Friday, October 30, 2020

Lepas Ratusan Mahasiswa Ber-KKN, Rektor UNM Minta Jaga Nama Baik Almamater

Rektor UNM, Prof Husain Syam yang melepas secara resmi Mahasiswanya untuk ber KKN. (Foto: Ist)
Rektor UNM, Prof Husain Syam mengenakkan jas almamater kepada salah satu mahasiswa peserta KKN sebagai simbolis melepaskan secara resmi mahasiswanya untuk ber-KKN. (Foto: Ist)

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebanyak 745 mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), yang digelar di gedung Phinisi UNM, Rabu (11/7/2018).

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNM, Prof Bahrain melaporkan, ke 744 mahasiswa KKN-PPM ini akan ditempatkan dan tersebar di enam kabupaten, yakni Barru, Sidrap, Soppeng, Wajo, Pinrang, dan Takalar.

“KKN-PPM Kali ini merupakan peserta terbanyak,” katanya.

Sementara itu, Rektor UNM, Prof Husain Syam mengingatkan kepada mahasiswa KKN-PPM agar menjaga nama baik UNM dan melakukan program kerja yang betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Anandaku sekalian, yang harus kalian ingat, kalian adalah delegasi UNM yang nantinya yang membawa nama UNM ditengah masyarakat. Hadirkan kesadaran dalam diri anandaku semua, bahwa ananda semua tidak pulang kampung tapi anda nantinya punya tugas pengabdian ditengah-tenagah masyarakat,” kata Prof Husain.

Prof Husain Syam pula mengingatkan kepada pembimbing kk untuk melakukan pembimbingan dan pengawasan kepada mahasiswa agar program wajib dan program lainnya bisa diselesaikan sebelum jadwal penarikan mahasiswa KKN-PPM.

“Kemudian untuk para pembimbing, mari kita bekerja mendampingi mahasiswa agar program wajib dan program lainnya yang telah dicanangkan bisa selesai dan betul-betul bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat sebelum jadwal penarikan,” tandasnya.

Sekedar diketahui, rencannya jadwal pemberangkatan akan dilakukan pertengahan Juli 2018.

 

Reporter: Ahadri

 

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

OPINI : Korean Wave, Panutan Anak Jaman Now

FAJARPENDIDIKAN.co.id - "Army……!!! We love you! You're the best!!" begitu pekikan BTS diatas panggung saat konser. Penontonnya? Jangan tanya, bejibun. Fansnya ini...

SMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar ‘Character Building’ Bagi Peserta Didik Kelas X

FAJARPENDIDIKAN.co.id - SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar kegiatan Character Building bagi peserta didik kelas X, Rabu (28/10/2020). Kegiatan tersebut digelar secara...

Penyelengaraan Merdeka Belajar, UNM-Unima Teken MoU

Makassar,FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Universitas Negeri Manado (UNIMA), di Ruang Senat, Menara...

Hebat! MAN 2 Bone Antar Madrasah Ungguli Sekolah Umum di Kompetisi Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Madrasah hebat dan bermartabat memang julukan yang pantas melekat pada madrasah. Betapa tidak, terlihat diera millenial ini, madrasah kian naik...

Polres Bone Perbanyak Edukasi di Operasi Zebra, Tapi…

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Satuan Lalu Lintas Polres Bone menggelar Operasi Zebra 2020 selama 14 hari, yakni sejak 26 Oktober hingga 8 November 2020...

REKOMENDASI