Inspiratif! Kisah Pemuda Asal Bone Berhasil Jadi Tim FIFA

Sebuah cerita inspiratif datang dari anak muda bernama Jutadi Azis (24) yang berhasil menjadi bagian dari Tim FIFA dan bertugas menjadi Ketua Tim untuk Medical Service & Doping Control di perhelatan sepak bola terbesar di dunia, Piala Dunia U17 2023 yang diadakan di 4 kota di Indonesia. Ini dia kisahnya!

Bermimpi Sejak Remaja

Ketika itu dirinya menonton Piala Dunia South Africa yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV nasional dan tertarik dengan tim medis yang selalu siap masuk ke lapangan untuk melakukan pertolongan kepada setiap pemain yang cedera.

Dari situ, muncul keinginan untuk bisa terlibat di ajang itu dan kala itu hal tersebut berjalan lurus dengan cita-cita dirinya sebagai seorang dokter.

- Iklan -

“Dari kecil saya bermimpi untuk menjadi seorang dokter dengan alasan yang sangat sederhana yaitu ingin membantu banyak orang dan di tahun 2010 tepat saat penyelenggaraan Piala Dunia di Africa, saya sering menonton laga pertandingan yang ada dan memperhatikan tim medis yang selalu siap untuk menolong pemain yang cedera, terlintas di benak kayaknya seruh juga bisa menjadi dokter yang bertugas di lapangan selain bisa membantu pemain juga bisa bertemu dengan pemain-pemain hebat hehehe,” kata Jutadi, yang merupakan lulusan MAN 1 Bone ini.

Bersaing dengan Ribuan Pendaftar

Sempat tidak percaya dan pesimis tidak akan keterima karena merasa masih fresh graduate (dia baru saja menyelesaikan pendidikan dokternya di Changsha Medical University, China pada tahun ini) yang dimana kemungkinan untuk lolos sangat kecil apalagi Function Area yang akan diambil mencari orang-orang yang berpengalaman dan professional.

Baca Juga:  Hukum Puasa Rajab Menurut Ulama Madzhab

“Saat itu saya lagi makan siang dan mendapatkan email dari FIFA yang menyatakan saya lulus, wahh sangat tidak menyangka pastinya karena ada 10.000 pendaftar dan yang diterima ada 1.000 yang nantinya akan di bagi ke 4 kota yang menjadi venue Piala Dunia U17,” lanjut Jutadi.

- Iklan -

Ia kemudian mengikuti General Training dan Role Specific Training yang dilaksanakan di Jakarta Internasional Stadium “Saya terpilih dan bergabung dalam Tim Medical Service & Doping Control untuk venue Jakarta dan saat general training dan role specifik training saya di tunjuk dan di percayakan untuk menjadi ketua tim, suatau kebangga buat saya pastinya,” lanjutnya.

Tugas dan Pengalaman yang Didapatkan

Sebelum pertandingan dimulai, setiap function area sudah bersiap dari beberapa jam sebelumnya termasuk function area medis. Sebelum shiftnya sebagai ketua tim dimulai, Jutadi selalu memulai briefing dan evaluasi hal itu ia lakukan agar problem yang kemarin meraka dapat bisa diatasi dengan baik dan untuk mengingatkan ke anggota timnya untuk selalu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga:  Resep Gurame Bakar yang Lezat

Selesai briefing dan evaluasi para tim menjalankan tugasnya masing-masing.

- Iklan -

“Untuk di Tim Medical Service & Doping Control kami ada pembagian wilayah kerja, untuk Tim Medical Service memiliki tugas di setiap posko medis, melakukan pengecekan alat kesehatan seperti kursi roda dll, melakukan sterilisasi jalur ambulance dan helicopter medis, membantu dokter melakukan penanganan kepada pasien dan untuk Tim Doping Control sendiri bertugas mengamati pemain yang akan melakukan doping test saat di lapangan, melakukan pendampingan kepada pemain, membantu dokter dalam melakukan doping test,” katanya.

Selain menjalankan tugas yang begitu padat, ia juga menceritakan keseruan dan pengalaman yang didapatnya.

“Banyak hal-hal seru dan menarik serta pengalaman yang saya dapatkan diantaranya menggunakan bahasa isyarat kepada pemain dan tim management yang tidak bisa berbahasa inggris, mengobrol bareng dengan pemain di waiting room, memberikan selamat dan menyemangati pemain secara langsung,” ungkapnya.

“Oh iya, pengalaman yang tidak terlupakan yaitu saat ngobrol bareng dengan dokter dari tim france, dia mengatakan I hope to see you back on the field as the doctor of my opposing team yang artinya dia ingin bertemu saya suatu hari nanti di lapangan tapi sebagai dokter dari tim lawan dia, hehehe kita aminkan saja sembari berharap,” tambahnya. (*)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU