Kultum Ramadhan Singkat Tema Makna Tidur Orang Puasa adalah Ibadah

FAJAR Pendidikan

Kultum Ramadhan Singkat Tema Makna Tidur Orang Puasa adalah Ibadah.  Syiarka kultum singkat Ramadhan 2022 ini kepada kerabat atau saudara Anda agar mereka mengetahui bagaimana maksud dari tidurnya orang puasa ibabadah.

Dilansir dari laman Kabar tegal. Berikut Kultum Ramadhan Singkat Tema Makna Tidur Orang Puasa adalah Ibadah :

Makna Tidur Orang Puasa adalah Ibadah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji dan rasa syukur kehadirat Illahi Rabbi marilah kita panjatkan di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini, karena atas karunia Nya kita masih dapat berkumpul di masjid tercinta di hari ke tujuh puasa bulan Ramadhan1443 Hijriah ini.

Sholawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta umatnya hingga akhir zaman kelak.

Sering kali kita mendengar bahwa tidrunya orang puasa adalah ibadah. Di kesempatan ini kita akan menjelaskan kedudukan hadits yang menyebutkan terkait tidurnya orang puasa bernilai ibadah dan pengertiannya.

BACA JUGA :   Renungan Harian Kristen, Kamis 23 Juni 2022: Allah Sumber Kekuatan dan Penolong Hidup Kita

Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Kitab Al-Jami Al-Kabir menyebutkan bahwa hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi, Ad-Dailami, dan Ibnun Najjar.

Hadits “tidur orang yang berpuasa bernilai ibadah” diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abi Awfa Al-Aslami ra. Imam Al-Baihaqi mengatakan, di dalam riwayatnya terdapat perawi bernama Ma’ruf bin Hassan yang statusnya daif dan perawi bernama Sulaiman bin Amr An-Nakha’i yang lebih daif dari Ma’ruf.

Adapun bunyi hadits itu sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ، وَصَمْتُهُ تَسْبِيحٌ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ، وَذَنْبُهُ مَغْفُورٌ”

Artinya: “Dari sahabat Abullah bin Abi Awfa ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tidur orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya tasbih, amalnya berlipat ganda, doanya diterima, dan dosanya diampuni,’” (HR Baihaki).

Hadits ini tidak dipahami secara harfiah begitu saja. Syekh Abdurrauf Al-Munawi dalam Kitab Faidhul Qadir menjelaskan hadits ini secara singkat, ‘Tidur orang yang berpuasa bernilai ibadah, diamnya (lain riwayat ‘nafasnya’) seperti kedudukan tasbih, amalnya berlipat ganda karena sebuah kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, doanya diterima, dan dosa kecilnya diampuni selagi orang yang berpuasa menjauh dosa besar.’

BACA JUGA :   Hukum Kurban dalam Syariat Islam, Keutamaan dan Dalilnya

Perlunya kita memahami lebih makna dari tidurnya orang puasa adalah ibadah.

Ibadah puasa merupakan ibadah istimewa yang berisi tuntutan untuk menjauhi hal yang membatalkan puasa dan larangan agama. Puasa berbeda dengan ibadah lain, yaitu shalat, zakat, atau haji.

Menjalankan ibadah puasa tidak seperti melakukan ibadah lainnya yang mengandung gerakan aktif, tatapi justru dengan gerakan pengendalian.

Adapun orang yang melaksanakan ibadah puasa dapat melaksanakannya sekaligus dengan aktivitas lain karena memang tidak ada tuntutan untuk gerakan aktif ibadah pada puasa. berbeda dengan ibadah shalat, zakat, dan haji tidak dapat melakukannya sekaligus beraktivitas lain, termasuk sambil tidur.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI