Beranda blog Halaman 3377

Jawab Tantangan Pemerintah, Unhas Launching Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai babak baru pengembangan program studi kekinian. Dorongan kuat pemerintah agar PT membuka prodi berdasarkan kebutuhan dan perkembangan global. Unhas menjawab tantangan itu dengan membuka Program Studi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu.

Program Studi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu tersebut telah diresmikan dan memulai kuliah perdana pada Sabtu, 9 Februari 2019 di Ruang Senat Fakultas Kedokteran Unhas.

“Kuliah perdana dan launching prodi baru ini merupakan akhir dari proses panjang dalam menjembatani harapan pemangku kepentingan dan Unhas sebagai institusi pendidikan. Ini juga menjadi awal dari proses pembelajaran yang harus tetap mengedepankan kualitas,” kata Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D.

Launching prodi ini dilakukan  oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas. Sedangkan kuliah perdana terhadap 36 orang mahasiswa baru, dibawakan oleh Kepala Pusat Pelatihan SDM Kementerian Kesehatan, dr Ahmad Soebagyo, MARS. Selain itu, turut hadir Dekan FK, Dekan Fakultas Keperawatan, Ketua Departemen dan Prodi dalam lingkup kesehatan.

Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu merupakan kerjasama antara Unhas dan Kabupaten Asmat Propinsi Papua.

Terjadinya kasus campak dan gizi buruk di Agats Kabupaten Asmat di awal Januari 2018 turut dipikirkan dan ditindaklanjuti oleh sivitas akademika Unhas. Tanggung jawab intelektual sebagai “hub” pendidikan tinggi Indonesia Timur senantiasa dikumandangkan dari akal dan nurani warga Unhas.

Dekan Fakultas Kedokteran, Prof Budu sebagai penanggungjawab prodi ini menjelaskan awal mula kerjasama ini, ditandai dengan pengiriman tim Unhas ke Asmat pada awal Februari 2018 yang terdiri dari dokter dan residen senior sebanyak 19 orang.

“Dari pengamatan lapangan, Unhas melihat persoalan di Asmat tidak bisa hanya diselesaikan dalam jangka waktu pendek. Harus ada langkah konkrit jangka panjang yang Unhas harus lakukan untuk mempersiapkan generasi masa depan Papua melalui pendidikan khusus untuk itu,” kata Budu.

Prodi Vokasi ini telah melakukan tes seleksi masuk pada bulan Agustus 2018 yang dilaksanakan di Asmat. Ada 36 orang pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi. Dan di akhir tahun 2018, 36 mahasiswa baru ini datang ke Makassar untuk memulai proses adaptasi. “Nantinya prodi ini akan dibina oleh tenaga pengajar dari lintas fakultas dibidang kesehatan (FK, FKG, FKM, FKeperawatan, FFarmasi),” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, menyampaikan selamat atas launching dan kuliah perdana Prodi Vokasi Kesehatan Terpadu. “Ini adalah penegasan komitmen Unhas untuk selalu memberikan kontribusi terbaiknya sebagai tanggung jawab sosial universitas (communiversity). Selain itu, sebagai universitas kemanusiaan (humaniversity), langkah nyata seperti ini akan terus digelindingkan oleh Unhas ,” tutupnya. (FP)

KONI Barru Apresiasi AAC Selenggarakan Lomba Panahan

0

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Kejuaran Panahan yang diselenggarakan Arriada Archery Club (AAC) selama dua hari di lapangan depan Terminal Type A Pekkae Tanete Rilau dengan melombakan dua kategori yakni Standar Bow 30 Meter dewasa (Pro) dan Standar Bow 20 meter dewasa pemula, diapresiasi oleh KONI Kabupaten Barru.

Sekertaris KONI Kabupaten Barru, Alimin yang hadir menyaksikan lomba dan menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba mengatakan, “KONI Kabupaten Barru sangat mengapresiasi bila ada induk organisasi atau club yang menyelenggarakan pertandingan atau lomba dalam rangka menggiatkan semangat olahraga demi kemajuan dan prestasi olahraga di Barru,” kata Alimin.

Alimin berharap, kegiatan seperti yang dilakukan AAC dapat memotivasi club dan induk cabang olahraga lainnya untuk menyelenggarakan lomba pada even – even selanjutnya untuk kemajuan olahraga di Barru.

Ketua AAC Barru, Muh Kasang, mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak KONI dan sponsor yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. “Dengan semangat kebersamaan kegiatan ini berjalan dengan lancar,” tandas Muh Kasang.

 

Sekedar informasi, lomba yang diselenggarakan AAC berlangsung selama dua hari dan final pada hari Minggu, 10/2/19 dan diikuti 40 peserta. Adapun pemenangnya adalah Arinal alias irwan sebagai juara pertama kategori Standar Bow dewasa (Pro) dan Murdiansyah juara pertama kategori standar Bow 20 meter pemula.

Turnamen yang diselenggarakan AAC kata Sugiharto, salah seorang panitia adalah dalam rangka memeriahkan hari jadi Kab Barru ke 59 pada bulan Februari ini.

Reporter: Rustam

Dirikan Profesi Kesehatan Masyarakat, FKM Unhas Gelar Pertemuan

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Pertemuan yang digelar oleh pengelola Prodi Kesehatan Masyarakat FKM Unhas dengan sejumlah tamu yang terkait dibidangnya, untuk membericarakan Pembentukan Profesi Kesehatan Masyarakat Unhas yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 8-9 Februari 2019 di Gedung FKM Unhas.

Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber dari fakultas kesehatan masyarakat Universitas Diponegoro Semarang, Farid Agus Hybana, SKM., DEA., Ph D.

Dalam pemaparannya, Farid Agus menyampaikan tentang Draf Pendidikan Profesi Kesehatan Masyarakat, dimana fakultas tersebut telah menyiapkan draf pendidikan kesehatan masyarakat lebih dulu. Model pendidikan yang ditawarkan adalah model pendidikan profesi secara reguler dimana model tersebut bisa diterapkan setelah adanya sistem RPL.

Berbagai tanggapan lahir dari peserta diantaranya, Muhammad Husni Thamrin, SKM., MKes., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Husni mengatakan, Dinas Kesehatan sebagai pengguna menyambut baik pendidikan profesi kesehatan masyarakat, karena merupakan tuntutan undang-undang ataupun kebutuhan masyarakat. Menurutnya, profesi yang dibutuhkan adalah profesi kesehatan masyarakat bukan jurusan per jurusan. Oleh karena itu, ada tiga hal yang perlu dimiliki oleh seorang SKM dalam kaitan dengan pendidikan profesi ini.

“Tiga kompetensi yang harus dimiliki seorang SKM yaitu, kemampuan diagnosa masyarakat, kemampuan administrator kesehatan dan sebagai promotor kesehatan,” paparnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Tim Task Force Pembentukan Profesi Kesehatan Masyarakat Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM, M Kes., MSc PH, PhD., bahwa terdapat tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang SKM dalam pengembangan profesi kesehatan masyarakat yaitu kemampuan asesmen, pengembangan kebijakan dan jaminan. “Ketiga kemampuan inilah yang menjadi rujukan kompetensi dan capaian pembelajaran,” katanya.

Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM., M Kes., MSc PH juga menambahkan, selain kompetensi tersebut seorang SKM pada masa yang akan datang terutama dalam era 4.0 ini harus memiliki kemampuan kritis, inovasi, leadership dan kemampuan IT yang tinggi.

Selain itu, Dr Arlin Adam, SKM., M Si., sebagai aktivis LSM dan juga sebagai Dekan FKM UPRI yang memiliki banyak pengalaman di masyarakat mengatakan, profesi kesehatan masyarakat ini harus dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di sektor kesehatan pada berbagai tingkatan.

“Karena seorang SKM dapat pula bekerja misalnya, di BKKBN, Dinas Ketahanan Pangan dan Gizi, Dinas Pariwisata, Pemberdayaan Masyarakat bahkan seorang SKM dapat bekerja sebagai seorang kepala desa ataupun camat. Oleh karena itu, pendidikan profesi ini harus mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan sektor tersebut baik pada level pemerintah maupun pada level masyarakat,” tutupnya. (FP)

Kantongi Akreditas Internasional, FKM Unhas Didukung Dirikan Pendidikan Profesi Kesehatan Masyarakat

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), pemegang akreditasi A dan akreditas internasional AUN-QA merupakan salah satu pembina institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat di Indonesia khususnya Indonesia Bagian Timur. Itulah sebabnya banyak institusi pendidikan kesehatan masyarakat yang mendorong dan terus mendukung pendirian Pendidikan Profesi Kesehatan Masyarakat di Unhas.

Merespon berbagai tuntutan terutama bagi para pengelola Prodi Kesehatan Masyarakat, FKM Unhas menggelar pertemuan yang berlangsung  selama dua hari, Jumat-Sabtu, 8-9 Februari 2019 di Gedung FKM Unhas.

Ketua Tim Task Force Pembentukan Profesi Kesehatan Masyarakat Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM, M Kes., MSc PH, PhD., mengatakan bahwa, sedianya pertemuan ini hanya mendatangkan kalangan internal saja terutama yang ada di FKM Unhas, namun karena permintaan dari berbagai pihak, maka diundang beberapa dekan dan atau ketua program studi yang ada di Indonesia Bagian Timur khususnya di Sulawesi Selatan.

Sekita 30 orang hadir dalam pertemuan tersebut dari berbagai kalangan, baik dari penyelenggara pendidikan maupun pengguna atau user, diantaranya: Wakil Dekan Bidang Akademik FKM UMI, Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat STIK Tamalate, Dekan UPRI Makassar, Ketua Program Studi FKM Universitas Tadulako, Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauiddin, Ketua Program Studi STIK Makassar. Selain itu juga hadi perwakilan dari FKM di Universitas Sulawesi Barat dan juga Pengguna Alumni Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan beberapa peserta lainnya.

Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM, M Kes., M Med Ed., dalam sambutannya menyampaikan bahwa profesi kesehatan masyarakat  merupakan jawaban atas segala permasalahan SKM yang sering meresahkan.

“Salah satu masalah yang sering dikeluhkan SKM adalah adanya kewajiban mengikuti ujian kompetensi sebagai syarat untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi. Padahal secara regulasi UU no. 36/2014, STR  diwajibkan bagi jalur pendidikan vokasi dan profesi sedangkan jalur akademik  S1, tidak termasuk wajib STR,” terang  Aminuddin.

Dengan alasan tersebut, sambungnya, maka pembentukan profesi  kesehatan masyarakat diharapkan dapat menjadi solusi bagi menyatunya antara Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Pertemuan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Pendidikan Profesi Insinyur sebagai lesson learnt yaitu, Ilham Bakri, Dr., Eng. M.Sc.ST, IPM.

Dalam pemaprannya, Ilham banyak bercerita tentang pengalaman fakultas teknik dalam pembukaan pendidikan profesi keinsinyuran termasuk tantangan yang dihadapi. “Sebagai prodi baru yang dibuka di Indonesia yang perlu dilakukan adalah mencoba mencari dasar hukum, pasal ataupun ayat yang relevan dengan pembentukan profesi tersebut,” jelasnya.

Ia juga menyarankan untuk pembentukan profesi kesehatan masyarakat yang baru perlu ada dasar hukum yang kuat yang mengacu kepada peraturan Kemenristekdikti dan Undang-undang kesehatan di Indonesia.

“Prinsipnya, cari pasal yang relevan untuk pembentukan profesi kesehatan masyarakat tersebut. Model pertama yang bisa digunakan oleh profesi kesehatan masyarakat sama dengan model profesi insinyur yaitu dalam bentuk recognition pengalaman lampau (RPL),” paparnya. (FP)

 

SD Inpres 3/77 Kembali Raih Akreditasi B, Sertifikat Diterima Secara Online

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Tim asesor Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan (BAN SM) telah menyambangi sejumlah sekolah di Kabupaten Bone beberapa waktu lalu. Mereka telah visitasi dalam rangka akreditasi beberapa sekolah.

Salah satunya Sekolah Dasar (SD) Inpres 3/77 Tadang Palie, desa Tadang Palie, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone. Sekolah ini, meraih akreditasi B.

Kapala SD Inpres 3/77 Tadang Palie H Muh Asryad SPd mengatakan, beberapa waktu lalu sekolahnya divisitasi tim akreditasi BAN SM. Ia menyebutkan, sebelumnya sekolah yang dipimpinnya telah meraih akreditasi B dari BAN SM Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil akreditasi berikutnya pun kembali meraih akreditasi B dengan nilai 85.

Arsyad mengakui masih ada sejumlah standar kompetensi yang tidak maksimal dilingkup sekolahnya, sehingga belum mampu meraih akreditasi A. Walau demikian ia juga mengaku sangat bersyukur telah mempertahakan akreditasi sekolahnya.

“Alhamdulillah, masih bisa bertahan di akreditasi B, sama akreditasi sebelumnya. Sertifikat Akreditasinya sudah kami terima secara online,”kata Muh Arsyad saat ditemui FAJAR PENDIDIKAN, Sabtu (9/2/2019).

Sebagaimana diketahui akreditasi sangat penting, sebab merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sekolah. Paling tidak, hasil akreditasi akan berdampak pada sekolah, seperti memberikan informasi tentang kelayakan sekolah, memberikan pengakuan peringkat kelayakan dan memberikan pertanggungjawaban kepada stakeholder sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Reporter: Abustan

Dinilai Sehat, Bupati Barru Apresiasi RAT KP-RI Handayani Tanete Rilau

0

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Bupati Barru, Ir H Suardi Saleh MSi mengapresiasi Koprasi Handayani Tanete Rilau atas keberhasilan Koprasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (KP-RI) tersebut masuk Koprasi  sehat.

Hal itu dikatakan H Suardi Saleh saat membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koprasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Handayani di Aula Kantor KPRI Handayani Padaelo, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Sabtu (9/2/2019).

H Suardi Saleh mengapresiasi atas pelakasanaan RAT KPRI Handayani tersebut. “Kami sangat bangga dan mengapresias pelaksanaan RAT pada hari ini, karena termasuk Koprasi yang dapat kita nilai sehat dan ke 5 dari KPRI yang telah melaksanakan RAT di daerah kita ini”, ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada para pengurus Koprasi,  untuk lebih memperhatikan manajemen Koprasi dan menghimbau semua anggota  bertanggug jawab menjaga aset koprasi agar terus meningkat.

RAT Ke 33 Tahun Buku 2018 kali ini  mengusung tema, Maju Koprasi Keparcayaan Komitmen dan Partisipasi Anggota untuk Kesejahtraan Bersama. Kegiatan itu juga bertujuan menyampaikan dan membahas serta mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas tahun 2018 dan membentuk tim perumus rencana kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja KP-RI Handayani Tahun Buku 2019.

Tampak hadir dalam kesempatan itu, Ketua KP-RI Handayani, Ketua KR-PI Kab. Barru, Pengawas, serta pengrus dan anggota KP-RI Handayani.

Reporter: Abd Latif Ahmad

Siswa SD Kecamatan Pujananting Ikuti Lomba Senam Germas Ceria

0

Barru-FAJARPENDIDIKAN.co.id – Siswa Sekolah Dasar dalam wilayah Kecamatan Pujananting mengikuti seleksi lomba senam Germas Ceria, di Gedung PKG Pujananting ,sabtu 9/2/19.

Para kepala sekolah wilayah kecamatan pujananting menyaksikan lomba senam Germas Ceria

Lomba Senam Germas diadakan dalam rangka hari jadi Kabupaten Barru ke 59 yang diikuti Tim perwakilan sekolah masing- masing.

Pengawas Sekolah dasar kecamatan pujananting Hasanuddin,S.Pd M Pd mengatakan, lomba senam germas tingkat kecamatan pujananting berlangsung sehari dan yang berhasil meraih juara satu sampai juara ketiga akan berhak mengikuti lomba senam Germas Ceria tingkat Kabupaten Barru pada tanggal 14 pebruari mendatang.

“Insha Allah berkat latihan anak anak dan kerjakeras para guru,pihaknya siap bersaing di tingkat Kabupaten”ujar Hasanuddin

Hasanuddin menambahkan,Senam Germas di Wilayah Kecamatan Pujananting sudah memasyarakat,mulai sekolah dasar hingga masyarakat sudah melaksanakannya, terlebih Pemkab Barru melalui dinas pemuda dan olahraga bersama dinas kesehatan dan dinas pendidikan aktip mensosialisasikan senam tersebut.

Reporter: Rustam

Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat Unhas Gelar Kuliah Perdana

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Program studi Doktor Kesehatan Masyarakat menggelar kuliah perdana yang di selenggarakan pada Jumat 8 Februari 2019 di ruang K225 FKM Unhas. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa mengangkat tema  “Philosophy Public Health  dan Technology Gen 4.0”.

Kuliah perdana tesebut dibuka oleh ketua program studi Doktor Kesehatan Masyarakat, Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM., M Kes., MSc PH. Dalam sambutannya, Ridwan menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan basis keilmuan philosofis kesehatan masyarakat yang kuat menyambut teknologi Gen 4.0.

“Kegiatan kuliah perdana ini diharapkan dapat berjalan secara reguler minimal satu kali dalam satu semester. Kita perlu pengayaan materi kesehatan masyarakat dari berbagai pakar dan narasumber baik dalam negeri maupun luar negeri,” terang Ridwan.

Ada dua pemateri kunci yang hadir dalam kuliah perdana tersebut, yaitu Prof Dr  Nur Nasri Noor, MPH dan Prof dr Irawan Yusuf, Ph.D.

Secara singkat, Prof Nur yang juga merupakan pendiri dan Dekan FKM Unhas pada masanya, mengurai keilmuwan  filsafat kesehatan masyarakat dari aspek ontologi, epistemiologi dan aksiologi kesehatan masyarakat.

Sementara, Prof Irawan yang merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas pada masanya, menguraikan shift paradigm layanan kesehatan dari tradisional ke kesehatan moderen. Perubahan kultural dari agraris ke digital society. Menurutnya, seluruh pembelajar untuk percepatan perlu memahami kebutuhan layanan kesehatan.

Mahasiswa program studi doktor tersebut sangat antusias mengikuti kuliah perdana ini. Kebanyakan dari mereka yang juga bekerja di berbagai institusi baik dinas kesehatan, puskemas, rumah sakit maupun yang bekerja sebagai tenaga pendidik, memberikan tanggapan kepada para narasumber terkait dengan pengalamannya.

Mereka mengungkapkan bahwa pendekatan kesehatan masyarakat ini sangat penting, dimana kajian sosial kedokteran dan kesehatan menjadi sangat dibutuhkan sehingga pemahaman kesehatan tidak hanya dalam pengertian kuratif semata.(FP)

FKM Unhas Gandeng Kemenkes Gelar Sosialisasi Pencegahan PTM Melalui Germas

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus FKM Unhas, Jumat, 8 Februari 2019.

Dalam sambutannya Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM, M Kes., M Med Ed., mengatakan, Germas merupakan salah satu kesadaran baru dari Departemen atau Kementerian Kesehatan.  “Kalau selama ini aspek kuratif terkesan menjadi solusi menyelesaikan seluruh masalah kesehatan, sehingga hampir seluruh sumber dana difokuskan pada aspek kuaratif-rehabilitatif, maka dengan adanya Germas menjadi entry point untuk membuka jalan baru pada aspek promotif,” jelas Aminuddin.

Dengan Germas, sambungnya, maka FKM menjadi institusi yang bisa mengakselerasi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. “Salah satu indikator yang bisa dipakai untuk memastikan keseriusan departemen kesehatan adalah peningkatan alokasi anggaran pada aspek promotif-preventif. Jika alokasi anggaran konsisten bersesuaian dengan program Germas, maka dapat dipastikan bahwa akan terjadi pergeseran pola penyakit di masyarakat,” terangnya.

Germas tersebut dikemas kedalam beberapa kegiatan diantaranya, senam Germas, pemeriksaan gula darah, kolseterol, pengukuran Tinggi Badan dan Berat Badan serta lingkar perut. Kegiatan ini dilakukan terhadap sekitar 200 orang meliputi dosen, pegawai, mahasiswa bahkan dharma wanita yang difasilitasi oleh staf dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Apalagi dilakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis dan juga disuguhkan makanan tradisional bergizi sesuai anjuran para tenaga ahli gizi masyarakat misalnya kacang rebus, ubi jalar ungu, pisang rebus dan sebagainya,” tutur Aminuddin.

Selain itu, juga dilakukan kegiatan sosialisasi Germas yang dibawakan oleh Sri Ridha Hasanah, SKM dari Staf Subdit Penyakit Kanker dan Kelainan Darah P2PTM Kementerian Kesehatan. Dalam sosialisasinya, Ridha banyak menguraikan bahwa untuk mewujudkan masyarakat hidup sehat seseorang dapat menerapkan gaya hidup Cerdik. “Cerdik adalah singkatan dari C adalah Cek kondisi kesehatan secara berkala; E adalah Enyahkan asap rokok; R adalah Rajin melakukan aktivitas fisik; D adalah Diet sehat dengan mengonsumsi jumlah kalori yang seimbang; I adalah Istirahat yang cukup; dan K adalah Kendalikan stress,” jelas Ridha. (FP)

Diknas Barru Menggelar Rapat Laporan Penggunaan Anggaran 2018

0

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan Kabupaten Barru melaksanakan rapat pertanggungjawaban pengunaan dana sekolah tahun anggaran 2018 di aula pertemuan lantai II Kantor Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Jumat (8/2/2019).

Rapat tersebut dipimpin langsung Kepala Diknas Barru, Dr Ir Abustan MSi didampingi Sekertaris dan Kabid Dikdas Diknas Barru serta dihadiri para pengawas dan  237 Kepala SD dan SMP se- Kabupaten Barru.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Diknas Barru, Zainal Abidin Beddu Calla usai acara menyampaikan, bila pemeriksaan laporan keuangan daerah tahun anggaran 2018 SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Barru oleh BPK Perwakilan Sulawesi Selatan amatlah penting.

“Sehingga kami mengundang seluruh pengawas dan Kepala SD, SMP, untuk menghadiri rapat ini”, jelas Zainal B. Calla.

Menurut Zainal, pentingnya hal tersebut dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi kelengkapan laporan pertanggungjawaban  sekolah terkait penggunaan anggaran Dana BOS, Bosda dan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2018.

“Hal ini kita lakukan, untuk mempersiapkan kelengkapan laporan pertunggungjawaban penggunaan dana BOS, Bosda serta Dana PIP Tahun Anggaran 2018 diseluruh sekolah sehubungan dengan pemeriksaan oleh BPK selama satu bulan, mulai pada 7 Februari hingga 9 Maret 2019 yang akan datang di Kabupaten Barru”, ungkapnya.

Reporter: Abd Latif Ahmad