Beranda blog Halaman 3391

Ramalan Kiamat Issac Newton

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id—Sir Issac Newton adalah seorang ahli matematika astronom, dan fisikawan Inggris di abad ke 16 M. Dia dianggap sebagai filsuf alam yang banyak  diakui sebagai salah satu ilmuan paling berpengaruh sepanjang masa. Newton juga disebut-sebut sebagai tokoh kunci dalam revolusi ilmiah dizamanya.

Di abd ke 16 M, Pencarian Prisca Sapienta atau tentang Kebijaksanaan Suci merupakan fokus utama para ilmuan. Bahkan Newton tidak luput untuk mempercayai teks-teks filsuf kuno, aliran mistiskus dan tokoh Alkitab yang menyembunyikan ajaran suci.

Newton meyakini arsitektur simbolis, diartikan dengan matematika hingga menggungkap bagaimana alam semesta terbentuk dan berakhir.

Dalam catatn sejarah, Newton pernah mempelajari seluruh ayat-ayat yang tertulis pada Kuil Salomo (Sulaiman) yang menceritakan kronologi kerajaan kuno pada tahun 1675, juga menceritakan salinan Manna atau rahasia peralihan sifat alkimia.

Newton menyatakan alasannya untuk memeriksa Bait Suci salomo: “Filosofi ini, bak spekulatif dan aktif, tidak hanya ditentukan dalam volume alam, tapi juga dalam kitab suci, seperti dalam Kejadian, Ayub, Mazmur, Yesaya dan lainnya.  Dengan pengetahuan tentang Filosofi ini, Tuhan menciptakan Sulaimansebagai filsuf terbesar di dunia”

Menurut Prof MorrisonTessa dari Universitas Tessa yang tertuang dalam makalah tahun 2011, disebutkan bahwa Newton memeriksa barisan tiang, diantaranya jumlah kolom, tinggi, ketebalan, interval dan gaya. Newton mengklaim bahwa sangat mungkin untuk membedakan rencana Kuil Sulaiman.

Dalam sebuah surat tahun 1704 yang kini terpajang di Universitas Ibrani Yerussalem, Newton menjelaskan bahwa setelah 30 tahun menganalisis pengukuran, rasio, proporsi, dan fitur arsitektural bangunan Bibel. “Tanggal, eaktu dan sistem angka yang terdapat dalam bagian kitab suci, Newton menyatakan bahwa akhir sunia akan terjadi pada tahun 2060 dan paling lambat terjadi tahun 2300. (Berbagi Sumber)

IAIN Bone Kembali Gelar Yudisium, Ini Pesan Wakil Rektor

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pasca bertransformasi dari Sekolah Tinggi ke Institut, kini Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone kembali menggelar yudisium program strata satu (S1) bagi ratusan mahasiswa jurusan tarbiyah di Aula Utama kampus setempat, Kamis (29/11/2018).

Mereka yang diyudisium terdiri dari program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan Tadris Bahasa Inggris.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Nursyirwan MPd dalam sambutannya mewanti-wanti para alumni agar kiranya terus meningkatkan kompetensi dirinya. Sebab, lanjutnya, masa depan juga dipengaruhi oleh kompetensi pribadi masing-masing alumni.

“Terus tingkatkan kompetensi diri, long live education. Menuntut ilmu belum selesai saat ini dan lanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, jangan ditunda-tunda, manfaatkan kesempatan,”pesan Dr Nursyirwan dihadapan ratusan calon pendidik itu.

Selain itu, Pak Ciwan sapaan akrab Nursyirwan juga berpesan kepada seluruh mahasiswa yudisium agar segera berterimah kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua mereka, yang sudah berjuang untuk pendidikan anaknya. Sebisanya, sebagai anak berbakti kepada kedua orang tuanya, karena Nya.

“Pulanglah berterimakasih dan minta ridha keduanya,” tutupnya.

Reporter: Abustan

IGI Harap Guru Honorer Diberi Insentif Minimal Setara UMP

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id– Terkait insentif guru honorer yang sempat beredar akan dihapus di APBD Propinsi Sulsel membuat ketua IGI Sulsel Abdul Wahid Nara ikut berkomentar jika hal itu tak mungkin dilakukan mengingat guru honorer memiliki peran strategis dalam memajukan pendidikan.

“Tak mungkinlah gubernur dan wakil gubernur Sulsel akan menghapus insentif guru di APBD Propinsi”jelas Wahid Nara. “Malah kami dari IGI mengusulkan agar insentif mereka minimal setara dengan UMP” tambah mantan ketua KNPI Pinrang ini.
Jadi bukan sekedar terkait polemik insentif Rp. 10.000/jam tetapi juga mencari solusi bagaimana mencukupkan guru PNS di seluruh sekolah negeri serta menghapus sistem honorer dan PTT ini di dunia pendidikan.

“Kami menyambut baik, Gubernur Sulsel telah memerintahkan Disdik dan TP2D mengawal dan memastikan Insentif guru honorer dipertahankan dan DPRD pun sudah setuju” tambahnya.

Namun IGI Sulsel berharap lebih dari itu perlu ada kesepakatan kolektif untuk menjadikan guru tak lagi terhina dengan pendapatan minimal setara UMP. “Sangat kasian jika guru lebih rendah insentifnya dibanding buruh kasar yang bisa mencapai minimal 100 ribu perhari” jelas wahid nara.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel H. Syaharuddin Alrif menjelaskan jika insentif guru tetap diperjuangkan dan berdasarkan hasil rapat banggar, disepakati honor guru honorer Rp 28 miliar dan itu dimasukkan dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel.

“Jadi insentifnya tetap sama seperti tahun lalu Rp 10 ribu perjam. Rp 4 ribu ditanggung APBD dan Rp 6 ribu ditanggung APBN,” kata Syahar mantan ketua pemuda muhammadiyah Sulsel ini.

Reporter: Ahadri

Penguatan Kerjasama di Timur Indonesia, FKM Uncen dan FKM Unhas Jalin Kerjasama

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) memperkuat kerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM Uncen). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan FKM Unhas dengan FKM Uncen yang berlangsung di Ruang Kandouw FKM Unhas Rabu, 28 November 2018.

Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., MKes., M Med Ed., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada beberapa staf yang dimiliki oleh FKM Uncen yang pernah dan sedang mengikuti pendidikan di FKM Unhas baik program magister maupun program doktor. Salah satu diantaranya adalah Prof Dr AL Rantetampang, MKes., yang sukses mendirikan FKM Uncen merupakan alumni FKM Unhas.

“Kita perlu saling sinergi, perkuat publikasi dan sitasi. Kita akan bentuk di FKM Unhas dapur publikasi dan untuk penelitian bersama. FKM Unhas memiliki Program PJJ dengan UNTAD untuk program magister dan doktor dan tidak menutup kemungkinan kita bisa lakukan bersama dengan Uncen,” terang Aminuddin.

Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan FKM Unhas dengan FKM Uncen yang berlangsung di Ruang Kandouw FKM Unhas Rabu, 28 November 2018.[Foto:/Ist]
Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan FKM Unhas dengan FKM Uncen yang berlangsung di Ruang Kandouw FKM Unhas Rabu, 28 November 2018.[Foto:/Ist]
Lebih lanjut, menurut dekan FKM Unhas ini, pihak Rektor Unhas sangat mengapresiasi penguatan kerjasama di Timur Indonesia.

Hadir dalam penandatanganan MoA tadi selain Dekan FKM Uncen, Dr Arius Togodly, SPd., MKes., juga dihadiri oleh staf dosen FKM Uncen, Dr Yakob Ruru, M.Stats dan bahkan disaksikan oleh Rektor Uncen, Dr Ir Apolo Safanpo, ST., MT. Sementara dari pihak Unhas dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM., MKes., MSc PH, PhD; Ketua Program Studi S3, Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM., MKes., MSc PH dan Dekan FKM Unhas periode sebelumnya, Prof Dr drg Andi Zulkifli, MKes.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Uncen memulai sambutannya dengan mengutip sebuah pernyataan presiden New Zealand. Ia mengatakan bahwa New Zealand itu negara kecil pasti kalah dengan Amerika bila berkompetisi. Tetapi bisa belajar dari Amerika. “Kira-kira sama dengan Uncen dan Unhas. Saya harus belajar dari Unhas.  Menurut rektor Sulawesi dan Papua ada banyak kesamaan sehingga sangat layak jika kerjasama ini dilakukan dengan baik,” tutur Apolo.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Dekan FKM Unhas, saat ini Kami sedang dan terus belajar bagaimana memperbaiki akademik. Uncen merupakan lembaga instansi pertama  di Indonesia yang ada di Papua dalam sejarahnya. Rektor Uncen bahkan tertarik untuk mengirim alumni FKM Uncen untuk lanjut program magister di FKM Unhas sehingga bisa dipersiapkan untuk disiapkan menjadi dosen di Uncen,” tambahnya. (FP)

 

Simbol O Pada Golongan Darah Harusnya Dibaca Nol

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id–  Setiap orang memiliki jenis golongan darah yang berbeda-beda, ada yang mempunyai golongan darah A, B, AB, dan O.

Biasanya golongan darah sesorang ditentukan dari faktor genetik orang tuanya. Golongan darah O adalah golongan darah yang paling umum dimiliki oleh penduduk dunia.

Ada yang unik soal penyebutan golongan darah O  ini di Indonesia, kebanyakan masyarkat membacanya dengan golongan “o” (huruf alfabet). Padahal penyebutan itu salah, harusnya golongan darah dengan simbol O dibaca “nol” bukan “o”.

Mengapa simbol O pada penyebutan golongan darah disebut nol ? Golongan darah A mempunyai sel darah dengan Antigen A, Golongan darah B mempunyai sel darah dengan Antigen B, Golongan darah AB mempunyai sel darah dengan Antigen A dan B. Sementara golongan darah O sel darahnya diketahui tidak memiliki antigen sama sekali.

Jadi alasan mengapa disebut golongan darah nol akrena berdasarkan jumlah antigennya, golongan darah nol tidak mempunyai antigen sama sekali.

Apa itu antigen ? Antigen adalah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam menghasilkan antibodi untuk kekebalan tubuh. Antigen biasanya tersusun oleh protein. (berbagai sumber)

 

Petani dan Nelayan Keluhkan Kelangkaan Premium dan Solar di SPBU Siwa

0

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sering dikeluhkan masyarakat.

Warga yang berprofesi sebagai petani dan nelayan mengaku sangat kesulitan mendapatkan BBM jenis premium dan solar di SPBU Siwa.

Warga berharap dan mendesak pemerintah turun tangan mengantisipasi kelangkaan BBM yang dirasakan para petani dan nelayan di wilayah Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.

Baharuddin berharap tak ada oknum yang mencoba menopoli pembagian kuota BBM sehingga warga tidak menderita karena antrian yang panjang karena itu digunakan untuk mencari sesuap nasi di perkebunan, persawahan dan keperluan melaut.

“Bagi Pemerintah dan aparat juga dinas terkait lakukanlah tindakan keras jangan menutup mata dan melakukan pembiaran. Kasihan masyarakat, petani dan nelayan yang jadi korban tidak kebagian BBM untuk dipakai mencari nafkah,” ungkap Bahar.

Laporan : Lutfi Baso

Bareng Ketua, Mahasiswa STIE Bone Rame-rame ke Bank Indonesia. Ini Tujuannya

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Indonesia (STIE YAPI) Bone rame-rame mendatangi Bank Indonesia (BI) kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (26/11/2018). Mereka ke BI dalam rangka kunjungan Edukasi.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa jurusan akuntansi dan manajemen berjumlah 70 orang.

Nampak ikut mendampingi, Ketua STIE YAPI Bone Syahrir Pawerangi SE MM, Puket I STIE YAPI Bone Bidang Akademik Muh Idrus, dan Puket II STIE YAPI Bone Harisah

Puket I STIE YAPI Bone Muh Idrus mengatakan, kunjungna edukasi di BI dilakukan dengan tujuan penguatan program studi dalam mata kuliah akuntansi perbankan dan manajemen perbankan. Mahasiswa, lanjutnya, dijejali sejumlah materi secara lansung oleh pihak BI.

“Diantaranya, diberi materi edukasi kebanksentralan, dan materi terkait uang itu sendiri. Ini masih sementara berlansung materi,” kata Muh Idrus saat dihubungi FAJAR PENDIDIKAN, Senin (26/11) sore.

Reporter: Abustan

Asesor AUN QA dari Empat Negara Melakukan Visitasi ke Unhas

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mendapat visitasi dari tim asesor ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA). Penerimaan tim asesor tersebut berlangsung di ruang rapat Lt 8 gedung Rektorat, Selasa, 27 November 2018.

Kehadiran tim asesor ini untuk mengevaluasi empat Program Studi yang telah diusulkan Unhas, yaitu Agribisnis (Fakultas Pertanian), Manajemen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Teknik Arsitektur (Fakultas Teknik), dan Pendidikan Kedokteran Gigi (Fakultas Kedokteran Gigi).  Para asesor yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Asia Tenggara akan melaksanakan asesmen lapangan selama tiga hari ke depan.

Kunjungan asesor AUN-QA ini merupakan visitasi yang keempat kalinya (batch empat), dimana pada tiga batch sebelumnya telah mengantarkan sembilan prodi Unhas memperoleh akreditasi internasional AUN-QA. Kesembilan prodi itu adalah Pendidikan Dokter, Teknik Sipil, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kelautan, Ilmu Hubungan Internasional, Teknik Geologi, Ilmu Hukum, Ilmu Kimia, dan Ilmu Kehutanan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu selaku Rektor Unhas menyampaikan terima kasihnya kepada asesor AUN-QA dan sekretariat AUN-QA atas kesediannya melakukan visitasi di Unhas. Rektor mengatakan, Unhas terus berkomitmen untuk melakukan peningkatan kualitas, dan hal tersebut telah menjadi spirit Unhas sejak pertama kali didirikan pada tahun 1956 silam.

Sebagai perguruan tinggi terbesar dan tercepat pertumbuhannya di kawasan Indonesia Timur, kata Prof Dwia, Unhas telah memiliki 61 program sarjana, 51 program master, 19 program doktor, delapan program profesi, dan 24 program spesialis. Kesemua program memiliki kurang lebih 35.000 mahasiswa, dan  25.000 di antaranya merupakan mahasiswa dari program sarjana.

Sebagai bentuk pertanggung jawabannya, sambung Dwia, Unhas akan terus meningkatkan dan mempertahankan akreditasinya yang telah dicapai di level nasional (BAN-PT) dan tingkat internasional, seperti AUN-QA, ABEST, ASIIN, dan ABET.

“Asesmen AUN QA ini adalah yang keempat kalinya di Unhas. Penilaian AUN tersebut sejalan dengan tujuan strategis Unhas untuk diakui sebagai world class university. Beberapa tahun terakhir, Unhas terus memfasilitasi dan memberdayakan semua program studi untuk diakui secara internasional melalui beberapa program prioritas, antara lain kelas internasional, pertukaran mahasiswa dan staf, joint risearch and publication, perolehan kredit, dan akreditasi internasional,” kata Prof Dwia.

“Kami percaya, dengan memperoleh akreditasi AUN-QA, program studi tidak hanya akan meningkatkan kualitasnya, namun juga akan meningkatkan jaringan dan kerja samanya dengan berbagai institusi di wilayah ASEAN, dimana sekarang ini kita telah memasuki tahun ketiga Komunitas ASEAN, ” tambahnya.

Prof Dwia mengungkapkan, selain akreditasi AUN-QA, Unhas telah menpersiapkan  pencapaian akreditasi ASIIN pada sejumlah prodi, yaitu Farmasi, Keperawatan, Akuakultur, dan Ilmu Teknologi Pangan. Asesmen ASIIN menurut rencana akan dilakukan pada Februari 2019. Di samping itu, Unhas juga telah mempersiapkan perolehan akreditasi ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) untuk program Teknik Sipil dan Teknik Elektro yang akan dinilai pada September 2019.

Usai acara penerimaan asesor AUN-QA tersebut, tim asesor selanjutnya melakukan asesmen lapangan pada masing-masing program studi yang divisitasi. Tim asesor akan mengunjungi dan menilai secara langsung keberadaan prodi, baik dari sisi akademik, fasilitas, staf, maupun kemahasiswaan dan alumni.  Asesmen juga akan melihat bagaimana pengguna dari alumni Unhas merefleksikan kompetensi luaran. Proses asesmeni akan berlangsung dari Selasa hingga Kamis ini. (FP)

Ingin Jadi Pengusaha? Yuk, Ikutan Seninar Enterpreneurship Generasi Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id-HMJ Pendidikan Matematika FKIP Unismuh Makassar kembali akan mengadakan kegiatan Seminar Nasional yang bertema “Semangat Enterpreneurship Generasi Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 2 Desember di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. sangat cocok bagi Anda yang ingin mencoba peruntungan di dunia usaha!

“Mengingat di era milenial sekarang tuntutan kualitas sumberdaya manusia, semakin lama semakin tinggi dan menuntut kekhususan yang lebih sulit untuk dipenuhi lapangan kerja yang terbatas membuat orang mencari jalan untuk bertahan hidup agar dapat hidup layak. Dengan menimbang situasi tersebut, maka berwirausaha merupakan salah satu alternative jalan keluar terbaik,” begitu kata Agus, ketua Panitia kegiatan dalam rilisnya.

Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan peserta memiliki pengetahuan tentang dunia wirausaha dan memiliki motivasi yang lebih untuk tidak takut terjun atau menggeluti dunia wirausaha. (*)

Kuliah Tamu, FKM Unhas Hadirkan Guru Besar Ehime University Japan

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Kuliah tamu yang dilaksanakan pada hari Senin 26 November 2018 oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menghadirkan Prof Masayuki Sakakibara, PhD., yang merupakan guru besar dari Faculty of Collaborative Regional, Graduate School Of Science and Engineering, Ehine University, Japan.

Kuliah tamu tersebut yang dibuka oleh Dekan FKM Unhas yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Unhas, Prof Sukri Palutturi, PhD., ini dimoderatori oleh Basri Mahmud, SKM., MKes, PhD yang merupakan alumni FKM unhas yang baru saja menyelesaikan pendidikan S3 di Ehime University.

Dalam sambutannya, Prof Sukri mengatakan, kuliah tamu merupakan cara dalam menambah pengetahuan dan motivasi mahasiswa mengenai wawasan internasional dalam kajian tentang lingkungan.

“Kuliah tamu adalah salah satu sarana untuk menambah wawasan international mahasiswa, khususnya dalam kajian envrionmental pollution,” tutur Prof Sukri.

Sementara itu, Prof Masayuki Sakakibara, PhD., dalam pemaparan materinya menjelaskan, tingginya kontaminasi merkuri pada manusia dan binatang, juga pada beberapa kompartment lingkungan lain seperti tanah dan air.

“Sangat tinggi paparan merkuri pada manusia dan binatang,” terangnya.

Kuliah tamu tersebut diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa dari berbagai jurusan dan jenjang pendidikan baik S1, S2 dan S3. Mahasiswa merespons materi dari narasumber dengan mengajukan ide dan gagasan serta pertanyaan dalam bahasa Inggris. (FP)