Wednesday, July 8, 2020

Lewat Jaksa Menyapa, Kajari Beri Kuliah di IAIN Bone, Ingatkan Milenial Sadar Hukum

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Setelah kuliah umum oleh Mentan RI, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, kini kuliah umum kembali digelar di Aula Utama Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Jl Hos Cokroaminoto Watampone, Selasa (26/3/2019).

Kali ini, di hadapan sekira 300an mahasiswa IAIN Bone Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone, Hj Nurni Farhyanti SH MH hadir sebagai pemateri dalam kuliah umum tersebut.

Dalam materinya, Kajari Bone memaparkan terkait dampak teknologi informasi terhadap prilaku di kalangan generasi milenial, sebagai generasi milenial generasi yang harus tetap sadar hukum. Selain itu, menjelaskan mengenai bahaya narkoba, tugas pokok dan fungsi jaksa sebagai salah satu aparat penegakan hukum.

“Ini adalah kegiatan jaksa menyapa dan kali ini kami sasar generasi milenial mahasiswa IAIN Bone lewat kuliah umum terkait penegakan hukum,”kata Kajari Bone Hj Nurni Farhyanti

Pada kesempatan kuliah umum ini, Kajari Bone berinteraksi langsung dengan mahasiswa. Bahkan penjelasan dengan simulasi contoh kasus penerapan pasal pun dilakukan untuk memberi pemahaman hukum bagi mahasiswa IAIN Bone. Mengingatkan mahasiswa agar senantiasa sadar hukum.

Sementara itu, Rektor IAIN Bone, Prof Dr A Nuzul SH MHum menyambut baik kegiatan Jaksa Menyapa. Kedatangan Kajari Bone memberikan kuliah umum kepada mahasiswanya dinilainya memberikan sentuhan yang berbeda.

“Ketika aparat penegak hukum yang langsung memberikan materi seperti ibu Kajari ini. Karena selain materi juga bisa memberikan pemaparan dari contoh-contoh kasus yang pernah ditangani. Dengan demikian, mahasiswa pun lebih dalam pemahamannya,”kata Prof Nuzul

Hadir dalam kuliah umum ini, Rektor IAIN Bone Prof Dr A Nuzul SH MH, Kasi Intelijen Kejari Bone A Satya Adhi Chipta, Wakil Rektor (Warek) I Dr Nursyirwan SAg MPd, Warek II Dr Abdullahanaa SAg MHi, Warek III Dr H Fathurahman MAg, Dekan Fakultas Syariah & Hukum Islam Dr Andi Sugirman SH MH, dosen dan mahasiswa.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Dies Natalis Unhas ke-64, Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Workshop Penulisan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin memprakarsai terselenggaranya workshop yang bertajuk “Research Skills Upgrade: Penulisan Systematic Review...

Danlantamal VI Terima Audiensi Perwakilan Alumni AKABRI 1995

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas menerima audiensi alumni AKABRI Tahun...

Ini 5 Perpustakaan Terkeren di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Terlebih untuk generasi milenial, yang pasti lebih suka nongkrong di cafe hits ketimbang di perpustakaan. Padahal banyak perpustakaan sekarang...

Bukti Nyata Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, Danyon C Pelopor Teteskan Air Mata Gegara Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Keharuan dan isak tangis mewarnai pelepasan mantan Kapos Basarnas Kabupaten Bone Andi Sultan ke tempat tugas dan jabatan barunya...

Yuk, Intip Studio Mini Milik Perpustakaan Umum Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Perpustakaan Umum Kota Makassar telah memiliki "studio mini" sederhana untuk pengambilan gambar kegiatan online. Untuk program...

REKOMENDASI