Ini Alasan Mengapa Air Laut Asin, Apakah Mengandung Garam?

Benarkah Air Laut mengandung garam?, Kamu yang pernah ke pantai ataupun berenang di lautan, pasti mengetahui bahwa airnya akan terasa asin jika masuk ke mulut.

Sedangkan, air sungai yang tidak sengaja tertelan cenderung terasa tawar dan tidak asin. Lantas, kenapa air sungai tidak asin seperti air laut? penyebab kenapa air laut asin dan air sungai tawar.

- Advertisement -

Air laut asin pasti karena mengandung ion garam atau juga disebut Natrium Klorida (NaCl) ,“kok bisa ada kandungan garam di laut?”.

- Advertisement -

Mari kita bahas kandungan garam di mata air yang berbeda dan asal usul kandungan garam di laut.

Membahas soal kandungan garam di berbagai mata air, kita harus tahu dulu apa itu salinitas atau tingkat keasinan. Salinitas dapat didefinisikan sebagai tingkat kandungan garam yang larut di dalam air.

Nah, sebenarnya mata air dengan air tawar pun juga punya kandungan garam di dalamnya, tapi dikit banget makanya nggak terasa asin. Nih coba deh liat ilustrasi perbandingan salinitas di bawah ini.

Salinitas Air Asin
Dok: Peter Summerlin (2011) / CC BY-SA 3.0

Dari ilustrasi di atas, bisa lihat bahwa air laut itu masuk kategori saline water dimana kandungan garamnya mencapai 3-5% (30-50 ppt), sedangkan air yang kita minum itu normalnya 0.01% (0.1 ppt). Bisa terbayang ya perbedaannya. Supaya lebih jelas ada juga nih tabel persentase garam dan jenis airnya.

Keasinan air berdasarkan persentase (semua) garam yang terlarut
Air tawar Air payau Air asin atau air laut Air garam
< 0.05 % 0.05 – 3 % 3 – 5 % > 5 %
BACA JUGA :   7 Kesalahan Saat Mencuci Handuk, Beresiko Terkena Penyakit

 

Oke berarti sampai titik ini udah jelas ya, alasan kenapa air laut asin itu karena kandungan garam terlarutnya itu cukup tinggi yaitu 3-5% sehingga terasa asinnya. Berhubung di sini ditulis 3-5%, bisa disimpulkan juga bahwa kadar keasinan air laut itu bisa bervariasi di area yang berbeda.

Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Eh tapi ingat ya, gambar ini itu gambaran pada tahun 2001, sekarang kadar garam laut bisa jadi sudah semakin tinggi.

Tingkat Keasinan Laut Dunia 2001
Dok: World Ocean Atlas 2001, oleh Plumbago, CC BY-SA 3.0

Tadi kita udah ngebahas tentang kadar garam atau salinitas laut dan jadi tahu kenapa air laut asin. Sekarang kita lanjut ke bahasan selanjutnya, kandungan garam di laut asalnya dari mana?

Asal Kandungan Garam di Laut

Ada dua sumber kandungan garam pada air laut yaitu ion mineral dari batuan di darat dan bukaan di dasar laut, dengan catatan sumber kandungan garam terbesar di laut justru berasal dari darat. Gimana prosesnya? Coba lihat gambar di bawah ini.

Siklus Air Laut Asin

Kita bahas sumber pertama ya, yaitu daratan. Kalau dilihat dari gambar di atas, siklus air berperan besar dalam distribusi garam dari darat ke laut. Awalnya air berevaporasi dan membentuk awan. Zat karbon dioksida yang ikut terbawa ketika membentuk awan membuat air hujan sedikit asam.

Air hujan jatuh ke daratan dan mengenai berbagai batuan mineral. Kemudian, terjadilah erosi oleh air hujan yang menghantam batuan-batuan sehingga garam dan mineral di dalam bantuan tersebut terbawa mengalir ke sungai. Selanjutnya, air sungai mengalir ke laut sambil membawa ion-ion garam mineral tersebut.

BACA JUGA :   6 Dampak Buruk Komsumsi Alkohol, Kini Dilarang di Piala Dunia 2022
SIKLUS AIR LAUT
Lars Neumann via Getty Images | Siklus Air

Sesampainya di laut, airnya berkumpul dan sudah nggak mengalir lagi, jadi kandungan garam tadi mengendap di laut. Kemudian siklus air kembali berputar, air di laut berevaporasi lagi, tapi kandungan ion mineral garam nggak ikut terangkat.

Nah setelah itu, air yang berevaporasi tadi kan membentuk awan dan kembali turun ke tanah melalui hujan. Begitulah siklusnya, kebayang kan gimana tingkat keasinan laut terus bertambah seiring terulangnya siklus ini selama ratusan juta tahun lamanya?

Selain dari darat, sumber kandungan garam lainnya berasal dari dalam dasar laut. Gimana siklusnya? Di dasar laut, ada semacam retakan atau ventilasi hidrotermal sehingga air laut merembes ke dasar laut dan kemudian dipanaskan oleh magma yang berasal dari inti bumi.

Nah, dari proses pemanasan vulkanis ini, terjadilah reaksi kimia dimana air melepaskan oksigen, magnesium, sulfat, dan mineral lainnya. Reaksi ini kemudian menambah ion atau kandungan garam pada air laut.

Sekarang sudah terjawab ya dari mana asal kandungan garam di laut. Sebagai catatan tambahan, keasinan laut ini 90% berasal dari natrium/sodium dan klorida. Sementara 10%-nya lagi berasal dari mineral lainnya seperti magnesium dan sulfat.

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: