Beranda blog Halaman 29

Kalender Jawa Februari 2026 Lengkap dengan Weton

0

Memasuki tahun 2026, masyarakat Jawa dianjurkan untuk memahami kembali kalender Jawa yang dilengkapi dengan perhitungan weton. Dalam tradisi turun-temurun, weton dianggap sebagai salah satu acuan penting dalam menjalani kehidupan. Bagi sebagian orang Jawa, weton bukan sekadar penanda hari lahir, tetapi juga menjadi pedoman dalam menentukan berbagai keputusan.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan weton?

Berdasarkan kajian dalam jurnal el-Qanuniy berjudul “Tradisi Perhitungan Weton dan Pengaruhnya terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Desa Sidomulyo dalam Perspektif ‘Urf” karya ST Nor Hidayati dan Muhammad Luthfilhakim, istilah weton secara bahasa berarti hari kelahiran seseorang. Kata ini berasal dari bahasa Jawa, yaitu wetu, yang memiliki arti keluar atau lahir. Seiring perkembangan bahasa, kata tersebut mengalami perubahan bentuk hingga menjadi kata benda.

Secara istilah, weton dipahami sebagai hasil penggabungan antara hari kelahiran dan pasaran dalam kalender Jawa yang berjumlah lima, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Dari kombinasi tersebut, muncullah sebutan seperti Jumat Wage, Kamis Legi, Minggu Pon, atau Sabtu Pahing.

Lebih jauh lagi, berdasarkan informasi yang dimuat dalam dokumen Repository Universitas Airlangga, perhitungan weton kerap dimanfaatkan untuk menentukan waktu pernikahan. Selain itu, weton juga diyakini dapat memberikan gambaran mengenai karakter dan kepribadian seseorang.

Kalender Jawa Januari 2026 dengan Wetonnya

Berikut tabel Kalender Jawa Februari 2026 lengkap dengan hari Masehi, pasaran Jawa, dan penanggalan Hijriah:

Tanggal Hari Pasaran Tanggal Hijriah
1 Feb Minggu Wage 13 Syakban 1447 H
2 Feb Senin Kliwon 14 Syakban 1447 H
3 Feb Selasa Legi 15 Syakban 1447 H
4 Feb Rabu Pahing 16 Syakban 1447 H
5 Feb Kamis Pon 17 Syakban 1447 H
6 Feb Jumat Wage 18 Syakban 1447 H
7 Feb Sabtu Kliwon 19 Syakban 1447 H
8 Feb Minggu Legi 20 Syakban 1447 H
9 Feb Senin Pahing 21 Syakban 1447 H
10 Feb Selasa Pon 22 Syakban 1447 H
11 Feb Rabu Wage 23 Syakban 1447 H
12 Feb Kamis Kliwon 24 Syakban 1447 H
13 Feb Jumat Legi 25 Syakban 1447 H
14 Feb Sabtu Pahing 26 Syakban 1447 H
15 Feb Minggu Pon 27 Syakban 1447 H
16 Feb Senin Wage 28 Syakban 1447 H
17 Feb Selasa Kliwon 29 Syakban 1447 H
18 Feb Rabu Legi 30 Syakban 1447 H
19 Feb Kamis Pahing 1 Ramadan 1447 H
20 Feb Jumat Pon 2 Ramadan 1447 H
21 Feb Sabtu Wage 3 Ramadan 1447 H
22 Feb Minggu Kliwon 4 Ramadan 1447 H
23 Feb Senin Legi 5 Ramadan 1447 H
24 Feb Selasa Pahing 6 Ramadan 1447 H
25 Feb Rabu Pon 7 Ramadan 1447 H
26 Feb Kamis Wage 8 Ramadan 1447 H
27 Feb Jumat Kliwon 9 Ramadan 1447 H
28 Feb Sabtu Legi 10 Ramadan 1447 H

 

Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Halaman 222 Worksheet 4.6 Kurikulum Merdeka: English For Nusantara Chapter 4

0

Dalam buku English For Nusantara jenjang SMP/MTs, siswa kelas 9 mempelajari materi tentang daur ulang barang bekas atau upcycling pada Chapter 4. Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak terpakai.

Salah satu latihan yang harus dikerjakan terdapat pada Section 3 – Language Focus, Unit 1 dengan judul “Look at My Creation”. Pada bagian ini, siswa diminta untuk mendeskripsikan berbagai hasil karya dari barang bekas.

Artikel ini menyajikan pembahasan lengkap kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 9 halaman 222 Kurikulum Merdeka Worksheet 4.6 sebagai panduan belajar bagi siswa dan orang tua.

Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Halaman 222 Worksheet 4.6

Berikut penjelasan detail dari masing-masing gambar yang terdapat pada worksheet:

1. Picture 1 (Meja dari Ban Bekas)

  • Size (Small): Meja terlihat rendah dan kecil karena terbuat dari tumpukan ban mobil, cocok digunakan sebagai meja kopi.
  • Shape (Round): Bentuk dasarnya lingkaran mengikuti bentuk ban.
  • Color (Black and Gold): Ban berwarna hitam, sedangkan bagian atas berwarna emas atau kuning.
  • Material (Rubber): Terbuat dari bahan karet ban bekas.
  • Noun (Table): Berfungsi sebagai meja.

2. Picture 2 (Tempat Pensil)

  • Size (Small): Ukurannya kecil dan cocok diletakkan di meja belajar.
  • Shape (Cylindrical): Berbentuk tabung atau silinder.
  • Color (Green and Orange): Badan berwarna hijau muda dengan hiasan pita atau kertas oranye di bagian atas.
  • Material (Paper / Cardboard): Terbuat dari kaleng bekas yang dilapisi kertas karton atau kertas warna.
  • Noun (Pencil Holder): Digunakan untuk menyimpan alat tulis.

3. Picture 3 (Wadah Serbaguna)

  • Size (Medium): Ukurannya sedang karena terdiri dari beberapa botol yang digabungkan.
  • Shape (Cylindrical): Terdiri dari potongan botol berbentuk tabung.
  • Color (Transparent / Clear): Berwarna bening karena berasal dari botol plastik air mineral.
  • Material (Plastic): Terbuat dari plastik botol bekas.
  • Noun (Desk Organizer): Digunakan untuk menyimpan barang kecil seperti klip dan penghapus.

4. Picture 4 (Wadah Majalah/File)

  • Size (Medium): Cukup besar untuk menampung majalah atau dokumen ukuran A4.
  • Shape (Rectangular): Berbentuk persegi panjang atau kotak.
  • Color (Brown): Berwarna cokelat alami khas kardus.
  • Material (Cardboard): Terbuat dari kardus bekas yang dipotong miring.
  • Noun (Magazine Holder): Berfungsi untuk menyimpan majalah atau dokumen agar berdiri tegak.

5. Picture 5 (Celengan)

  • Size (Small): Ukurannya kecil, seukuran kaleng susu atau makanan.
  • Shape (Cylindrical): Berbentuk tabung.
  • Color (Blue): Berwarna biru dengan gambar kelinci putih.
  • Material (Metal / Tin): Terbuat dari kaleng susu atau makanan berbahan logam.
  • Noun (Piggy Bank): Digunakan sebagai tempat menyimpan uang karena memiliki lubang kecil di bagian atas.

Disclaimer

Kunci jawaban ini disusun sebagai bahan referensi bagi orang tua atau wali murid dalam mendampingi proses belajar anak. Siswa dianjurkan untuk mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu sebelum mencocokkan jawabannya dengan panduan ini.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 6 Halaman 143 Kurikulum Merdeka: Pembahasan Cerita Liburan Perpisahan Kelas

0

Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 halaman 143 Kurikulum Merdeka dapat digunakan oleh orang tua untuk mendampingi siswa dalam memahami isi cerita berjudul Liburan Perpisahan Kelas.

Dalam materi ini, siswa diajak menyelami dinamika diskusi kelas yang dipimpin oleh Agni dan teman-temannya saat menentukan tujuan liburan akhir tahun. Pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada jawaban soal, tetapi juga melatih empati, kerja sama, serta kemampuan mengambil keputusan secara bersama.

Oleh karena itu, artikel ini menyajikan pembahasan lengkap kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 halaman 143 sebagai panduan belajar siswa.

A. Jawaban Pertanyaan Pemahaman

1. Masalah yang Ingin Dipecahkan Siswa Kelas Enam

Jawaban:
Mereka ingin menentukan tujuan liburan perpisahan kelas akhir tahun.

2. Cara Menentukan Tujuan Liburan

Jawaban:
Mereka melakukan musyawarah dengan berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan akhirnya melakukan pemungutan suara (voting) karena adanya perbedaan pendapat.

3. Kota yang Paling Diminati

Jawaban:
Kota Yogyakarta.

Bukti:
Dari hasil pemungutan suara, 20 orang memilih Yogyakarta, 3 orang memilih Solo, dan 0 orang memilih Dieng.

4. Penilaian terhadap Cara Pengambilan Keputusan

Jawaban:
Ya, itu merupakan cara terbaik.

Alasan:
Karena semua siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, termasuk yang tidak setuju. Ketika diskusi belum mencapai kesepakatan, voting menjadi solusi yang adil dan demokratis karena mengikuti suara mayoritas.

5. Sikap Jika Keputusan Tidak Sesuai Pilihan

Jawaban:
Saya akan menerimanya dengan lapang dada, menghargai keputusan teman-teman, dan tetap mengikuti kegiatan dengan gembira. Tidak boleh marah atau ngambek seperti Juna.

6. Tokoh Bu Pertiwi

Jawaban:
Bu Pertiwi adalah guru kelas atau wali kelas enam yang mengawasi jalannya rapat.

7. Alasan Bu Pertiwi Tidak Ikut Berpendapat

Jawaban:
Karena beliau ingin melatih siswa agar mandiri, belajar memimpin rapat seperti Agni, berani menyampaikan pendapat, serta mampu mengambil keputusan sendiri tanpa campur tangan orang dewasa.

8. Alasan Juna Malu Dikunjungi Kakek dan Nenek

Jawaban:
Juna merasa malu karena kakek dan neneknya sering memeluknya dan membawakan banyak oleh-oleh di depan teman-temannya, sehingga ia merasa terlihat seperti anak kecil.

B. Kosakata Baru dan Artinya

Berikut arti kata berdasarkan KBBI dan konteks bacaan:

  • Agenda: Acara atau rancangan kegiatan yang akan dibahas dalam rapat.
  • Iuran: Uang yang dibayarkan anggota secara berkala sebagai sumbangan.
  • Kas: Tempat menyimpan uang atau uang milik organisasi.
  • Bendahara: Orang yang mengelola keuangan perkumpulan atau sekolah.
  • Destinasi: Tempat tujuan yang akan dikunjungi.
  • Mayoritas: Jumlah terbanyak atau sebagian besar.
  • Abstain: Tidak memberikan suara dalam pemilihan.
  • Pemungutan: Proses mengumpulkan suara atau pilihan.
  • Sekretaris: Orang yang mengurus administrasi dan mencatat hasil rapat.

C. Arti Kata “Suara” dalam Teks

Kalimat dalam bacaan:
“Akhirnya, siswa kelas enam melakukan pemungutan suara untuk menentukan suara terbanyak.”

Jawaban:

Dalam kalimat tersebut, kata “suara” tidak berarti bunyi yang keluar dari mulut, tetapi bermakna:

  • Pilihan
  • Pernyataan setuju atau tidak setuju dalam pemilihan (voting)

Dengan demikian, “suara terbanyak” berarti pilihan yang paling banyak dipilih oleh siswa.

Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 161 Kurikulum Merdeka: Lengkap Tokoh Perlawanan dan Pembahasannya

0

Kunci jawaban IPS kelas 8 halaman 161 Kurikulum Merdeka menjadi salah satu materi yang banyak dicari oleh siswa SMP, khususnya saat mempelajari topik perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme.

Pada halaman ini, peserta didik diajak untuk mengenal berbagai tokoh penting yang terlibat langsung dalam peristiwa perlawanan di daerah masing-masing. Melalui pembahasan ini, siswa dapat mencocokkan hasil diskusi maupun tugas individu agar lebih memahami konteks sejarah yang dipelajari di kelas.

Materi tentang tokoh perlawanan bangsa juga sangat relevan karena menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang serta pengorbanan banyak pihak.

1. Hasil Informasi Singkat Perlawanan Bangsa Indonesia

Nama Perlawanan:
Perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme Belanda

Berikut informasi tokoh, peran, dan nilai keteladanan dalam berbagai peristiwa perlawanan:

a. Perang Saparua di Ambon

  • Nama Tokoh: Martha Christina Tiahahu
  • Peran dalam Peristiwa: Tokoh pahlawan perempuan Maluku yang ikut berperang melawan Belanda bersama Kapitan Pattimura sejak usia remaja dan gugur pada usia 18 tahun.
  • Nilai Keteladanan: Ikut memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan Belanda bersama Kapitan Pattimura.

b. Perang Sisingamangaraja

  • Nama Tokoh: Sisingamangaraja XII
  • Peran dalam Peristiwa: Pemimpin perlawanan rakyat Batak di Sumatra Utara dalam melawan Belanda.
  • Nilai Keteladanan: Keteguhan iman, keberanian, serta kesetiaan kepada rakyat.

c. Perang Banjar

  • Nama Tokoh: Pangeran Antasari
  • Peran dalam Peristiwa: Tokoh utama dalam Perang Banjar yang memimpin perlawanan terhadap campur tangan Belanda.
  • Nilai Keteladanan: Nasionalisme, tanggung jawab, dan semangat juang.

d. Perang Jagaraga di Bali

  • Nama Tokoh: I Gusti Ketut Jelantik
  • Peran dalam Peristiwa: Panglima Perang Jagaraga di Bali dalam menghadapi penjajahan Belanda.
  • Nilai Keteladanan: Kepahlawanan serta kecintaan terhadap tanah air.

e. Perlawanan Pattimura di Maluku

  • Nama Tokoh: Kapitan Pattimura
  • Peran dalam Peristiwa:
    Memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap penindasan Belanda.
  • Nilai Keteladanan:
    Rela berkorban, kepemimpinan, dan keberanian.

2. Alasan Banyak Perlawanan Mengalami Kegagalan

Banyak perlawanan bangsa Indonesia pada masa penjajahan mengalami kegagalan karena beberapa faktor berikut:

  • Perlawanan masih bersifat kedaerahan dan belum terkoordinasi secara nasional.
  • Belanda memiliki persenjataan yang lebih modern.
  • Strategi perang Belanda lebih terorganisasi, seperti penggunaan benteng stelsel dan politik adu domba.
  • Keterbatasan logistik dan sarana komunikasi.
  • Adanya pengkhianatan dari pihak tertentu yang tergiur dengan janji Belanda.

Faktor-faktor tersebut menyebabkan perjuangan rakyat sulit mencapai kemenangan secara maksimal.

3. Hal-Hal yang Dapat Dicatat dari Hasil Pengamatan Teman

Dari hasil pengamatan terhadap pekerjaan teman, terdapat beberapa hal penting yang dapat dicatat, antara lain:

  • Adanya perbedaan tokoh dan daerah perlawanan.
  • Perbedaan strategi yang digunakan dalam melawan Belanda.
  • Beberapa perlawanan dipimpin oleh tokoh agama.
  • Sebagian lainnya dipimpin oleh bangsawan atau pemimpin adat.

Perbedaan latar belakang tersebut memperkaya pemahaman siswa mengenai beragam bentuk perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme.

 

Sekolah di Bengo Bone Krisis Air Bersih: Bantu Kami Kasian!

0

SDN 146 Bengo di Desa Bengo Kecamatan Bengo Kabupaten Bone alami krisis air bersih. Akibatnya, berbagai keperluan yang membutuhkan air bersih menjadi terganggu di sekolah ini. Hal ini mengemuka saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun 2027 di Kantor Desa Bengo, Rabu (21/1/2026)

Perwakilan SD 146 Bengo di Musrenbang Desa Bengo mengatakan, kekurangan air masih dirasakan warga SD 146 Bengo. Berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil yang diinginkan.

“Sekolah saya kekurangan air, sudah bor, dua kali ganti dinamo tapi barangkali airnya yang habis, “ungkap perwakilan SD 146 Bengo saat sesi menyampaikan usulan di Musrenbang.

Dalam forum untuk menyerap aspirasi tersebut, perwakilan sekolah menjelaskan, atas krisis air bersih yang dialami sekolah, orang tua siswa mengusulkan untuk membangun sumur.

Usulan tersebut telah berupaya direalisasikan oleh pihak sekolah, namun hingga saat ini belum selesai. Kendati demikian, pihak sekolah berterima kasih atas usulan dan partisipasi seluruh orangtua siswa selama ini.

” Jadi saya mohon lagi kepada orang tua siswa, bantu kami kasian (selesaikan pengerjaan sumur), dimaklumi saja karena sekolah kami tak ada laki-laki, “ungkapnya.

” Saya mohon dengan sangat kepada orang tua siswa agar membantu kami melancarkan airnya. Semua bahan telah siap, kalau bukan laki-laki yang kerja kita tak bisa apa-apa, “lanjutnya.

Kedes Bengo Siap Turun Tangan Bantu Sekolah Krisis Air Bersih

Menanggapi usulan tersebut, Kades Bengo A Arifin meminta pihak sekolah untuk membangun komunikasi dengan Ketua Komite sekolah agar segera menemukan solusi.

“Konsultasi Ketua Komite, kalau memang tak sanggup kerja, panggil/undang orang tua siswa, undang juga Pemdes, supaya ada pola kerja sama, “ungkapnya

Kades mengaku siap turun tangan membantu sekolah menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Hal ini sebagai bentuk respon Pemdes terhadap apa yang dibutuhkan di wilayah pemerintahannya.

“Jadi solusinya seperti itu, InsyaAllah, “pungkasnya.

Sawah Dilanda Kekeringan, Petani di Bone Gagal Panen

0

Ratusan hektar sawah tadah hujan gagal panen di Desa Gona Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penyebab gagal panen ini lantaran hujan belum turun secara merata di daerah tersebut.

Akibatnya, tanaman padi kekurangan asupan air disaat mulai keluar buah, hingga membuat batang dan daun layu.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, rata-rata buruh tani yang menanggung biaya kelola sawah.

“Pemilik sawah tidak bertanggung jawab atas kerugian para buruh tani”kata petani Hasibe kepada media ini

Ia menyebutkan, pengelolaan sawah berkisar Rp10.000.000. Biaya itu dilkeluarkan dalam proses pengelolaan namun gagal panen.

Di tempat lain, salah satu petani yang enggan disebut namanya mengatakan, terdapat empat lokasi sawahnya yang mengalami kekeringan musim ini.

Kepala Desa Gona yang berusaha di konfirmasi terkait jumlah masyarakat Desa Dona yang mengalami gagal panen padi, namun sedang di rumah sakit.

Laporan: HRS

Warga Tonggurambang Geruduk Kantor Bupati Nagekeo, Tolak Brigif dan Larangan TPU

0

Ratusan warga Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, yang terdiri atas forum pemuda, tokoh masyarakat, dan kelompok perempuan, menggelar aksi protes di hadapan Bupati Nagekeo, Kamis (22/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap larangan penggunaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) serta rencana pembangunan Brigade Infanteri (Brigif) di wilayah desa setempat.

Dalam aksi itu, masyarakat adat Mbay-Dhawe Desa Tonggurambang menyampaikan secara tegas tujuh poin tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Salah satu tuntutan utama adalah mendesak pemerintah segera membentuk tim kajian internal yang melibatkan Suku Dhawe untuk menelusuri dan mengkaji data serta dokumen terkait status kepemilikan tanah di Tonggurambang.

Warga juga menyatakan penolakan keras terhadap rencana pembangunan Brigif. Mereka menilai pembangunan tersebut berpotensi mempersempit ruang hidup masyarakat adat, termasuk mengancam akses terhadap lahan pemakaman yang telah digunakan secara turun-temurun.

Selain itu, warga meminta pemerintah daerah menjamin akses penuh dan bebas hambatan bagi masyarakat terhadap TPU Desa Tonggurambang. Menurut mereka, pembatasan penggunaan TPU telah mencederai nilai-nilai adat, kemanusiaan, serta hak dasar masyarakat.

Tuntutan lainnya mencakup realisasi janji pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Nagekeo guna menyelesaikan persoalan status tanah TNI AD di Desa Tonggurambang, serta peninjauan kembali Sertifikat Hak Pakai Nomor 1 Tahun 1980 yang dinilai bermasalah dan tidak transparan.

Massa aksi memberikan batas waktu 30 hari kepada pemerintah daerah untuk menindaklanjuti seluruh tuntutan tersebut. Apabila tidak ada kepastian hingga tenggat waktu yang ditetapkan, warga menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar dan melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Nagekeo.

Tuntutan Forum Pemuda Tonggurambang

  1. Segera membentuk tim kajian internal bersama Suku Dhawe untuk mencari dan mendalami data dan dokumen menyangkut status tanah Tonggurambang;
  2. Menolak dengan tegas rencana pembangunan Brigif di Desa Tonggurambang;
  3. Memastikan warga tetap memiliki akses penuh terhadap tempat pemakaman umum (TPU) Desa Tonggurambang tanpa hambatan dari pihak mana pun;
  4. Merealisasikan janji pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait penyelesaian status tanah TNI AD di Desa Tonggurambang;
  5. Meninjau kembali penerbitan Sertifikat Hak Pakai Nomor 1 Tahun 1980 di Desa Tonggurambang;
  6. Seluruh tuntutan ini harus ditindaklanjuti paling lambat dalam waktu 30 hari ke depan, terhitung sejak tuntutan ini dibacakan;
  7. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada kejelasan dalam menyelesaikan persoalan ini, kami akan melakukan aksi dan menurunkan massa yang lebih besar yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Nagekeo.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi kepentingan masyarakat dan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan.

“Dari kami, ada komitmen untuk melaksanakan tuntutan ini dengan mekanisme yang ada. Dalam waktu dekat kami pastikan akan membentuk tim kajian. Kami berharap tim ini dapat menjabarkan langkah-langkah penyelesaian atas persoalan yang disampaikan,” ujar Simplisius Donatus.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi hak-hak masyarakat, khususnya masyarakat adat.

“Sebagai pemerintah, kami wajib melindungi kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, kami berkomitmen menindaklanjuti tuntutan ini,” tegasnya.

Profil Nurfendi, Peraih Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025

0

Atlet para balap sepeda Indonesia, Nurfendi, menjadi sorotan publik setelah berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih di ajang ASEAN Para Games 2025 (2026), Rabu (21/1). Prestasi tersebut menjadi pembuka perjalanan Indonesia dalam ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara.

Medali emas itu diraih Nurfendi dari nomor men’s time trial B klasifikasi MB2, yang digelar di Suranaree University of Technology. Pada nomor ini, atlet tunanetra berlomba menggunakan sepeda tandem bersama seorang pilot.

Dalam perlombaan tersebut, Nurfendi tampil berpasangan dengan pilot Mufti Fadilah Salma. Keduanya mencatatkan waktu 41 menit 59,763 detik, sekaligus memastikan posisi teratas. Mereka unggul atas pasangan tuan rumah, Yokphanitchakit Surachai/Jetsada, yang finis di posisi kedua dengan waktu 42 menit 10,546 detik.

Konsistensi Sejak Level Asia

Keberhasilan di ASEAN Para Games bukanlah prestasi instan bagi Nurfendi. Ia telah menunjukkan performa stabil sejak tampil di Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China. Saat itu, ia berhasil merebut medali perunggu pada nomor 4.000 meter individual pursuit putra setelah tampil impresif di fase penentuan.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Nurfendi untuk terus berkembang di level internasional.

Berawal dari Atlet Goalball

Menariknya, perjalanan Nurfendi di dunia balap sepeda bermula secara tidak terduga. Sebelum terjun ke cabang ini, ia merupakan atlet goalball, olahraga khusus bagi penyandang tunanetra.

Ia menjadi bagian dari tim nasional goalball Indonesia yang sukses meraih medali perak pada ASEAN Para Games 2023 di Kamboja. Setelah pulang dari ajang tersebut, sekitar dua pekan kemudian, Nurfendi mendapat panggilan untuk mengikuti seleksi para balap sepeda.

Awalnya, ia mengaku terkejut dengan tawaran tersebut. Namun, Nurfendi memilih untuk menerima tantangan dan menjalani latihan intensif selama tiga bulan.

Tekad Kuat dan Kerja Keras

Atlet kelahiran Yogyakarta ini memang telah terbiasa menggunakan sepeda meski memiliki keterbatasan penglihatan. Dalam keseharian, ia sering bersepeda dari rumah menuju lapangan di sekitar tempat tinggalnya.

Kebiasaan tersebut menjadi modal penting saat ia mulai menekuni balap sepeda secara profesional. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Pada Asian Para Games 2023, Nurfendi sukses membawa pulang tiga medali untuk Indonesia.

Prestasi itu menjadi titik balik dalam kariernya sebagai atlet para balap sepeda.

Emas Pembuka untuk Merah Putih

Keberhasilan meraih emas di ASEAN Para Games 2025 semakin mengukuhkan posisi Nurfendi sebagai salah satu atlet andalan Indonesia. Medali tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol kebangkitan dan motivasi bagi seluruh kontingen nasional.

Emas yang diraihnya menjadi pembuka perjalanan tim Indonesia di ajang multievent tersebut, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para atlet lainnya.

Bukti Daya Saing Atlet Paralimpik Indonesia

Prestasi Nurfendi menunjukkan bahwa atlet para balap sepeda Indonesia mampu bersaing di level regional bahkan internasional. Meski menghadapi tantangan fisik dan teknis yang besar, mereka tetap mampu tampil kompetitif melalui latihan disiplin dan mental yang kuat.

Keberhasilan ini juga mencerminkan perkembangan positif olahraga paralimpik di Indonesia, yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.

 

Tabel Shio 2026 dan Urutan Elemen Lengkap

0

Tahun 2026 dalam kalender astrologi Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api (Fire Horse), yaitu perpaduan antara karakter shio Kuda yang aktif dan penuh semangat dengan unsur Api yang melambangkan energi, keberanian, dan dorongan perubahan.

Periode Kuda Api ini termasuk dalam siklus enam puluh tahunan yang disebut siklus seksagesimal. Dalam kepercayaan Tionghoa, siklus tersebut diyakini membawa pengaruh kuat, bersifat transformatif, serta menghadirkan berbagai tantangan, baik dalam kehidupan sosial maupun perkembangan pribadi.

Memasuki tahun 2026, susunan shio, tahun kelahiran, serta elemen pendampingnya menjadi acuan penting bagi banyak orang untuk membaca arah energi yang mendominasi sepanjang tahun dan memahami peluang serta dinamika yang mungkin muncul.

Tabel Shio 2026 dan Urutan Elemen Lengkap

Berikut tabel Shio 2026 dan Urutan Elemen Lengkap

Shio Tahun Kelahiran Utama Sifat Dasar Elemen
Kuda 1966, 1978, 1990, 2002, 2014, 2026 Api (Yang)
Kambing 1967, 1979, 1991, 2003, 2015, 2027 Tanah
Monyet 1968, 1980, 1992, 2004, 2016, 2028 Logam
Ayam 1969, 1981, 1993, 2005, 2017, 2029 Logam
Anjing 1970, 1982, 1994, 2006, 2018, 2030 Tanah
Babi 1971, 1983, 1995, 2007, 2019, 2031 Air
Tikus 1972, 1984, 1996, 2008, 2020, 2032 Air
Kerbau 1973, 1985, 1997, 2009, 2021, 2033 Tanah
Macan 1974, 1986, 1998, 2010, 2022, 2034 Kayu
Kelinci 1975, 1987, 1999, 2011, 2023, 2035 Kayu
Naga 1976, 1988, 2000, 2012, 2024, 2036 Tanah
Ular 1977, 1989, 2001, 2013, 2025, 2037 Api (Yin)

 

Kumpulan Contoh Soal Numerasi SD Lengkap dengan Pembahasan

0

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), numerasi adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar.

Sementara itu, menurut Goos, Dole, dan Geiger (2011) dalam buku Numerasi Pembelajaran Matematika SD Berbasis E-Learning, numerasi diartikan sebagai kemampuan atau kecakapan menggunakan pengetahuan tentang bilangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Pendapat tersebut diperkuat oleh Tim Gerakan Literasi Nasional (GLN) tahun 2017 yang menyatakan bahwa numerasi sangat dibutuhkan untuk menganalisis, menafsirkan, dan memecahkan masalah nyata dengan memanfaatkan angka serta simbol matematika sesuai kebutuhan.

Dengan demikian, numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga keterampilan berpikir yang membantu siswa memahami dunia di sekitarnya.

Manfaat Mempelajari Numerasi bagi Siswa SD

Mempelajari numerasi memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Melatih kemampuan berpikir logis dan kritis.
  2. Membantu siswa memahami masalah sehari-hari secara matematis.
  3. Membiasakan siswa membaca dan memahami soal cerita.
  4. Mengajarkan siswa mengambil keputusan berdasarkan perhitungan yang tepat.
  5. Meningkatkan kesiapan siswa dalam jenjang pendidikan berikutnya.

Kumpulan Contoh Soal Numerasi SD dan Pembahasannya

Berikut ini adalah kumpulan contoh soal numerasi SD yang disusun secara lengkap dan disertai pembahasan langkah demi langkah agar mudah dipahami.

