TAKALAR – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yapika Makassar menyelesaikan kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) sekaligus pengabdian masyarakat di Desa Bontomangape, Kabupaten Takalar. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat ini berlangsung sejak 15 September hingga 27 September 2025.
Acara penarikan mahasiswa PBL pada Sabtu (27/9/2025) dihadiri Kepala Desa Bontomangape beserta jajaran, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, para kepala dusun, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Karang Taruna, serta 11 mahasiswa peserta PBL.
Selain mahasiswa, hadir pula dosen STIKes Yapika Makassar dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, dan Analis Kesehatan yang memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat desa sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat.
Berbagai materi kesehatan disampaikan dalam kegiatan ini. Muh. Asrul Taufiq Arifuddin, S.Km., M.K.M. dari Program Studi Kesehatan Masyarakat membawakan materi tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Asrianto, S.Kep., Ns., M.M. dari Program Studi Keperawatan menyampaikan materi Pengenalan Tanda Awal Henti Jantung dan Tindakan CPR di Masyarakat. Sementara Suarni dari Program Studi Kebidanan membawakan materi Pijat Oksitosin untuk Stimulasi Produksi ASI.
Kepala Desa Bontomangape, Bahtiar, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa PBL atas pelaksanaan berbagai program kerja, termasuk program pencegahan stunting, dan memohon maaf apabila selama kegiatan terdapat hal yang kurang berkenan.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKes Yapika Makassar, H. Abidin Yaman, menjelaskan bahwa PBL merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang memungkinkan mahasiswa menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah.
Koordinator Desa, Edmundus Emanuel Lalong Tabur, menyebutkan sejumlah program yang telah dilaksanakan mahasiswa PBL, di antaranya pembuatan papan wicara stunting, pengecekan gapura selamat datang, penyediaan tempat sampah, dan pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bersama aparat desa serta Karang Taruna.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Bontomangape sekaligus menjadi pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa STIKes Yapika Makassar.
Penulis: Muh. Asrul Taufiq Arifuddin, S.KM., M.K.M. (Dosen Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Stikes Yapika Makassar)
