Selasa, Mei 11, 2021

Pengangkatan PPPK Belum Mampu Tuntaskan Masalah Guru Honorer

FAJARPENDIDIKAN.co.id– Penyelesaian masalah guru honorer hingga saat ini masih juga belum tuntas. Anggota Komisi X DPR RI membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, Parawisata danEkonomi Kreatif (Ekraf), Prof. Dr. Zainuddin Maliki mengatakan, masalah guru honorer hingga saat ini belum berhasil dituntaskan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski Pemerintah telah menawarkan pengangkatan satu juta guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini, ternyata belum mampu menuntaskan masalah tenaga guru honorer, pasalnya aspirasi guru honorer terutama usia yang diatas 35 tahun, bukan ingin diangkat menjadi ASN dengan status PPPK tetapi ingin diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal tersebut disampaikan oleh politisi senior Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dalam keterangan pers , Jumat (2/4/2021) terkait dengan masalah belum terpenuhinya keinginan para guru honorer untuk menjadi PNS.

“Pengangkatan menjadi PNS sebenarnya merupakan penghargaan yang layak diberikan kepada guru honorer yang telah terbukti memiliki passion sebagai guru. Mereka telah memberikan pengabdian puluhan tahun tanpa kenal lelah dengan gaji kecil,” kata Prof Zainuddin Maliki,  Jumat (2/4/2021).

Mereka, lanjutnya, membantu mengisi kekosongan karena pemerintah belum bisa sepenuhnya mencukupi kebutuhan guru dalam mencerdaskan anak-anak bangsa

Zainuddin Maliki mengungkapkan, berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) saat ini pemerintah hanya bisa mengisi 51 persen guru PNS di sekolah negeri.

Kekurangannya diisi oleh guru honorer yang angkanya mencapai 742.459 atau 33 persen. Selebihnya diisi CPNS 2019 dan P3K 2020 sebanyak 84.659 (4 persen). Saat ini masih kekurangan guru 275.243 (12 persen).

Lebih lanjut ia mengatakan, banyak guru honorer daerah yang sudah bekerja puluhan tahun dan  memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan masuk Data Pokok Peserta Didik (Dapodik). “Sebagai tenaga legal mereka memenuhi syarat, tetapi menolak untuk ikut seleksi pengangkatan PPPK,” kata dia.

Dalam posisi dikontrak, lanjutnya, aneh kalau diminta ikuti seleksi untuk diangkat jadi ASN berdasarkan kontrak. Padahal mereka mengharap jadi PNS dengan mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Zainuddin Maliki menyampaikan, pengangkatan PPPK tahun 2021 masih banyak masalah. Hingga saat ini baru tercatat 550 peserta dari satu juta lowongan seleksi yang disediakan.

“Di samping guru-guru honorer menginginkan jadi PNS, juga disebabkan karena banyak pemerintah daerah yang tidak percaya bahwa gaji dan tunjangan guru PPPK itu nantinya akan dibayar oleh pemerintah pusat,” terangnya.(ZUL)

ANDA MUNGKIN SUKA

BERITA DAERAH TERBARU

Cek Petugas Pos Pam dan Pos Yan Ops Ketupat 2021, Kasat Lantas Polres Wajo Beri Semangat

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Selaku Pawas Operasi Ketupat 2021, Kasat Lantas Polres Wajo AKP Hasanang, SH rutin melakukan kontrol pada Posko Pelayanan maupun Posko Pengamanan...

Bupati Wajo Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Tahun 2021 di Mapolres Wajo

Bupati Wajo H. Amran Mahmud, S.Sos. M.Si memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat 2021 yang di ikuti oleh Para Forkopimda...

Anda Bendahara? Yuk Ikuti Sharing Session Bendahara Mahir Pajak

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone kembali bersinergi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone menggelar kegiatan “Sharing Session Bendahara...

Terungkap,Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong diamankan Polsek Pitumpanua

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kapolsek Pitumpanua Kompol Jasman bersama Anggota berhasil mengungkap spesialis pencurian rumah kosong diwilayah Kecematan Pitumpanua yang menggegerkan warga,Sabtu(08/05/2021).

Begini Kolaborasi BPJS, KPPN dan Pemda BOSOWASI Tingkatkan Validitas Data

“Validitas data merupakan hal utama dalam menciptakan laporan yang akuntabel dan dapat di andalkan” demikian sebait kalimat yang diucapkan oleh Kepala BPJS...

Program Pangkep Hebat, Bidang Kesehatan Resmi Beroperasi

Pangkep,FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melaunching program unggulan bidang kesehatan, siap jemput, antar, jaga dan peduli (Sijagai), di Lapangan Citra Mas...

RAMADAN KEREN

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Masjid At Tabayyun : Manusia Merdeka Iktikaf di Tenda Arafah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tenda " Arafah" Masjid At Tabayyun di komplek Taman Villa Meruya mendapat kunjungan "Manusia Merdeka " hari Minggu (9/5) pukul...

Canangkan Beasiswa Pendidikan Putra Putri Maros, Polibos Rajut Kerja Sama dengan Bupati Maros

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktur Politeknik Bosowa (Polibos) Asrul Hidayat M,T yang didampingi langsung oleh Wakil Direktur I Yoan Elviralita M.T,  Wakil Direktur II...

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

Pekerja Bangunan Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Kerjanya

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Seorang pekerja bangunan bernama Husen Bin Johan (46), ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, di Jln. Bau Baharuddin, Kelurahan...

La Liga : Sevilla vs Real Madrid Berakhir Seri

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Laga pekan ini, Sevilla vs Real Madrid berkahir seri, pada pertandingan kali ini, real madrid mengejar puncak klasemen namun tertahan oleh...

REKOMENDASI