Ratusan Kilometer Jalan di Barru Rusak, Bupati Tekankan Keterbatasan Anggaran

Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Barru masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Bidang Bina Marga Dinas PUTR Perkim Barru tahun 2025–2026, total panjang jalan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 664 kilometer.

Dari jumlah tersebut, sepanjang 317 kilometer masuk kategori rusak berat, sementara sekitar 315 kilometer lainnya mengalami kerusakan ringan. Kerusakan ini tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Barru.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan merupakan tanggung jawab utama pemerintah daerah karena berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, alokasi anggaran untuk sektor infrastruktur memang menjadi kewajiban setiap tahun, terutama untuk ruas jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi tantangan utama dalam percepatan perbaikan.

Baca Juga:  TKA SDN Gotong-Gotong 1 Sukses Digelar, Berlangsung Tertib dan Lancar

Ia menjelaskan bahwa kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat dipengaruhi oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih terbatas, sementara kebutuhan pembangunan di berbagai sektor terus meningkat.

Bupati juga mengakui bahwa penanganan jalan dengan kerusakan ringan relatif lebih mudah karena membutuhkan anggaran lebih kecil. Sebaliknya, ruas jalan dengan kondisi rusak berat memerlukan biaya besar dan penanganan yang lebih kompleks.

ADVERTISEMENT

Selain itu, banyaknya titik kerusakan membuat perbaikan tidak bisa dilakukan secara serentak dalam waktu singkat. Karena itu, pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  SMP Negeri 1 Manuju Canangkan Duta Anti Perundungan 2026

Sementara itu, pihak Dinas PUTR Perkim Barru menyebutkan bahwa data kerusakan yang digunakan saat ini masih mengacu pada tahun 2025. Untuk tahun 2026, data terbaru masih dalam proses pemutakhiran, meskipun diperkirakan jumlah ruas jalan rusak akan berkurang seiring adanya perbaikan pada tahun sebelumnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi tantangan yang membutuhkan perencanaan matang serta dukungan anggaran yang memadai.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU