Monday, May 25, 2020

Gandeng PPDI, BPBD Sosialisasi Desa Siaga Bencana

- Advertisement -


Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone menggelar sosialisasi desa siaga bencana peduli difabel (Daeng Siba) yang digelar di aula kantor kecamatan Libureng Kabupaten Bone, Kamis 2 Agustus 2018.

Kepala BPBD Kabupaten Bone, Bahar Kadir mengatakan dalam sosialisasi tersebut pihaknya menggandeng penyandang disabiltias dari PPDI Bone sebagai pembicara utama. Sementara tujuan kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat dalam siaga bencana, kata Bahar, Penyandang disabilitas adalah ‘kelompok rentan’ yang mendapatkan prioritas saat terjadinya bencana.

“Yang berbicara adalah penyandang disabilitas, tentu sudut pandangnya berbeda karena mereka mengalami secara langsung, dan sebagai kelompok rentan, mereka juga penting mengetahui terkait kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana,” kata Bahar Kadir.

Kata dia, kegiatan tersebut digelar lima hari berturut-turut di kecamatan Cina, Dua Boccoe, Awampone, Libureng dan Tanete Riattang Barat dengan sasaran penyandang disabilitas, keluarganya dan aparat pemerintahan setempat agar memahami program desa siaga bencana peduli difabel.

Camat Libureng Andi Rahmat Musyra mengatakan kegiatan tersebut sangat penting dilaksanakan di wilayahnya, kata dia penyandang disabilitas berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan non disabilitas tanpa diskriminasi.

“Untuk itu kami mengapresiasi kegiatan BPBD Bone disini, ini juga baru pertama kali dilakukan, harapan kami tentu ada tindak lanjut kegiatan ini agar tetap berkesinambungan,” tukas Rahmat ditemui di kantor camat Libureng.

Perwakilan Persatuan penyandang disabilitas Indonesia (PPDI) kabupaten Bone, Abdul Waris Hasrat mengatakan penyandang disabilitas di Indonesia telah dilindungi undang-undang dan peraturan daerah untuk pemenuhan hak-hak disabilitas, termasuk informasi kebencanaan tersebut.

“Setiap orang dalam setiap detik berpeluang menjadi penyandang disabilitas, untuk itu aturan dan perundang-undangan ini sebenarnya bukan hanya untuk melindungi penyandang disabilitas namun semua orang pada umumnya,” kata Waris Hasrat dalam rilis yang diterima FAJAR PENDIDIKAN.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

TERKINI

7 Warga Barru Terjangkit Coronan sudah Negatif di Swab Pertama

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Tujuh warga Barru yang positif corona, kini mulai membaik, Pasalnya hasil swab pertama semenjak menjalani masa isolasi di Makassar, kini...

Jangan Kaget Liat Seluruh Personel Lantamal VI Pakai Gelang Warna-warni, Ini Tujuannya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Personel dan keluarga Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Makassar sekarang ini telah memakai gelang warna-warni sebagai identifikasi...

Kapan Mulai Masuk Sekolah? Ini Penjelasan Mendikbud

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebelumnya, ramai diberitakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mengaktifkan kembali aktivitas di sekolah pada bulan Juni...

Toleransi Beragama Di Pos Covid-19 Rumdis TNI AL Lantamal VI Dewakang B1

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Toleransi dan Wujud kerukunan terkadang berawal dari hal-hal sederhana, dan mudah ditemui di sekitar kita. Salah satunya dicontohkan oleh...

REKOMENDASI