Barru – Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Barisan Rakyat (KIBAR) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Barru, Kamis (18/9/2025). Aksi ini menyoroti persoalan yang mereka nilai menyangkut kepentingan rakyat, terutama terkait Hak Rakyat Daerah (HRD), kasus asusila, dan pinjaman daerah.
Pantauan di lokasi, massa aksi berorasi sambil membentangkan spanduk dan poster tuntutan. Mereka mendesak DPRD lebih transparan dan tidak menutup mata terhadap persoalan yang dianggap merugikan masyarakat.
“Kami menuntut DPRD Barru agar serius dan transparan dalam menangani kasus HRD dan asusila yang sudah jelas ada putusan pelanggaran kode etik,” ujar Ketua HMI Barru, Hendra, kepada Fajar Pendidikan.
Hendra menilai, hingga kini DPRD tidak menunjukkan sikap tegas, terutama Ketua DPRD yang seharusnya melayangkan surat pemberhentian ke gubernur. “Namun dengan alasan kehati-hatian, langkah itu tidak dijalankan. Bagi kami, ini bukti DPRD kehilangan marwahnya sebagai lembaga terhormat,” tegasnya.
Selain itu, massa aksi juga mengkritisi kebijakan pinjaman daerah oleh Bupati Barru melalui Bank Sulsel. Mereka menilai pinjaman tersebut bersifat konsumtif, diputuskan terburu-buru, dan tidak melalui kajian yang matang.
“Pinjaman daerah ini harus dikaji secara mendalam. Apa manfaatnya bagi rakyat? Apa dampaknya ke depan? Jangan sampai hanya menambah beban daerah tanpa hasil nyata,” tambah Hendra.
Tak lama kemudian, Ketua DPRD Barru, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, menerima surat tuntutan dari para peserta aksi. Dalam kesempatan itu, Syamsuddin menegaskan pihaknya terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
“Kami akan menelaah tuntutan tersebut dan siap menerima kritik,” ujar Syamsuddin di hadapan massa aksi.
Ia menambahkan, seluruh anggota DPRD Barru yang berjumlah 25 orang siap melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) jika ada koordinasi. “Aspirasi yang disampaikan pasti akan kami terima,” jelasnya.
Syamsuddin juga menekankan pentingnya menjaga persatuan antarpartai. “Kita tidak ingin terjadi perpecahan. Sampaikan saja apa yang menjadi harapan, dan kami akan menindaklanjutinya. Mari kita saling menyapa, berkomunikasi, dan menjaga kebersamaan,” tuturnya.
Aksi berjalan dengan lancar dan tertib, diiringi pengamanan ketat dari pihak Polres Barru, sehingga demonstrasi dapat berlangsung aman tanpa insiden.
Hengki
