Kompol Ichsan.

Selain itu Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis, P.S., S.I.K., M.Si mengatakan, salah satu kunci keberhasilan Satbrimob Polda Sulsel dalam mewujudkan Bhakti Brimob Untuk Masyarakat adalah dengan latihan yang tekun dan sungguh-sungguh, jadi pada setiap Personel Satbrimob Polda Sulsel sudah tertanam kemampuan dan keahlian yang mumpuni pada bidangnya.

Reporter: Enal

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Awali Kepengurusan, LD Al-‘Aafiyah FKM Unhas Gelar Daurah Pengurus

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas melaksanakan daurah pengurus pada hari sabtu, 19 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan melalui  zoom cloud...

Kapolres Barru Serukan Pilkada Damai 2020, Di Takkalasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru AKBP Welly Abdillah, menyerukan Pemilukada Damai, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai 2020 dan...

Danyonmarhanlan VI Hadiri Rakor Pemilu dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Pemkot Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Letnan Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H, M.T.r. Opsla menghadiri Rapat...

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

REKOMENDASI