SDN 146 Bengo di Desa Bengo Kecamatan Bengo Kabupaten Bone alami krisis air bersih. Akibatnya, berbagai keperluan yang membutuhkan air bersih menjadi terganggu di sekolah ini. Hal ini mengemuka saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun 2027 di Kantor Desa Bengo, Rabu (21/1/2026)
Perwakilan SD 146 Bengo di Musrenbang Desa Bengo mengatakan, kekurangan air masih dirasakan warga SD 146 Bengo. Berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil yang diinginkan.
“Sekolah saya kekurangan air, sudah bor, dua kali ganti dinamo tapi barangkali airnya yang habis, “ungkap perwakilan SD 146 Bengo saat sesi menyampaikan usulan di Musrenbang.
Dalam forum untuk menyerap aspirasi tersebut, perwakilan sekolah menjelaskan, atas krisis air bersih yang dialami sekolah, orang tua siswa mengusulkan untuk membangun sumur.
Usulan tersebut telah berupaya direalisasikan oleh pihak sekolah, namun hingga saat ini belum selesai. Kendati demikian, pihak sekolah berterima kasih atas usulan dan partisipasi seluruh orangtua siswa selama ini.
” Jadi saya mohon lagi kepada orang tua siswa, bantu kami kasian (selesaikan pengerjaan sumur), dimaklumi saja karena sekolah kami tak ada laki-laki, “ungkapnya.
” Saya mohon dengan sangat kepada orang tua siswa agar membantu kami melancarkan airnya. Semua bahan telah siap, kalau bukan laki-laki yang kerja kita tak bisa apa-apa, “lanjutnya.
Kedes Bengo Siap Turun Tangan Bantu Sekolah Krisis Air Bersih
Menanggapi usulan tersebut, Kades Bengo A Arifin meminta pihak sekolah untuk membangun komunikasi dengan Ketua Komite sekolah agar segera menemukan solusi.
“Konsultasi Ketua Komite, kalau memang tak sanggup kerja, panggil/undang orang tua siswa, undang juga Pemdes, supaya ada pola kerja sama, “ungkapnya
Kades mengaku siap turun tangan membantu sekolah menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Hal ini sebagai bentuk respon Pemdes terhadap apa yang dibutuhkan di wilayah pemerintahannya.
“Jadi solusinya seperti itu, InsyaAllah, “pungkasnya.
