Pemerintah Kabupaten Barru mencatat capaian positif dalam menekan angka kemiskinan meski dihadapkan pada tekanan defisit anggaran pada tahun 2025.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengungkapkan bahwa saat awal kepemimpinannya, kondisi keuangan daerah mengalami defisit sekitar Rp40 miliar. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjalankan program prioritas sesuai visi pembangunan bersama Wakil Bupati, yakni mewujudkan Barru yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan lebih cepat sejahtera.
Ia mengakui bahwa kondisi fiskal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan roda pemerintahan. Namun, dengan optimisme, Pemkab Barru memproyeksikan adanya penguatan anggaran melalui dana transfer pusat pada tahun 2026 yang diperkirakan mencapai Rp133 miliar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Barru pada Maret 2025 tercatat sebesar 8 persen, mengalami penurunan sekitar 0,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Andi Ina.
Selain capaian tersebut, pemerintah daerah juga berhasil menghadirkan sejumlah program strategis nasional di Barru, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
Untuk program Sekolah Rakyat, Barru berhasil memperoleh satu kuota dari total yang terbatas secara nasional. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, dengan alokasi anggaran pembangunan sekitar Rp270 miliar. Proses pembangunan telah dimulai sejak November 2025 dan kini menunjukkan perkembangan signifikan, berlokasi di Rest Area Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja.
Sementara itu, program MBG telah berjalan dengan dukungan 14 dapur yang tersebar di wilayah Barru. Selain membantu pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga membuka peluang kerja bagi warga lokal.
Di sektor kelautan, Barru juga mendapatkan program Kampung Nelayan dari pemerintah pusat dengan anggaran sekitar Rp9 miliar yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Sektor pertanian turut menunjukkan kinerja menggembirakan. Produksi padi pada 2025 mencapai 139.484 ton gabah kering giling, meningkat 21,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung luas lahan sawah sekitar 15.703 hektare serta program intensifikasi tanam dari pemerintah pusat.
Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran juga mengalami penurunan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyerahan sekitar 2.000 surat keputusan (SK) bagi tenaga PPPK paruh waktu kepada masyarakat yang memenuhi syarat.
Bupati Barru menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan langkah awal yang akan terus ditingkatkan ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan dan memastikan setiap kebijakan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Di Tengah Defisit Anggaran, Kemiskinan di Barru Justru Menurun di Era Bupati Andi Ina
