Wednesday, July 8, 2020

Pentingnya Pembelajaran Multiliterasi Menyonsong Tantangan Revolusi Industri 4.0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pogram Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Pendidikan 2019.

Seminar yang mengusung tema, “Terbinanya Mahasiswa Islam Berjiwa Pemimpin dalam Menyongsong Tantangan Revolusi Industri 4.0” itu diadakan di Kampus UIN Alauddin Makassar, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jumat, 24 Oktober 2019.

Kegiatan Seminar Pendidikan ini menghadirkan nara sumber yaitu Dr. Muh. Yusuf Tahir, M.Ag, M.Pd (Kepala Pusat Kajian Islam, Sains & Teknologi UINAM), Muh. Erwinto Imran, M.Pd (Dosen Unismuh Makassar), Muhammad Fadhil, M.Pd (Praktisi Pendidikan)

“Tantangan Pendidikan pada era informasi dan teknologi saat ini semakin besar,” kata Erwin Dosen Unismuh Makassar dan pegiat multiliterasi.

“Tujuan Pendidikan dalam kurikulum yang dulunya hanya berdasarkan pada kebutuhan sumber daya di setiap negara, diubah menjadi keterampilan global yang dapat digunakan untuk bersaing dan berkompetisi di era revolusi industri 4.0,” tambahnya.

Oleh karena itu, kata Erwin, mahasiswa sebagai agen perubahan dan calon pemimpin di masa yang akan datang, perlu memiliki berbagai nilai-nilai karakter.

Hal inilah yang melatar belakangi diadakannya seminar pendidikan pembentukan karakter Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab di UIN Aluddin Makassar.

Salah satu praktisi pendidikan, Muhammad Fadhil, M. Pd, yang juga menjadi narasumber pada seminar Pendidikan tersebut menjelaskan penguatan karakter kepemimpinan dengan multiple intelegence dengan mengikyi perkebangan di Era 4.0.

“Pengalaman dan aktifitas yang dilakukan mahasiswa saat berorganisasi  dapat menjadi sarana bagi mereka dalam menanamkan benih nilai-nila karakter dari tanggungjawab, disiplin, komunikasif dan berbagai nilai karakter lainnya,” jelasnya.

Kegiatan seminar Pendidikan pembentukan karakter mahasiswa  diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai karakter dan dapat menjadi pemimpin yang siap dalam menghadapi tantangan revoluasi industri 4.0.

Reporter: Ahadri

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI