Wednesday, August 5, 2020

Dosen Unibos Bantu Budidaya Tambak Desa Tasiwalie

Enrekang, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk membantu pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam, Dosen Universitas Bosowa (Unibos) Dr Muhlis Ruslan, SE., M Si; Dr Ir Sri Mulyani, MM; Dr Zulkifli Makkawaru, SH MH; dan Ir Fauzy Lebang, M Si gelar pengembangan desa mitra di Desa Tasiwalie Kecamatan Suppa Kabupaten Enrekang, Selasa, 17 September 2019.

Kegiatan ini dilakukan dengan dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam peningkatan pendapatan, kemandirian dan kesejahteraan yang dilakukan melalui pengembangan usaha-usaha bersifat kreatif dan komersil.

Salah satu pengembangan tersebut dilaksanakan pada area tambak yang cukup luas memiliki prospek untuk dikembangkan namun petani tambak masih kesulitan dalam budidaya, baik telur maupun bibit ikan bandeng.

Ini disebabkan dari minimnya sarana dan prasarana pendukung dan pengetahuan petani tambak juga para petani yang belum memahami dan memanfaatkan secara maksimal nilai tambah ekonomi.

Hal tersebut dituturkan  Dr Muhlis Ruslan,SE., M Si selaku ketua tim pelaksana.

“Permasalahan pada aspek produksi hasil panen bibit ikan bandeng tidak kontiniu sebab saluran air belum optimal, sehingga pada bulan-bulan tertentu, misalnya bulan Juli- Oktober area tambak menjadi kering,” ungkap Muhlis

“Karena itu tim kami memberi gagasan dan rencana terkait perlunya perbaikan saluran air yang tersedia dan memadai agar produksi bibit ikan bandeng berkelanjutan,” tambahnya.

Pada aspek pemasaran, kata Muhlis, penjualan bibit ikan bandeng belum terlaksana sebagai akibat keterbatasan SDM, sehingga diperlukan gagasan terhadap kelompok tani untuk dilatih mengelola budidaya bibit ikan bandeng serta mengkomunikasikan penjualan bibit bandeng melalui brosur, pamflet, media online dan sebagainya.

“Hal ini penting diketahui masyarakat setempat sebab sarana dan prasarana dalam budidaya bibit ikan bandeng sangat menentukan kualitas,” bebernya. (FP/Rls)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Anggota Komisi E DPRD Sulsel Lakukan Kunjungan Kerja ke Perpustakaan Nasional RI

FAJARPENDIDIKAN.co.id - 17 orang Anggota Komisi E Bidang Kesra DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin Ketuanya Ir. H. Rusdin Tabi, M. BA melakukan...

Dorong Mahasiswa Lakukan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Minta Dukungan Rektor IAIN Bone

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Hj Jumriah lakukan audiensi rencana Workshop terkait sosialisasi pengawasan Pemilu dengan Rektor IAIN...

Persiapan Panen Raya dan Vicon Dengan Kasal, Wadan Lantamal VI Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Karuwisi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Makassar, Wakil Komandan (Wadan) Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H, M.M melaksanakan kunjungan ke lahan ketahanan pangan Karuwisi Lantamal...

Wisuda Purna Tugas Wujud Penghormatan Lanal Kendari Terhadap Jasa-Jasa Perwiranya Selama Berdinas Di TNI AL

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kendari, Selasa, (04/08/2020) Lanal Kendari mengadakan Upacara Wisuda Purna Tugas dan Acara Tradisi Pelepasan yang dikemas secara menarik dan mengharukan...

Irjen Pol Merdisyam Ditunjuk Jadi Kapolda Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Republik IndonesiaJenderal Idham Azis mutasi Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, digantikan Irjen Pol Merdisyam.Kapolri, Jenderal Idham Azis...

REKOMENDASI