Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok terus menunjukkan kemajuan pesat di sektor industri pertahanan. Salah satu bukti paling nyata dari perkembangan tersebut adalah kehadiran pesawat angkut militer Y-20 atau Yun-20, yang diproduksi oleh Xi’an Aircraft Industry Corporation.
Y-20 menjadi pesawat angkut berat pertama buatan dalam negeri yang kini berperan sebagai tulang punggung Angkatan Udara Tiongkok. Pesawat ini dirancang untuk mengangkut pasukan, kendaraan tempur, hingga perlengkapan militer dalam jumlah besar. Kehadirannya pun menarik perhatian dunia karena dinilai mampu menyaingi pesawat sejenis dari negara maju.
Lantas, apa yang membuat Y-20 begitu istimewa?
1. Awal Pengembangan Pesawat Yun-20

Pengembangan Y-20 tidak lepas dari kebijakan modernisasi militer yang mulai digencarkan Tiongkok sejak akhir 1980-an. Saat itu, pertumbuhan ekonomi yang pesat membuat negara ini memiliki anggaran besar untuk memperkuat pertahanannya.
Jika sebelumnya Beijing lebih mengutamakan jumlah personel dan persenjataan, kini fokus diarahkan pada kualitas teknologi militer. Modernisasi pertama dilakukan pada sektor angkatan laut, lalu berlanjut ke bidang penerbangan.
Pada awalnya, Tiongkok mengandalkan pesawat buatan Uni Soviet seperti IL-76 dan AN-12. Dari teknologi tersebut, mereka mengembangkan pesawat Yun-8 dan Yun-9. Namun, setelah Uni Soviet runtuh, pasokan pesawat impor menjadi terbatas.
Kondisi ini mendorong Tiongkok untuk mengembangkan pesawat angkut strategis secara mandiri. Dengan memanfaatkan teknologi yang berhasil mereka kuasai, termasuk dari Barat, proyek Y-20 akhirnya diluncurkan pada 2007.
Pesawat ini diberi nama Kunpeng, makhluk legendaris dalam mitologi Tao yang melambangkan kekuatan. Penerbangan perdana dilakukan pada 2013, dan Y-20 mulai aktif digunakan oleh militer pada 2016.
2. Fitur dan Keunggulan Pesawat Y-20

Sejak tahap perancangan, Y-20 dibuat dengan teknologi modern seperti desain digital dan pencetakan 3D. Material komposit digunakan untuk membuat badan pesawat lebih ringan namun tetap kuat.
Kokpit pesawat dilengkapi sistem digital dengan layar besar yang memudahkan pilot memantau seluruh sistem penerbangan. Dari sisi kapasitas, Y-20 mampu membawa muatan hingga 66 ton.
Ruang kargo yang luas memungkinkan pesawat ini mengangkut berbagai kendaraan berat, mulai dari tank tempur utama hingga kendaraan lapis baja. Dengan jarak tempuh mencapai 7.800 kilometer, Y-20 dapat menjalankan misi jarak jauh tanpa sering mengisi bahan bakar.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan yang minim fasilitas. Dalam kondisi tertentu, pesawat ini hanya membutuhkan landasan sekitar 700 meter untuk terbang.
3. Spesifikasi Teknis Yun-20

Y-20 memiliki panjang sekitar 47 meter, tinggi 15 meter, dan bentang sayap 50 meter. Berat kosongnya mencapai 100 ton, dengan berat maksimum saat lepas landas hingga 220 ton.
Pesawat ini digerakkan oleh empat mesin turbofan yang mampu menghasilkan kecepatan maksimum sekitar 800 kilometer per jam. Ketinggian terbang maksimalnya mencapai 13.000 meter, sementara jangkauan terbangnya hampir 8.000 kilometer.
Awak pesawat terdiri dari tiga personel, yakni pilot, kopilot, dan operator penerbangan.
Selain versi utama, Tiongkok juga mengembangkan beberapa varian, seperti pesawat pengisi bahan bakar di udara, versi bermesin buatan dalam negeri, hingga rencana pengembangan pesawat pengintai dan sipil.
4. Peran Y-20 dalam Operasi Militer

Sejak mulai beroperasi, Y-20 telah terlibat dalam berbagai latihan dan misi nyata. Pada 2018, pesawat ini digunakan dalam latihan pasukan lintas udara Tiongkok.
Saat pandemi COVID-19, Y-20 berperan penting dalam mengangkut tenaga medis dan logistik ke Wuhan. Pesawat ini juga digunakan untuk misi kemanusiaan ke Tonga, Afghanistan, dan Pakistan.
Selain itu, Y-20 pernah mengirimkan sistem pertahanan udara ke Serbia sebagai bagian dari kerja sama militer.
5. Kontroversi Dugaan Peniruan Teknologi

Di balik keunggulannya, Y-20 juga menuai kontroversi. Banyak pengamat menilai desainnya sangat mirip dengan Boeing C-17 Globemaster III milik Amerika Serikat.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa Tiongkok memperoleh data teknis melalui peretasan dan kebocoran informasi. Hal inilah yang membuat sebagian pihak menganggap Y-20 sebagai hasil tiruan.
Meski demikian, pesawat ini diproduksi dengan material dalam negeri dan terus dikembangkan secara mandiri. Dalam praktiknya, performa Y-20 dinilai mampu bersaing dengan pesawat angkut berat buatan Barat.
6. Dampak Y-20 bagi Kekuatan Pertahanan Tiongkok

Kehadiran Y-20 secara signifikan memperkuat kemampuan angkut udara strategis Tiongkok. Negara ini kini mampu memindahkan pasukan dan peralatan berat dalam waktu singkat ke berbagai wilayah.
Jika dibandingkan dengan pesawat angkut dari Eropa, Jepang, maupun Brasil, Y-20 dinilai lebih unggul karena mampu membawa tank tempur utama. Kemampuan ini membuatnya sejajar dengan C-17 milik Amerika Serikat.
Selain memperkuat pertahanan, Y-20 juga berpotensi menjadi komoditas ekspor militer. Tiongkok kini memiliki peluang untuk memasok pesawat angkut ke negara-negara yang membutuhkan.
