Rakor Komunitas Kepala Sekolah Penggerak, Tema : Bergerak Bersama Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

PINRANG –  Pembukaan Rapat Kordinasi ( Rakor ) Komunitas Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 1, Angkatan 2 dan Angkatan 3 SMA – SLB Se SulSel di buka oleh, Muhammad Hayat NT, selaku Kepala Seksi Pembinaan SMK dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus ( PKPLK ) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Propensi SulSel.

Peserta Rakor di sambut pula dengan tari Padduppa oleh siswa yang tergabung dalam organisasi Community of Art ( COA ) UPT SMA Negeri 5 kabupaten Pinrang yang mendapatkan tanggapan antusias oleh peserta Rakor. Aula UPT SMA Negeri 5 Pinrang, Sabtu, 24 – 25 September 2022.

Muhammad Dahlan, S. Pd, M. Pd, Kepala UPT SMA Negeri 5 Kabupaten Pinrang, dalam sambutan selamat datang kepada peserta menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta Rakor dan juga menjelaskan kondisi dan peserta yang di raih UPT SMA Negeri 5 Kabupaten Pinrang selama menjadi Sekolah Penggerak.

BACA JUGA :   Rekreasi dan Edukasi Sejarah dan Budaya Ala SD Negeri Borong Makassar
- Advertisement -

Ketua Panitia Rakor Komunitas Sekolah Penggerak se SulSel, Abdul Wahid Nara, S. Pd, M. Pd, memulai laporan Ketua Panitia dengan pantun dan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan tersebut, serta menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekurangan dalammkegiatan Rakor yang di tempatkan di Kabupaten Pinrang.

- Advertisement -

Sambutan juga di sampaikan oleh, DR H Muhammmad Asrar, M. Pd. I, selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ( MKKS ) Sekolah Penggerak, dalam sambutanya Kepala UPT SMA Negeri 2 Kota Madya Makassar, menyampaikan MKKS Sekolah Penggerak adalah MKKS yang di bentuk dalam rangka mengsukseskan lima ciri dari sekolah penggerak itu.

BACA JUGA :   Raih Juara 1 MHQ 10 Juz pada Ajang Muslimah Event STIBA Makassar 2022, SMA Islam Athirah Bone Buktikan Kualitas Diri

Kelima ciri itu yang pertama adalah meningkatkan hasil belajar peserta didik, yang kedua penciptan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menyehatkan, yang ketiga adalah penerapan inplementesi pembelajaran paradigma baru, kemudian sekolah berbasis digital dan yang terakhir pencanangan berbasis data.

Pada akhirnya nanti kita akan punya tugas bagaimana menggerakkan sekolah – sekolah lain mengsukseskan Kurikulum Merdeka ini. Tambah, DR Asrar. ( NT ) 

Reporter : Nasri T

 

 

 

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: