Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Dr Ir Amran Sulaiman bawakan kuliah umum, perkenalkan teknologi baru bertani ke mahasiswa UIN Alauddin.

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Dr Ir Amran Sulaiman memperkenalkan teknologi baru bertani ke mahasiswa UIN Alauddin.

Hal itu disampaikan Amran saat memberi materi Kuliah Umum di  Kampus II UIN, Kamis, 19 September 2019.

“Kami ingin sinergi antara UIN Alauddin dengan Litbang pertanian, kenapa, kita ingin munculkan Pertanian 4.0 kepada generasi muda, jadi pertanian seperti ini kita gunakan teknologi tinggi, kita tanam menggunakan sistem remote control atau nomous tracktor bisa jalan sendiri itu arah kita kedepan,” terangnya.

Menurut Mentan, melalui teknologi baru yang diperkenalkan mampu mempercepat waktu panen.

“Nanti hasilnya adalah ini bisa menekan biaya 20 hingga 50% kemudian waktu sampai 70% bahkan 80 %, dulu waktu tanam panen tiga hingga empat bulan bisa diselesaikan, sekarang kita bisa selesaikan dengan waktu lima jam,” jelasnya.

Baca Juga :   BEM FKM Unhas Gelar Winslow Futsal Competition
Pemberian cenderamata Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis (kanan) kepada Mentan RI, Amran Sulaiman.

Selain itu, Amran memberi bantuan 2000 ekor ayam bertelur etawa, 10 ekor kambing dan satu unit traktor seharga Rp 500 juta.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menyambut baik kedatangan Menteri Pertanian.

Menurut rektor, kedatangan Amran Sulaiman sangat membantu mengaktifkan laboratorium peternakan yang dimiliki kampus yang dipimpinnya.

“Ini upaya momentum jalan terbaik untuk bisa kita mengaktifkan lahan peternakan yang dimiliki UIN Alauddin Makassar seluas enam hektar hampir tujuh hektar, yang selama ini belum berfungsi secara baik,” ungkap Prof Hamdan.

“Dengan hadirnya Pak Menteri Pertanian memberikan bantuan 2000 ekor ayam kampung bertelur dan itu enam bulan ke depan akan menghasilkan telur hingga dua tahun dan ada juga 10 ekor kambing unggul, bibit etawa, akan ditambah dan itu sudah di acc, bahkan beliau tadik pengololah lahan langsung pengolahan pertanian dengan traktor,” ujarnya.

Baca Juga :   Kemenkes RI Gandeng FKM Unhas Gelar Diklat Pengembangan Kapasitas Aparatur Perencana

Lebih lanjut, penulis buku “Melawan Takdir” tersebut menjelaskan laboratorium peternakan akan membantu meningkatkan sentra bisnis dan produktivitas sebagai lembaga berbadan layanan umum.

“Itu kita akan jadikan laboratorium peternakan, laboratorium studi agrobisnis dan upaya meningkatkan sentra bisnis dan produktivitas kampus kita sebagai universitas yang berbadan layanan umum, saya kira seperti itu,” tutupnya.(FP/Rls)