Ferdy Sambo Masih Terus Lakukan Upaya Hukum

Meski keputusan bandingnya ditolak, Ferdy Sambo masih terus melakukan upaya hukum agar dirinya tetap berada di institusi Polri. Setelah keputusan bandingnya dikeluarkan, mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu melanjutkan upaya hukumnya dengan melayangkan gugatan ke PTUN.

Mabes Polri siap menghadapi gugatan Ferdy Sambo di PTUN. ”Polri siap menghadapi kemungkinan gugatan hasil putusan sidang etik banding yang menolak permohonan banding para pelanggar dengan sanksi pemecatan dari kepolisian, salah satunya Ferdy Sambo,” tutur Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo.

Yang pasti, menurut Irjen Dedi, hasil putusan sidang KKEP, banding yang menolak permohonan Ferdy Sambo, sudah final dan mengikat. Sesuai prosedur dan aturan yang berlaku dalam undang-undang. Karena itu, Dedi yakin, hasil sidang banding Komisi Kode Etik Polri tersebut minim celah untuk digugat.

BACA JUGA :   Gempa Cianjur, Pentingnya Warga Pendidikan Miliki Kemampuan Tanggap Bencana

Meski Ferdy Sambo masih menempuh jalur hukum ke PTUN, dapat diprediksi kasus pembunuhan Brigadir J bakal disidangkan dalam waktu dekat. Itu lantaran, Kejaksaan Agung sudah menyatakan berkas penyidikan kasus pembunuhan berencana tersebut, dan kasus obstruction of justice terkait perkaran Duren Tiga, dengan tersangka Ferdy Sambo dan beberapa orang lainnya, telah dinyatan lengkap atau P-21.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan kepada wartawan, itu merupakan wujud komitmen dari Polri, tim khusus, dan Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan berencana maupun Obstruction of Justice.

- Advertisement -

Menurut Dedi, saat ini, tim khusus Polri berkordinasi dengan Kejaksaan Agung, untuk proses administrasi P-21. Selanjutnya, masuk tahap penyerahan barang bukti dan tersangka.

BACA JUGA :   OASE KIM Bersama Ibu Negara Kuatkan Profil Pelajar Pancasila Jenjang PAUD

Pakar Hukum dari Universitas Trisaksi, Azmi Syahputra memprediksikan, perkara obstruction of justice akan lebih dulu disidangkan, ketimbang kasus kriminal yang menghilangkan nyawa Brigadir J.

Kenapa? Menurut Azmi, bila perkara menghalangi penyidikan tersebut didahulukan disidangkan, dapat diduga bertujuan agar Ferdy Sambo dapat sanksi pidana lebih dahulu. Sehingga kasus pidana pembunuhan, tidak dapat lagi dijatuhi hukuman pidana maksimal. Karena dikasus yang diajukan sebelumnya, sudah ada pemidanaan. Sehingga bisa saja nantinya FS terhindar dari pidana mati dan seumur hidup.

”Semestinya sudut pandang penyidik atau pun jaksa melihat perbuatan yang diduga dilakukan Ferdy Sambo, harus diartikan sebagai perilaku yang diarahkan hanya pada satu tujuan,” ucap Azmi. (ana)

Bagikan

BACA JUGA:

Kacabdin Wil III Bone-Sinjai Panen Ikan di SMAN 15 BONE

BONE - Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah III Bone-Sinjai, H Husain panen ikan di SMAN 15 Bone, Kamis (2/6/2022). Panen perdana ini dilakukan...

Penyanyi Legendaris Indonesia Bob Tutupoly Meninggal Dunia, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Penyanyi senior Bob Tutupoly (82) meninggal dunia pada Selasa (5/7/2022) dini hari. Bob Tutupoly adalah penyanyi legendaris Indonesia era 70 hingga 90 an. Berikut profil...

Kapolri Terbitkan Izin Liga 1 dan Liga 2 Dengan Prokes Ketat

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menerbitkan izin pertandingan sepak bola Liga 1 dan Liga 2 tahun 2021. Kendati begitu, kompetisi tersebut...

Indonesia – Singapura Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pendidikan

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, bersama Menteri Pendidikan Singapura, Chan Chun Sing, melakukan pertemuan bilateral di Gedung A, Kantor...

Daerah Ini yang Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kabar bahagia bagi kalian yang memiliki kendaraan bermotor, karena saat ini beberapa provinsi di Indonesia menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor. Dengan adanya kebijakan...

POPULER