- Advertisement -

HIMAGRIN Bone Gelar Dialog Peluang-Tantangan Budidaya Perikanan

Himpunan mahasiswa agrobisnis perikanan (HIMAGRIN) STIP YAPI BONE mengelar bazar dirangkaikan dengan dialog di The Wiis Coffe, Jl Jenderal Sudirman, Watampone, Sabtu malam (21/1/2023).

Dialog ini membahas tentang “Peluang dan Tantangan Budidaya Perikanan Terhadap Isu Resesi Ekonomi”

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua Umum HIMAGRIN Nadia Regita Cahyani mengangkat tema tentang resesi, karena melihat perekonomian dunia diprediksi akan dihantam resesi tahun 2023.

Maka dari itu, selaku Ketum HIMAGRIN beserta anggota mengundang pembicara untuk membahas terkait solusi resesi tersebut tentunya di dibidang perikanan di depan para generasi muda.

“Pembicara Sabil adalah founder bukutastore dan ideaa co. Ia juga merupakan seorang content creator, dan telah menerbitkan buku yang berjudul luka juga perlu istirahat,”ungkapnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa Posko 36 PBL FKM Unhas Laksanakan Program Penyuluhan Mengenai Bahaya Asap Rokok pada Masyarakat di Desa Parenreng
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seiring berjalannya kegiatan, ia didampingngi oleh anggota HIMAGRIN atas nama Haikal selaku moderator.

Setelah pemaparan materi terkait resesi ekonomi selesai, moderator memberikan waktu ke peserta untuk bertanya dan berdiskusi tentang resesi tersebut.

Beberapa peserta mempertanyakan tentang peluang bisnis apa saja yang keadaan bgaimanapun tetap bertahan karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat, diantaranya bisnis bidang perikanan.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selain itu, mengulas bagaimana cara melihat peluang bisnis dibidang perikanan dan beberapa pertanyaan lain terkait resesi tersebut.

“Karena jika ekonomi yang semakin sulit, pasti berdampak pada pelemahan daya beli masyarakat, karena mereka akan lebih selektif menggunakan uangnya dengan fokus pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu,” jelasnya.

BACA JUGA:  10 Jurusan Kuliah dengan Peluang Kerja yang Banyak, Yuk Simak!

Pengurus HIMGRIN berharap kepada seluruh peserta agar dapat menyeimbangkan antara aksi dan teori. Selaku generasi muda harus berani mengambil resiko.

“Resiko harus diambil karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak mengambil resiko apapun. Jangan takut akan kegagalan dan kerugian, karena visi tanpa eksekusi hanya halusinasi,”lanjutnya.

“Jadi tetap lah selalu haus akan ilmu, karena harta semakin hari semakin berkurang tapi ilmu semakin hari semakin bertambah, tetap lah selalu memberikan motivasi agar orang terinspirasi,” pungkasnya.*

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: