Beranda blog Halaman 3390

Faktanya Cacing Tanah Sangat Sehat Untuk Dikonsumsi

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id—Kebanyakan orang akan menganggap  cacing sebagai hewan yang  menjijikan. Karena cacing bergerak dan menggeliat. Hal ini membuat geli beberapa orang. Namun tidak denga ilmuawan medis.

Dalam kurun waktu bertahun-tahun para ilmuwan selalu menyelidiki manfaat cacing bagi dunia medis. Usaha para ilmuwan akhirnya membuahkan hasil.

Diketahui beberapa cacing dapat menjjadi obat bagi manusia, diantaranya cacing tanah dan cacing sonari. Cacing tanah dapat memberikan sumber nutrisi yang besar karena cacing ini mengandung vitamin dan mineral yang tinggi seperti zat besi dan kalsium.

Selain itu, cacing tanah juga mengandung asam amino yang cukup tinggi. Cacing tanah ini juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi peradangan, proses oksidasi, hematologi, dan indikator serum biokimia.

Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa cacing tanah adalah obat alami untuk mengatasi gangguan sistem syaraf.

Manfaat lain dari cacing tanah yaitu sebagai agen pengawas polusi tanah. Cacing tanah juga mempunyai peran penting dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara untuk membentuk lapisan tanah agar lebih bernutrisi.

Kalian tentu sering mendengar  jika tanah yang kalian miliki banyak cacingnya, maka tanah tersebut akan subur, banyak kandungan positif yang dimiliki tanah berkat keberadaan cacing tanah.

Seperti cacing tanah, pada cacing sonari juga terdapat banyak zat-zat positif yang dapat digunakan manusia sebagai obat.

Cacing sonari mengandung beberapa senyawa aktif seperti enzim Iysozyme yang dapat mengobati penyakit tifus.

Kamu tentu tau kan kenapa penyakit tifus itu bisa ada ? Zat enzim  Iysozyme dapat menghambat perkembangan penyakit tifus dalam tubuh manusia.

Penelitian di Korea juga mengatakan dalam estrak cacing sonari terdapat kandungan antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dan antikanker.

Fungsi antioksidan tersebut dikatakan karena cacing mengandung kendungan polifenol yang tinggi. Ini menyebabkan cacing dibeberapa negara terutama Asia dikonsumsi sebagai makanan sehat. (berbagai sumber)

Alumni UIN Jadi Pembicara Literasi

Makassar,FajarPendidikan.co.id – Nurfadilah Bahar, alumni Fakultas Dakwa UIN dan juga merupakan reporter website UIN Alauddin didaulat menjadi salahsatu pemateri pada kegiatan Expo Workshop Literasi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manejemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). di Aula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Selasa, 27 November 2018.

Expo Workshop Literasi ini merupakan rangkaian acara Creator of Interpreneurship Manejemen Festival yang diadakan untuk memperingati 12 tahun Jurusan Manejemen UIN Alauddin Makassar, yang digelar sejak 27 hingga 29 November 2018.

Pada diskusi tersebut, Nurfadillah Bahar mengatakan, faktor minimnya budaya literasi di Indonesia disebabkan tidak ditanamkannya kebiasaan membaca sejak dini di tengah-tengah keluarga. Ia juga menambahkan sarana dan prasarana yang kurang mendukung, juga birokrasi yang berbelit-belit bias terhadap sistem pembelajaran murid di tanah air.

Selain itu pula, penulis buku rumah malaikat ini menilai salah satu yang dikeluhkan banyak penulis saat ini rendahnya royalti penulis dan pajak yang dinilai memberatkan. “Tere Liye sempat berhenti menerbitkan bukunya lantaran hal tersebut,” ungkap Direktur Pemberitaan UKM LIma 2016 ini.

Selain Nurfadilah bahar, turut hadir pembicara lainnya yang aktif menebar virus literasi. Mereka di antaranya Ketua FLP ranting UIN Alauddin Makassar dan pendiri MIP Indonesia Fachri Djaman.

Nurfadilah bahar dalam kesehariannya dipenuhi dengan kegiatan tulis menulis, selain menjadi reporter website UIN Alauddin Makakassar, Ia juga bekerja sebagai jurnalis. Ditengah keseibukannya, ia aktif menulis di blog pribadinya dhilahbahar.wordpress.com dan menulis cerita bersambung di Wattpad dengan judul memulangkan kenangan.(Rls)

FKM Unhas Siap Buka Magister Administrasi Rumah Sakit

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) divisitasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKes). Hal ini dilakukan karena usulan pembukaan Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS). Pembukaan program studi ini berarti FKM Unhas telah siap menjadi pusat pembelajaran administrasi rumah sakit di kawasan Indonesia Timur.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Hasanuddin, Prof Dr Ir Muhammad Restu, M P. yang sekaligus membuka acara dengan resmi. Dalam acara ini turut hadir Tim Assesor LAM-PTKes, Dr Dumilah Ayuningtyas, MARS dan Dr dr S A Nugraheni, MKes.

Dalam pembukaan acara tersebut, Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., MKes., M Med Ed. mengemukaan bahwa usulan dibukanya program studi magister administrasi rumah sakit disambut positif oleh berbagai kalangan. “Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak agar program studi magister administrasi rumah sakit dapat dijalankan dan menghasilkan alumni yang terbaik,” kata Aminuddin.

Dr Aminuddin juga mengemukakan bahwa MARS ini bukan hal yang baru di FKM Unhas, karena telah ada departemen Manajemen Rumah Sakit yang selama ini mengelola S1 Kesmas Peminatan MRS dan S2 Kesmas Konsentarsi Administrasi Rumah Sakit. “Hal ini berarti FKM Unhas telah siap dari semua sumber daya yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Banyaknya rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia khususnya di kawasan Indonesia timur, baik rumah sakit pemerintah ataupun rumah sakit swasta menjadi salah satu alasan bahwa diperlukan alumni-alumni yang kompeten di bidang administrasi rumah sakit. “Dengan demikan kita berharap RS dapat menjalankan tugas dan fungsi rumah sakit sebagaimana mestinya,” harapnya.

Sementara itu, ketua Departemen Manajemen Rumah Sakit FKM Unhas, Dr Syahrir A Pasinringi M S. dalam presentasinya mengatakan program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit FKM Unhas akan menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu kesehatan. “Kita akan menerima 30 mahasiswa saja,” jawabnya.

Sebelum acara visitasi program studi magister administrasi rumah sakit digelar, Tim Assesor LAM-PTKES Dr Dumilah Ayuningtyas, MARS dan Dr dr S A Nugraheni, MKes., melakukan  kunjungan di rumah sakit pendidikan universitas hasanuddin dan di fakultas kesehatan masyarakat.

Dr Syahrir juga menegaskan bahwa Unhas memiliki rumah sakit pendidikan, dimana keterlibatan tim berlatar belakang kesehatan masyarakat sangat besar dibandingkan di rumah sakit pendidikan lainnya. “Itu berarti bahwa FKM Unhas telah menunjukkan eksistensinya dalam hal perumahsakitan,” ucapnya.

Visitasi ini juga dihadiri oleh para Wakil Dekan FKM Unhas, Ketua Gugus Penjaminan Mutu, Dr Hasanuddin Ishak; Direktur Pendidikan Unhas, Dr Ida Leida; sejumlah guru besar; para dosen; tenaga kependidikan dan mahasiswa. Visitasi ditutup dengan pembacaan rekomendasi dari asesor LAM PTKes dan serah terima berita acara.(Rls)

Mahasiswa di Bone Berdarah-berdarah Tolak Kenaikan Tarif PDAM

0

Bone, FajarPendidikan.co.id– Aksi demonstrasi dilakukan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Bone di kantor PDAM Bone, Jl. Gunung Jaya Wiajaya, Kecamatan Tanete Riattang, Kota Watampone, Bone, Jumat 30 November 2018.

Aksi digelar sebagai bentuk penolakan keras terhadap kenaikan tarif PDAM sebesar 52 persen dari tarif sebelumnya. Mahasiswa menilai kenaikan tarif tersebut tidak berpihak pada rakyat kecil, apalagi selama ini pelayanan PDAM Bone belum maksimal.

Sayangya, aksi damai tersebut berakhir ricuh saat berusaha masuk ke Kantor PDAM Bone, untuk meminta Direktur PDAM Bone menerima aksi mereka terkait tuntutan penolakan kenaikan tarif PDAM Bone sebesar 52 persen dari tarif sebelumnya. Namun, Direktur PDAM Bone A Sofyan Galigo tidak bersedia menerima aksi mereka.

Aksi pun kian memanas dengan saling dorong antara mahasiswa dengan pegawai PDAM Bone tak terelakkan. Akibatnya, sejumlah mahasiswa yang ikut aksi mengalami luka berdarah. Diantaranya, Korlap aksi alami luka berdarah di wajah.

“Akibat bentrok ini ada dua mahasiswa terluka pada bagian mulut, wajah dan tangan. Satu pegawai juga dilarikan ke Rumah Sakit pasca bentrok karena pingsan,” kata Kapolsek Tanete Riattang Kompol Andi Asdar kepada wartawan.

Sejak berita ini dirilis FAJAR PENDIDKAN, belum diketahui apakah perjuangan atau tuntutan mahasiswa hingga luka berdarah tersebut akan diterima atau tidak.

Reporter: Abustan

Buka KJI XIV dan KBGI X, Ini Pesan Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti, Dr Didin Wahidin, M.Pd., saat membuka secara resmi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) X di GOR Unhas menyampaikan bahwa kompetisi jembatan dan bangunan gedung merupakan bentuk perhatian pemerintah melalui Ditjen Belmawa Kemenristekditi terhadap perkembangan keilmuan teknik sipil.

“Di kompetisi ini, mahasiswa diharapkan bukan hanya sekedar mencari predikat juara, tetapi juga dapat menimba ilmu serta pengalaman yang baru, yang nantinya akan menjadi modal pengembangan diri sehingga dapat menjadi manusia yang bermanfaat kepada lingkungan,” kata Didin.

KJI XIV dan KBGI X merupakan kompetisi yang dilaksanakan secara paralel yang melombakan desain atau rancangan jembatan dan bangunan gedung. KJI XIV yang bertema “Jembatan Nusantara Inovatif, Efisien, Estetis, dan Ramah Lingkungan” terdiri dari tahap perancangan dan konstruksi di arena lomba untuk membangun model jembatan berskala sdan diakhir dengan pengujian pembebanan.

Kategori jembatan yang dikompetisikan terbagi tiga yaitu jembatan rangka baja jalan raya, jembatan pejalan kaki canai dingin, dan jembatan busur. Komponen penilaian untuk KJI meliputi struktur jembatan terindah, metode pelaksanaan terealistis, struktur jembatan teringan, dan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terlengkap.

Sementara itu, KBGI X yang bertema “Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat Berstruktur Baja Canai Dingin, Berarsitektur Nusantara, Tahan Gempa, Dan Ramah Lingkungan” lebih menitikberatkan pada konsep bangunan bernuansa budaya nusantara yang mempunyai kinerja yang baik terhadap bahaya bencana khususnya gempa bumi serta ramah lingkungan.

Desain dan konstruksi yang benar dan efisien serta perpaduan dengan keindahan arsitektural bercirikan budaya lokal merupakan tantangan dalam kompetisi kali ini termasuk perpaduan material antara baja canai dingin untuk struktur utama dengan material kayu untuk keindahan arsitektural.

Komponen penilaian untuk KBGI meliputi struktur bangunan gedung teringan, kekokohan bangunan terbaik, pelaksanaan K3, unjuk kerja terbaik, dan waktu pelaksanaan atau pengkonstruksian tercepat. (FP)

 

Hentikan Kekerasan, Intimidasi dan Diskriminasi Terhadap Mahasiswa Papua

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id– Pada hari Selasa, 27 November 2018 pukul 16.00 WITA, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Makassar menyampaikan Surat Pemberitahuan kepada Polrestabes Makassar untuk menjaga situasi keamanan jalannya aksi penyampaian pendapat secara damai guna memperingati 57 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat dengan tema “Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua sebagai Solusi yang Paling Demokratis” yang rencananya akan dilaksanakan 1 Desember 2018 di Perempatan Jembatan Layang Tol Reformasi, Makassar.

Setelah Surat Pemberitahuan dimasukkan, sekitar pukul 16.35 Asrama Mahasiswa Papua Jl. Lanto Dg. Pasewang, Makassar didatangi oleh sekitar 30 orang massa dari gabungan ormas mengatasnamakan diri dari Pemuda Pancasila, FPI, GP Anshor, LPI, Laskar LPAS. Beberapa dari mereka mengenakan seragam organisasinya.

Pada saat itu, mahasiswa Papua yang berada di Asrama menanyakan maksud dari kedatangan massa tersebut. Massa tersebut menyampaikan larangan untuk mengadakan aksi 1 Desember 2018 yang mereka anggap sebagai peringatan hari lahir Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan tuduhan akan memecah belah NKRI.

Mereka juga mengancam jika mahasiswa Papua tetap melakukan aksi maka akan dibubarkan paksa. Gabungan Ormas tersebut juga mengancam mahasiswa Papua dan mengatakan bahwa mereka akan mengawasi aktifitas mahasiswa Papua di seluruh Asrama Mahasiswa Papua sampai dengan tanggal 1 Desember 2018. Selain itu, gabungan Ormas juga menarik baju salah satu mahasiswa Papua dan merampas 1 buah Noken dan 2 buah gelang miliknya, dengan alasan terdapat simbol-simbol OPM.

Intimidasi juga dilakukan oleh gabungan Ormas dengan meneriakkan “NKRI harga mati” dan teriakan “Allah Akbar” secara bersahut-sahutan. Setelah mendapatkan intimidasi tersebut, mahasiswa Papua menyampaikan kepada massa Ormas bahwa tidak akan melakuan aksi di tanggal 1 Desember 2018 dan hanya mengadakan Doa Bersama di Asrama Papua. Gabungan ormas tersebut menyambut pernyataan tersebut dengan bersalaman kepada mahasiswa Papua.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 17.00 Wita, sekitar 10 orang Polisi berseragam dan berpakaian biasa mendatangi Asrama Papua. Mahasiwa Papua mempertanyakan kedatangan pihak Kepolisian dan dijawab bahwa Pihak Kepolisian Polrestabes memperoleh informasi dari gabungan Ormas bahwa gabungan ormas tersebut akan mendatangi asrama Papua di Jalan Lanto Dg. Pasewang. Pihak Kepolisian lalu melarang mahasiswa Papua untuk memiliki dan membawa simbol-simbol Bintang Kejora lalu kemudian meminta massa membubarkan diri.

PERNYATAAN SIKAP

LBH Makassar dan KontraS Sulawesi mengecam keras tindakan massa gabungan Ormas tersebut yang mendatangi mahasiswa Papua di Asramanya, dengan intimidasi, ancaman untuk tidak melakukan aksi tanggal 1 Desember 2018 serta melakukan perampasan barang milik mahasiswa. Hal tersebut merupakan tindakan diskriminatif, illegal dan melawan hukum, olehnya harus diproses secara hukum.

Penyampaian pendapat (aksi demontrasi) secara damai dalam Peringatan 57 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat dengan tema “Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua sebagai Solusi yang Paling Demokratis” yang rencananya akan dilaksanakan 1 Desember 2018 di Perempatan Jembatan Layang Tol Reformasi, Makassar adalah Hak kebabasan berpendapat dan berekspresi, yang merupakan hak konstitusional setiap warga Negara Republik Indonesia, tanpa terkecuali mahasiswa Papua, yang wajib dilindungi oleh negara khusunya kepolisian sebagai aparat keamanan.

Hak tersebut dengan tegas diatur dalam UUD 1945, Pasal 28e ayat 2 menyebutkan: “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya” dan Pasal 28e ayat 3 menyebutkan: “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Selain itu, telah dijamin dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dalam Pasal 23 ayat (1) bahwa “Setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan pilitiknya” dan ayat (2) “Setiap orang bebas untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya, secara lisan dan atau tulisan melalui media cetak maupun elektonik dengan memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa. Pasal 24 ayat (1) “Setiap orang berhak untuk berkumpul, berapat, dan berserikat untuk maksud-maksud damai”

Tindakan gabungan Ormas yang melarang mahasiswa Papua mengadakan aksi 1 Desember 2018 merupakan pembungkaman terhadap demokrasi. Tuduhan Gabungan Ormas tersebut yang mengatakan aksi yang direncanakan sebagai peringatan hari lahir Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan tuduhan akan memecah belah NKRI adalah tuduhan yang tidak berdasar dan diskriminatif. Aksi yang akan dilakukan Mahasiswa Papua akan dilakukan secara damai.

Gabungan Ormas tersebut tidak berwenang untuk melarang dan membatasi aktivitas Mahasiswa Papua. Kepolisian harus bertindak melarang dan memproses hukum tindakan “main hakim sendiri” gabungan ormas tersebut. Karena justru mereka yang membuat kondisi menjadi tidak tertib, mengakibatkan mahasiswa Papua kehilangan rasa aman.

Seharuasnya anggota gabungan ormas melihat permasalahan yang disuarakan masyarakat Papua yakni kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua. Mahasiswa harus diberi dukungan untuk menyuarakan ketidak adilan itu dan segala bentuk pelanggaran nilai kemanusiaan. Tindakan intimidasi, diskriminasi dan kekerasan terhadap Mahasiswa Papua di Makassar bukan kali pertama terjadi. Pada hari Sabtu 13 Oktober 2018 lalu Mahasiswa Papua di Makassar juga mendapatkan perlakuan yang sama saat mengadakan kegiatan panggung bebas ekspresi dengan tema “Papua Darurat Kemanusiaan” di Asrama Mahasiswa Papua jalan Lanto Dg Pasewang yang dilakukan secara damai. Dimana pada peristiwa tersebut empat orang undangan sempat ditangkap dan mendapatkan kekerasan oleh Pihak Kepolisian, setelah menghadiri kegiatan.

Berdasarkan hal tersebut LBH Makassar dan KontraS Sulawesi menyatakan sikap:

Penyampaian pendapat (aksi demontrasi) secara damai, mempringati 57 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat dengan tema “Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua sebagai Solusi yang Paling Demokratis” adalah Hak kebebasan berpendapat dan berekspresi, yang merupakan hak konstitusional setiap warga Negara Republik Indonesia, tanpa terkecuali mahasiswa Papua, yang wajib dilindungi oleh negara khusunya Kepolisian sebagai aparat keamanan.
Mengecam segala bentuk tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh gabungan ormas yang melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap Mahasiswa Papua di
Mendesak Negara khusunya Institusi Kepolisan RI untuk memberikan jaminan perlindungan dan mengambil tindakan untuk memastikan keamanan Mahasiswa Papua dalam menyampaikan ekspresi politiknya secara damai. Termasuk memproses hukum tindakan kekerasan, diskriminasi, intimidasi, dan perampasan barang milik mahasiswa papua oleh gabungan Ormas tersebut.
Mendesak Negara untuk menghentikan dan mengusut tuntas segala bentuk Pelanggaran HAM di Papua.
Mengajak Masyarakat untuk mendukung dan melindungi hak Mahasiswa Papua dalam menyuarakan ketidakadilan dan segala bentuk Pelanggaran HAM di Papua.

PNUP Jadi Tuan Rumah Pertama di Indonesia Timur untuk Kompetisi Jembatan dan Bangunan 2018

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti) sebagai tuan rumah pelaksanaan kompetisi bidang teknik sipil 2018 yang diikuti oleh mahasiswa jurusan teknik sipil dari perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi yang merupakan agenda tahunan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti ini terdiri atas Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) X. Keduanya berlangsung selama tiga hari 30 November-2 Desember 2018 yang berlangsung di GOR Universitas Hasanuddin.

Pada pembukaan acara, Ir Muhammad Anshar, Msi., PhD., selaku Direktur PNUP mengungkapkan kebanggan dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PNUP sebagai tuan rumah KJI XIV dan KBGI X. Terlebih lagi ini merupakan kali pertama digelar di kawasan Indonesia Timur dan PNUP menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari kawasan ini yang ikut berkompetisi hingga final.

Anshar berharap agar semua mahasiswa yang berlomba dan ikut terlibat dalam kompetisi nasional ini dapat mengambil sisi positifnya untuk giat membangun kreativitas, menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, dan mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan terhadap aplikasi dan pengembangan rancang bangunan dan jembatan di bidang teknik sipil.

Tahun ini, finalis yang berhasil lolos seleksi untuk KJI dan KBGI sebanyak 32 tim dari 16 perguruan tinggi se-Indonesia. Sebelumnya tercatat sebanyak 163 proposal yang masuk untuk ikut berkompetisi, dengan rincian 32 proposal KJI baja, 50 proposal KJI canai, 37 proposal KJI busur, dan 44 proposal KBGI.

Selanjutnya, tersisa tujuh finalis kategori jembatan baja, tujuh finalis kategori jembatan canai, delapan finalis kategori jembatan busur, dan 10 finalis KBGI. PNUP sendiri menempatkan dua tim yang bertanding dalam dua kategori yaitu tim limbung jambatang sura’ untuk KJI kategori jembatan canai dan tim paraga rumah boyang untuk KBGI.

Perguruan tinggi finalis KJI XIV dan KBGI X 2018 adalah Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung, Universitas Bangka Belitung, Universitas Brawijaya, Universitas Pancasila, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya. (FP)

Buka Prodi S2 MARS, FKM Unhas Divisitasi LAM PTKes

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKes) melakukan kunjungan visitasi akreditasi minimal ke FKM Unhas, Rabu-Jumat, 28-30 November 2018. Visitasi ini sebagai persyaratan akreditasi minimum pembukaan program studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS).

LAM PTKes menugaskan dua asesor yaitu, Dr Dumilah Ayuningtyas, MARS dan Dr dr S A Nugraheni, MKes. Keduanya merupakan asesor senior.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Muh Restu dan dihadiri oleh Dekan FKM, Wakil Dekan, para guru besar, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang berlangsung di ruangan K225 .

Dalam sambutannya, Prof Restu menyampaikan apresiasi kepada asesor yang telah meluangkan waktu dan berkenan melakukan visitasi. Prof Restu juga menyampaikan proses pendirian program studi baru di Unhas setelah menjadi PTN Badan Hukum.

Sementara itu, Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., MKes., M Med Ed., kembali mengisahkan proses persiapan pendirian program studi MARS ini. Menurutnya, keinginan membuka program studi MARS telah dimulai pada sekitar enam tahun lalu. Perubahan standar usulan program studi baru menjadi tantangan tersendiri.

“Saya masih ingat di tempat ini (K225) dilakukan lokakarya untuk pendirian program studi MARS. Namun, setelah melewati jalan panjang, akhirnya pada hari ini divisitasi juga. In syaa Allah, Prodi ini akan menjadi centre of excellent dan memberi daya ungkit yang besar di Kawasan Timur Indonesia,” jelas Dr Aminuddin.

Pada kesempatan yang sama, presentasi borang usulan program studi MARS dilakukan oleh Dr Syahrir A Pasinringi. Dalam paparannya, Pak Chali sapaan akrab Dr Syahrir menegaskan perlunya program studi MARS ini berdiri sendiri dan kesiapan sumber daya yang dimilikinya.

“Regulasi yang ada mengharuskan seorang kepala RS mesti tenaga medis dan memiliki pendidikan lanjut terkait manajemen RS. Di sisi lain, ada sejumlah bidang kajian yang mesti dikuasai terkait manajemen RS. Nah, dengan menjadi program studi mandiri, lepas dari Prodi Magister Kesehatan Masyarakat, kita lebih leluasa dalam menempatkan bahan kajian dalam kurikulum,” terang Pak Chali.

Sebagaimana kita ketahui, saat ini FKM Unhas mengelola empat program studi. Dua Prodi jenjang sarjana yaitu, S1 Kesmas dan S1 Ilmu Gizi. Sementara Prodi jenjang magister dan doktor masing-masing satu yaitu, S2 dan S3 Kesehatan Masyarakat. Selama ini, konsentrasi MARS sebagai salah satu peminatan dalam Prodi S2 Kesmas. (FP)

 

Kominfo Pangkep, Kembangkan Sistem Aplikasi Aduan Masyarakat

0

Pangkep, FajarPendidikan.co.id– Merujuk pada peraturan menteri pendayagunaan apartur negara dan reformasi birokrasi nomor 3 tahun 2015 tentang pengelolaan pengaduan yang efektif.

Kominfo Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, melaksanakan Bimtek, pengelolaan layanan Aspirasi dan pengaduan online rakyat (LAPOR – SP4N), di Hotel Lariz Lagaligo, Kamis, 29 Nobember 2018.

Wakil Bupati Pangkep, H. Syahban Sammana, SH, yang mebuka acara tersebut mengatakan, perkembagan tekhnologi yang pesat tentunya harus di dukung dengan tenaga yang profesional, guna mendukung berjalannya roda pemerintahan yang baik dan efektif.

“Bimtek ini, harus melahirkan tenaga administrator yang siap, menerima aduan masyarakat, untuk memberikan pelayanan masyarakat yang cepat dan tepat sasaran,”Kata Syahban”.

Pelaksanaan Bimtek, juga akan di dukung dengan aplikasi, seperti facebook, Watshap, Tweter, dengan pelayanan nomor layanan 1708, hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Infokom Pangkep, Baharuddin, S.Sos, M.Si, dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan, Bimtek Aduan masyarakat, di ikuti oleh semua jajaran OPD Pangkep, terbagi dari dua peserta, Sekertaris selaku pejabat penghubung dan staf selaku adimidstrator aduan masyarakat.

Reporter: Adhan

FKM Unsri Perkuat Kerjasama Bidang Akademik dan Riset dengan FKM Unhas

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) merupakan salah satu institusi pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia yang dilirik banyak pihak. Setelah sebelumnya FKM Unhas melakukan penandatanganan kerjasama dengan FKM Unversitas Cenderawasih dan juga para direktur rumah sakit wilayah Sulawesi dan Kalimantan, kini penandatanganan kerjasama tersebut kembali dilakukan dengan FKM Universitas Sriwijaya (Unsri) yang berlangsung di ruang dekan FKM Unhas. Kamis, 29 November 2018.

Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., MKes., M Med Ed., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada FKM Unsri yang ingin bermitra bersama dengan FKM Unhas. “Jaman sekarang adalah jaman kolaborasi,” kata Aminuddin.

Oleh karena itu, sambungnya, perguruan tinggi perlu saling sinergi dan perkuat bidang akademik termasuk publikasi dan sitasi. “Kita akan bentuk di FKM Unhas dapur publikasi dan untuk penelitian bersama. FKM Unhas memiliki Program PJJ dengan Untad untuk program magister dan doktor. Kami memiliki sumber daya sekitar 50 doktor dan sekitar 20 Profesor. Ini bisa dioptimalkan dalam kerjasama ini,” paparnya.

Foto bersama usai penandatangan kerjasama. [Foto:/Ist]
Foto bersama usai penandatangan kerjasama. [Foto:/Ist]
Dekan FKM Unsri, Iwan Stia Budi, SKM., MKes., juga sangat berterima kasih kepada pihak FKM Unhas yang telah merespons dengan baik kerjasama ini. “Sambutan luar biasa, penuh kekeluargaan untuk semangat maju bersama,” ucap Iwan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan 3 FKM Unsri, Dr Nur Alam Fajar, MKes., menambahkan bahwa penandatanganan kerjasama ini memberikan peluang yang sangat besar untuk meningkatkan pengembangan akademik dan riset kolaborasi antara FKM Unsri dan FKM Unhas dikemudian hari.

“Mohon masukan bentuk pengembangan apa yang bisa dilakukan dalam bidang inovasi dan gagasan ide bagi kemahasiswaan dan alumni terutama pada level nasional, termasuk dalam hal pertukaran mahasiswa antar kedua institusi,” pintanya.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Wakil Dekan 1 FKM Unsri, Asmaripa Ainy, SSi., MKes dan juga Ketua Prodi S3 Kesmas FKM Unhas, Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM., MKes., MSc PH., dan guru besar FKM Unhas, Prof Dr dr A Razak Thaha, MSc. (FP)