Nabi Larang Orang yang Tidak Mau Berkurban Dekati Masjid

Oleh Akhuukum Fillaah:

Abu Hashif Wahyudin Al-Bimawi

بسم الله الرحمن الرحيم

- Iklan -

الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang “MAMPU” dan “TIDAK BERKURBAN” maka “JANGANLAH” ia “MENDEKATI MASJID” kami.” [HR Ibnu Majah]

- Iklan -

Saudaraku dan Saudariku yang Dirahmati Allah Subhaanahu Wa Ta’ala…!!

Memang mayoritas ulama menjelaskan bahwa kurban sebuah ibadah sunnah, namun tidakkah hadits di atas menjelaskan betapa tingginya kedudukan berkurban?

“Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang setiap orang yang mampu tapi dia tidak berkurban untuk mendekati masjid beliau.”

- Iklan -

“Jika dia ditolak di rumah ALLAH, kemana lagi ia dapat berteduh dari badai kehidupan…?”

Baca Juga:  Renungan Harian Kristen, Sabtu, 15 Juni 2024: Majulah Terus! (2)

“Siapa yang mau menerima dia jika Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang penuh kasih dan sayang tidak mau lagi menerimanya…?”

“Seakan ibadahnya di masjid tidak berguna tanpa berkurban.”

Bagi pencari syafa’at Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: Bagi pencinta Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Keluarkan sebagian rizki anda untuk berkurban.

Sebuah keberuntungan jika kita dapat ber-Qurban di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Dan bagi anda yang tidak mampu, anda sangat beruntung, karena anda memiliki Nabi yang sangat penyayang nan perhatian. Beliau mengikut sertakan anda dalam kurbannya, sehingga anda pun mendapatkan pahala berkurban.

Beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda saat memotong hewan Qurban: “Bismillah wallahu akbar, ini dariku dan orang yang tidak mampu berkurban dari umatku.” [HR Abu Daud]

Bukankah kita semua umat beliau walaupun kita hadir ke dunia ini setelah 15 abad dari kehidupan beliau…? Maka redaksi sabda beliau di atas mencakup seluruh umat islam setelah beliau wafat.

Baca Juga:  Hukum Arisan dan Berhutang untuk Berkurban

Terakhir…!!

Teladan kita, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam selalu berkurban setiap tahun, walaupun beliau dan keluarga tidak pernah merasakan rasa kenyang dengan roti gandum selama 2 hari berturut-turut selama berada di kota madinah.

BAGAIMANA DENGAN ANDA??

KETERANGAN:

Dihasankan Al-Albaniy namun sebagian ulama lebih mengarah ke mauquf, seperti Ibnu Hajar. keterangan Syaukani dalam Nailil Authar 5/171.

Al-Multaqo Syarh Al Muwaththo’ 3/113, Durus Syaikh Albani 24/8. Redaksi umatku dalam hadits di atas adalah salah satu redaksi yang bersifat umum dan universal dalam ilmu usul fiqh.

1. Hadits beliau berqurban setiap tahun diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad. Imam Tirmidzi menghasankan namun ulama yg lain melemahkan. Hanya saja banyak ulama yang menyimpulkan bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berqurban setiap tahun.

2. Hadits ‘Aisyah tentang laparnya beliau di riwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim. (*)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU