Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menambah daftar guru besar atau profesor. Rabu, 17 Juli 2019, berlangsung Rapat Senat Akademik Unhas dalam rangka pidato Penerimaan Jabatan Profesor yakni, Prof Dr Drs Bualkar Abdullah, M Eng., Sc dan Prof Dr Tasrief Surungan, M.Sc dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Berlangsung di Ruang Senat Unhas, Lt.2 Gedung Rektorat.

Dengan penerimaan ini, jumlah guru besar di Unhas kini menjadi 390 orang. Acara pidato penerimaan jabatan Guru Besar dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan jajaran pimpinan Universitas, Ketua Senat Akademik Unhas, Dewan Profesor, dan sejumlah pimpinan fakultas. Pada jajaran tamu undangan, turut hadir Rektor Universitas Negeri Makassar Prof Dr H Husain Syam, MT., Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang Ir Muhammad Ansar, M Si.,Ph D., dan ratusan tamu lainnya.

Baca Juga :   Pakar Kesehatan Gigi dari Amerika beri Kuliah Umum di Unhas

Dalam sambutannya, Rektor Unhas menyebutkan bahwa Unhas menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan jumlah Guru Besar terbanyak yang ada di Indonesia.

“Tentu ini kebanggan tersendiri bagi Unhas. Tapi juga jadi tantangan, karena dengan banyaknya guru besar, tentu seyogyanya akan banyak manfaat yang bisa dihadirkan di masyarakat,” ucap Prof Dwia.

Dalam pidatonya yang berjudul, “Pengembangan Bahan Penyerap Radiasi Gelombang Elektromagnetik Untuk Kemaslahatan Umat Manusia” Prof Dr Drs Bualkar Abdullah sebagai guru besar ke-389 menjelaskan bahwa Paparan Radiasi Gelombang Elektromagnetik dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan tetap berdasar pada konsep ALARA (as low as reasonably achievable) yakni pemanfaatan radiasi semaksimal mungkin dengan resiko seminimal mungkin.

“Dari radiasi gelombang elektromagnetik dapat dibuat dengan menggunakan bahan komposit yang memiliki koefisien dielektrik ( koefisien penyerapan) dan ketebalan yang biasa diatur sesuai kebutuhan dan bahan penyerap radiasi gelombang elektromagnetik,” paparnya.

Baca Juga :   Syukuran Gubernur Terpilih Sulawesi Selatan Bersama IKA Kehutanan Unhas

“Radiasi Elektromagnetik banyak manfaatnya, jika kita pasang ke Masjid, maka handphone yang ada dalam masjid bisa ternon-aktif sebab gelombang radiasinya diserap, jadi sholat lebih khusyu karena semua HP ternon-aktif,” tambahnya.

Sementara Prof Dr Tasrief Surungan, M.Sc dalam pidatonya yang berjudul, “Studi Perubahan Fase Orde II Untuk Pengembangan Fisika Teoretik dan Penemukenalan Materi Maju Teknologi Masa Depan” memaparkan, terkait kajian teori perubahan fase menggunakan konsep mekanika klasik dan kuantum serta fisika statistik dengan piranti utama metode komputasi.

Menurutnya, kajian ini penting bagi pengembangan material maju, dimana keberadaan dan sifat-sifat material diprediksi tumbuh di laboratorium.

Selain itu, ia menambahkan bahwa penjelasan teoretik hasil-hasil eksperimen sangat diperlukan agar eksperimen yang dilakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat, bukan trial and error. Kajian teoretik juga sangat penting bagi pengembangan teori baru dalam bidang terkait, seperti fisika partikel dan fisika komputasi.

Baca Juga :   Sastra Asia Barat Unhas Gelar Pelatihan Pengajaran Bahasa Arab Untuk Penutur Asing

“Saya ingin menggarisbawahi pentingnya strategi pembelajaran yang mengadopsi metode fisika teoretik yang memperhatikan secara seksama why-type question. Diharapkan mampu meningkatkan cara berfikir peserta didik sehingga lebih runtut dan analitik,” Guru Besar ke-390 Unhas itu.

Rapat Senat Akademik Penerimaan Jabatan Guru Besar itu berlangsung dalam suasana hikmat. (FP/*)