Jelang Hari Bhayangkara ke-75, Kapolres Bone Prakarsai Renovasi Makam Raja

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Makam merupakan jejak kehadiran seseorang dimasa lampau, termasuk makam Raja yang layak dikenang atas jasa dan perjuangan mempertahankan eksitensi suatu wilayah kekuasaannya.

Jelang Hari Bhayangkara ke-75 Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya Putra yang juga keturunan darah Bone ikut peduli atas kehadiran leluhurnya di Bumi Arung Palakka.

Kapolres memprakarsai perbaikan sejumlah makam Raja Bone, yakni Raja Bone ke-26, 27 dan 30 dengan terlebih dahulu berdiskusi dengan Dinas Kebudayaan dan Tokoh budayawan di Kabupaten Bone.

Makam Raja ke-26 (1835-1845) La Mappaselling Arung Pannyili Sultan Adam Najamuddin Matinroe Ri Salassana, Makam Raja ke-27 (1845-1857) La Parenrengi Arung Pugi Sultan Ahmad Muhiddin Matinroe R Ajang Benteng dan Makam Raja ke-30 (1871-1895) We Banri Gau Sultana Fatimah Matinroe Ri Bolampare’E.

Ke-3 makam Raja tersebut direnovasi atas prakarsa Kapolres Bone dalam rangka Hari Bhayangkara ke-75. Renovasi guna mempertahankan budaya kearifan lokal Bone yang senantiasa bisa dikenang dari generasi ke generasi.

“Alhamdulillah tiga makam Raja Bone telah direnovasi sebagai bagian dari rangkaian puncak Hari Bhayangkara ke-75, sekaligus mempertahankan eksitensi budaya kearifan lokal Tanah Bone untuk kita kenang semua dan lebih khusus nantinya adalah anak cucu kita kedepan,” ungkap Kapolres Bone.*

- Advertisement -

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- Advertisment -

TERKINI