1. Soal Diskon (Persentase)

Toko distributor “Murah Meriah” menjual berbagai produk seperti tas, baju, dompet, dan sepatu. Harga produk favorit adalah Rp50.000,00 per barang. Toko tersebut memberikan diskon sebagai berikut:

  • Beli 3 barang: diskon 4%
  • Beli 5 barang: diskon 9%
  • Beli 10 barang: diskon 19%

Sarah membawa uang sebesar Rp150.000,00 untuk berbelanja di toko tersebut.

Pertanyaan:
Berapa persen diskon yang diperoleh Sarah?

Jawaban dan Pembahasan:
Uang yang dimiliki Sarah adalah Rp150.000,00.
Harga satu produk favorit adalah Rp50.000,00.

Jumlah barang yang bisa dibeli Sarah:
3 × Rp50.000,00 = Rp150.000,00

Artinya, Sarah membeli 3 barang produk favorit.
Diskon yang berlaku untuk pembelian 3 barang produk favorit adalah 4%.

Kesimpulan:
Persentase diskon yang diperoleh Sarah adalah 4%.

2. Soal Pembagian

Sebuah toko memiliki 32 buah apel. Apel-apel tersebut akan dimasukkan ke dalam 4 keranjang dengan jumlah yang sama.

Pertanyaan:
Berapa jumlah apel di setiap keranjang?

Jawaban dan Pembahasan:
Untuk mengetahui jumlah apel di setiap keranjang, lakukan operasi pembagian.

32 ÷ 4 = 8

Kesimpulan:
Setiap keranjang berisi 8 buah apel.

3. Soal Penjumlahan (Selisih Bilangan)

Pak Adi memetik buah rambutan dari dua pohon.

  • Pohon pertama menghasilkan 348 buah rambutan.
  • Pohon kedua menghasilkan buah lebih banyak dari pohon pertama.
  • Selisih jumlah buah antara pohon pertama dan kedua adalah 126 buah.

Pertanyaan:
Berapa jumlah buah rambutan dari pohon kedua?

Jawaban dan Pembahasan:
Jumlah buah pohon kedua diperoleh dengan menambahkan selisih pada hasil pohon pertama.

348 + 126 = 474

Kesimpulan:
Jumlah buah rambutan di pohon kedua adalah 474 buah.

4. Soal Perkalian (Menghitung Ubin)

Sebuah kamar memiliki ukuran 4 meter × 8 meter.
Ayah ingin mengganti seluruh ubin kamar tersebut dengan ubin berukuran 40 cm × 40 cm.

Pertanyaan:
Berapa jumlah ubin yang dibutuhkan?

Jawaban dan Pembahasan:
Ubah ukuran kamar ke satuan sentimeter:

  • 4 meter = 400 cm
  • 8 meter = 800 cm

Jumlah ubin sepanjang kamar:
400 ÷ 40 = 10 ubin

Jumlah ubin lebar kamar:
800 ÷ 40 = 20 ubin

Total ubin:
10 × 20 = 200

Kesimpulan:
Jumlah ubin yang dibutuhkan adalah 200 ubin.

5. Soal Perkalian dan Penjumlahan (Uang)

Dino memiliki:

  • 4 lembar uang Rp5.000,00
  • 3 lembar uang Rp2.000,00

Pertanyaan:
Berapa total uang yang dimiliki Dino?

Jawaban dan Pembahasan:
Nilai uang Rp5.000:
4 × Rp5.000 = Rp20.000

Nilai uang Rp2.000:
3 × Rp2.000 = Rp6.000

Total uang:
Rp20.000 + Rp6.000 = Rp26.000

Kesimpulan:
Total uang yang dimiliki Dino adalah Rp26.000,00.

6. Soal Luas Persegi Panjang

Sebuah persegi panjang memiliki:

  • Panjang 10 cm
  • Lebar 5 cm

Pertanyaan:
Berapa luas persegi panjang tersebut?

Jawaban dan Pembahasan:
Rumus luas persegi panjang:
Panjang × Lebar

10 × 5 = 50

Kesimpulan:
Luas persegi panjang adalah 50 cm².

7. Soal Volume Balok

Siti ingin membeli akuarium berbentuk balok dengan ukuran:

  • Panjang 15 cm
  • Lebar 10 cm
  • Tinggi 8 cm

Pertanyaan:
Berapa volume akuarium tersebut?

Jawaban dan Pembahasan:
Rumus volume balok:
Panjang × Lebar × Tinggi

15 × 10 × 8 = 1.200

Kesimpulan:
Volume akuarium adalah 1.200 cm³.